Setelah menjadi viral dan banyak menimbulkan perdebatan di kalangan Nitizen, keberadaan Patung Dewa Perang China Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban akhirnya ditutup dengan kain putih, Sabtu (5/8/2017).

Patung dewa yang menjadi viral di jagad maya itu ditutup dengan menggunakan kain putih. Proses penutupan berlangsung selama beberapa jam dengan menggunakan kendaraan crane untuk memasang kain putih guna mengelilingi patung dewa tersebut.

Seperti dilansir beritajatim.com, sejumlah personil Tim Vertikal dari Sar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban membantu untuk menutup patung dewa tersebut.

Beberapa personil dari Tim Vertikal dikerahkan untuk ikut memasang kain putih yang menutupi keberadaan patung dewa itu.

“Kita diminta bantuan untuk ikut menutup patung dengan pakai kain putih,” terang Joko Ludiono, Kepala Pelaksana BPBD Tuban saat mengkoordinir timnya memasang kain itu.

Seperti diberitakan Kabartuban.com, Patung Dewa Perang Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen yang telah dinobatkan sebagai patung tertinggi se-Asia dengan ketinggian 30,4 meter, ternyata tidak memiliki ijin resmi bangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tuban.

“Sejauh ini pendirian patung itu tidak ada ijin dari Pemkab Tuban, sehingga masih ilegal,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban HM. Miyadi, Senin, (31/7/2017).

Dalam proses pendiriannya juga sempat dilarang oleh Pemkab Tuban dan dihentikan, akan tetapi pengurus Klenteng Kwan Sing Bio masih nekat meneruskan hingga ada peresmian patung. (portal-islam.id)

***

Aneh, Sekolah Islam Berizin Ditolak NU, Patung Jendral China tak Berizin Dibiarkan

by Nahimunkar.com, 4 Agustus 2017

Jakarta – Warganet akhir-akhir ini dihebohkan dengan berdirinya patung dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban setinggi 30 meter. Namun, pembangunan pantung tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sehingga, menjadikan netizen resah atas pembangunan patung tersebut.

Salah-satu yang mengkritis pembangunan patung tersebut adalah juru bicara HTI, Ismail Yusanto. Dia menyesalkan pembangunan tersebut karena tanpa izin tetapi tetap aman. Sementara itu yang sudah memiliki izin malah ditolak NU,seperti SMP IT di Sidoarjo, Jatim beberapa waktu lalu.

“Meikarta tanpa izin. Reklamasi, pabrik semen Sulut, patung Tuban jg tak berizin semua aman. Yg sdh berizin malah dicabut. Situ waras?” tulisnya di akun Twitternya.

Komentar senada juga diungkapkan oleh Tengku Zulkarnain, dia mengatakan bahwa sekolah Islam ditolak di Jawa Timur sementara itu Patung Dewa Kwan Sing Tee Berdiri Megah di kota wali tersebut.

“Sekolah Islam Ditolak di Jawa Timur, Tapi Patung Dewa Kwan Sing Tee Berdiri Megah 30,4 M, di Tuban, Jatim. LGBT Dpt AWARD, Cadar DIBERANGUS.,”twetnya, Kamis 3 Juli 2017.

Terakhir komentar dari Kirenia, dia mempertanyakan keberadaan NU yang menolak berdirinya SMP It di Sidoarjo lantaran tidak sepamahan dengan NU, tapi tak ada suara ketika ada pendirian patung Cina di Tuban.

“Kmna warga NU ketika ada Pendirian Patung Cina di tuban? #hey2, Pendirian SMP IT di Sidoarjo Ditolak Ratusan Warga NU,”tulisnya.[kiblat/fatur]

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.com)

(Dibaca 566 kali, 1 untuk hari ini)