.

 

 

Shoutussalam.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang diwakili ketuanya, Asrorun Niam Sholeh, mengecam tindakan partai politik yang melakukan kampanye penggalangan dukungan dengan mengundang pedangdut untuk bergoyang porno nan erotis. Terlebih pawai pemilu 2014 masih diikuti anak-anak di bawah umur.

“KPAI mengecam pelaksanaan kampanye yang manyajikan hiburan menjurus pornografi yang melanggar hukum serta melanggar prinsip perlindungan anak,” tegasnya di Ahad (23/03/2014). ”KPU, Bawaslu dan kepolisian perlu mengusut tuntas dan memprotes secara hukum dugaan tindak pidana ini,” tambah Asrorun.

Padahal kampanye parpol masih dihadiri oleh anak-anak, dan kehadiran para bocah di bawah umur sendiri merupakan bentuk tindakan indisipliner dalam kampanye pesta demokrasi.

“Hingga hari ke-7, KPAI mash menemukan pelanggaran terkait pelibatan anak yang dilakukan parpol saat kampanye terbuka, sungguhpun sudah mulai ada perbaikan,” ujar ketua KPAI pada Sabtunya.

Pada Sabtu, Asrorun juga menegaskan keadaan tak bermoral para caleg ini. ”Kami prihatin dengan adanya adegan erotis menjurus pornografi yang dilakukan oleh pengisi acara saat kampanye terbuka partai,” katanya. ”Kami mengimbau parpol penyelenggara kampanye yang menyajikan hiburan, untuk tetap menjaga norma hukum dan kesusilaan serta komitmen perlindungan anak,” tambah Asrorun.

Berbagai Partai Besar seperti PDIP dan Golkar terkenal mempertontonkan aksi pedangdut seronok dalam kampanye mereka. Seperti kampanye terbuka Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan pada Kamis (20/03/2014) di Lapangan Dolog, Kelurahan Karanganyar, Subang, Jawa Barat yang disuguhi goyangan erotis dari penyanyi dangdut. Aksi menjurus pornoaksi tersebut ditonton dan diikuti oleh anak-anak.

Kelakuan amoral ini tak melulu monopoli partai politik senior. Tercatat Nasdem dan Hanura melakukan hal serupa. Partai seperti Hanura yang memiliki kepanjangan ‘Hati Nurani Rakyat’ menunjukkan kelakuan tak punya hati nurani.

Kampanye perdana Hanura yang langsung dihadiri sang ketua umum, Wiranto, di Magelang menunjukkan tindakan tak berhati tersebut. Saat itu, kampanye sepi hari Sabtu (22/03/2014) di tengah Lapangan Kujon, Borobudur, diwarnai dengan aksi pedangdut erotis. Situs Beritasatu merilis video rekaman kampanye seronok tersebut.

Naudzu billah min dzalik!!

 

(nahimunkar.com)