AntiLiberalNews – Pasukan teroris “Israel” telah menculik lebih dari 1.000 anak-anak Muslim Palestina dalam waktu kurang dari 2 bulan. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, mereka telah menculik lebih dari 12.000 anak sejak Intifada pertama pada tahun 2000, menurut laporan sebuah organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) untuk tahanan Palestina sebagaimana dilansir World Bulletin pada Jumat (20/11).

Sebuah pernyataan telah dikeluarkan oleh kepala Departemen Riset dan Dokumentasi dari Komite Tahanan Palestina sekaligus anggota komite tindak lanjutnya di Jalur Gaza, Abdul-Nasser Ferwana, di mana ia mengimbau masyarakat internasional untuk bertindak melindungi anak-anak Palestina dalam menghadapi kekerasan teroris “Israel” yang sedang berlangsung.

Ferwana dalam keterangannya mengatakan bahwa anak-anak itu semakin menjadi korban atas meningkatnya brutalitas teroris “Israel”. Ia juga menyerukan untuk memastikan pembebasan semua anak di penjara, selain menjamin kebebasan mereka secara permanen.

“Sejak ‘Israel’ menginvasi wilayah Palestina, mereka mulai memperlakukan anak-anak sebagai bom waktu yang tertunda, yang akan meledak ketika mereka tumbuh dewasa, dan hal ini selain menyita kekebalan (fisik) mereka juga membunuh masa kecil mereka yang tak berdosa,” kata Ferwana.

“Usia muda mereka terabaikan dan hak-hak mereka dilucuti,” tambahnya.

Red : Gus Jati/ antiliberalnews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 621 kali, 1 untuk hari ini)