Ilustrasi: Pementasan Wayang Jokowi dan Ganjar, 28 Oktober 2014 13:36 WIB/ ANTARA/Anis Efizudin/wt/ Metrotvnews.com

Presiden Jokowi bisa dianggap tidak dianggap berpihak ke Islam karena tidak protes atas larangan pembangunan menara Masjid di Sentani, Jayapura, Papua.

Demikian dikatakan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Selasa (20/3).

“Harusnya Jokowi cepat merespon terlebih ini tahun politik di mana Jokowi butuh dukungan dari umat Islam,” ungkap Ibnu Masduki.

Kata Ibnu Masduki, belum meresponnya Jokowi dalam kasus ini membuat umat Islam ataupun Islam perkotaan tidak memilih mantan Wali Kota Solo di Pilpres 2019.

 “Belum lagi lambatnya Jokowi merespon kasus ini diberitakan di kalangan Islam pedesaan mauapun kiai di kampung. Suara Jokowi bisa habis,” papar Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mengatakan, kasus di Sentani merupakan ujian toleransi bagi pemerintahan Jokowi.

“Kalau tidak bisa menyelesaikan dengan baik, bahkan menara Masjid harus dibongkar, wibawa Jokowi habis,” pungkas Ibnu Masduki.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar.

PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani. Ketua Umum PGGJ, Pendeta Robbi Depondoye meminta agar pembongkaran dilakukan selambatnya 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan hari ini. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.989 kali, 1 untuk hari ini)