Haji Ilyas Karim (IST)


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) begitu kejam terhadap pejuang veteran Indonesia dengan menggusur rumah milik Haji Ilyas Karim.

“Haji Ilyas Karim yang rumahnya digusur di Rawajati itu seorang veteran perang kemerdekaan. Ahok tanpa dialog langsung menggusur dengan mengerahkan satpol PP dan polisi,” kata aktivis politik Ahmad Lubis kepada suaranasional, Jumat (2/9).

Kata Lubis, tindakan yang dilakukan Ahok sangat tidak manusiawi dan bisa menyulut gerakan sosial lebih besar. “Aksi kejam ini akan muncul gerakan antiAhok lebih besar dan hanya tunggu momentumnya saja. Selama ini merasa berkuasa dan bisa berbuat seenaknya sendiri,” ungkap Lubis.

Lubis mengatakan, Ahok juga sangat diskriminasi dan rasis ketika menolak menggusur rumah di belakang Glodok maupun Mangga Besar yang kebanyakan dihuni warga keturunan China.

“Ahok marah-marah ketika mau ada penggusuran di Glodok dan Mangga Besar. Ini Ahok sangat rasis dan diskriminasi. Kalau sama pribumi langsung dihajar tanpa dialog,” papar Lubis.

Menurut Lubis, Ahok pun berbeda ketika berhadapan dengan pengusaha seperti di Kemang. “Ahok tak berani mengguyur rumah mewah di Kemang, padahal katanya melanggar. Dan opini yang dibangun ijin era Sutiyoso,” jelas Lubis.

Ilyas Karim adalah seorang pejuang berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) Purnawirawan yang masa mudanya ikut membawa bambu runcing melawan penjajahan di Indonesia.

Kali ini tempat tinggalnya yang berada di kawasan Rawajati tersebut harus dibongkar paksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.‎ Ia sangat menyayangkan penggusuran yang dilakukan layaknya zaman penjajahan dahulu.

Sumber: suaranasional.com/02/09/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 761 kali, 1 untuk hari ini)