.

MENANGGAPI pelaporan dari pihak Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) ke Polda Jabar terkait acara Deklarasi Aliansi Anti Syiah Nasional, KH Athian Ali M Dai sebagai salah seorang penggagas acara tersebut tidak merasa khawatir.

“Apa yang mau dilaporkan? Kalau dianggap bisa memecah belah umat dan berpotensi menimbulkan kebencian antara kelompok satu dengan kelompok lain, itu sebenarnya siapa? Kita kan bersifat pasif membela agama kita yang dihina, diinjak-injak dan dinodai. Dari dulu sebelum ada deklarasi ini kita juga sudah begini, ya kan?” ujar ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) kepada Islampos.com Ahad sore kemarin (20/4/2014) di masjid Al-Fajr Cijagra Bandung.

Ulama asal Bandung ini menegaskan bahwa seharusnya umat Islam melaporkan kalangan Syiah karena dalam ajaran-ajaran mereka justru mengajarkan kebencian, permusuhan kepada umat Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang merupakan mayoritas di tanah air Indonesia ini.

“Mestinya kita (umat Islam, red) yang melaporkan mereka yang telah menodai agama Islam dan kita sudah ada rencana ke arah itu. Umat Islam itu resah karena agama Islam yang mayoritas dianut oleh mayoritas penduduk negeri ini sudah dinodai oleh kelompok Syiah,” tegas Athian.

Lebih lanjut Athian menjelaskan bahwa Syiah yang dimaksudkan dalam acara deklarasi anti Syiah adalah Syiah yang telah menginjak-injak dan menghina agama Islam, Syiah yang menghina sahabat Nabi dan ummul Mukminin, Syiah yang mengatakan Al-Quran yang ada sekarang tidak asli.

“Jadi kalau ada pihak yang merasa tersinggung, berarti mereka lah orang-orang Syiah yang menghina dan menodai agama Islam, mencaci maki sahabat dan sebagainya. Kalau mereka melaporkan ke polisi berarti benar mereka seperti yang kita maksud,” tandas beliau.

Menanggapi jika seandainya pihak kepolisian benar-benar memanggil terkait acara deklarasi anti Syiah, Athian meyakini hal itu tidak akan terjadi. Menurutnya pihak kepolisian lebih mengerti untuk urusan seperti ini. “Saya yakin tidak, polisi lebih mengerti koq,” pungkas beliau.

Sebelumnya seperti dilansir salah satu media nasional, pasca terbentuknya Deklarasi Nasional Anti Syiah di di Cijagra Bandung, Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat Hesty Rahardja telah melaporkan acara ini ke Polda Jabar.

Laporan itu juga ditembuskan ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan MUI Jabar. Hal itu dikarenakan terkait adanya kata ‘anti’ dalam acara yang dilangsungkan. Menurutnya, kata itu bisa memicu kebencian antara kelompok satu dengan kelompok lain.[fq/islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.269 kali, 1 untuk hari ini)