Tanggapi Said Ketum PBNU, PKS: Bukan Wahabi-Salafi Pintu Terorisme tapi Ketidakadilan


Ilustrasi.
Halaqah Ulama NU di Pesantren Al-Hidayah, Batang Jawa Tengah, 16 Mei 2016, Nyatakan Sikap: Said Aqil Siradj Sesat. Foto/ dok. Ist.net

Silakan simak selengkapnya berikut ini.

***

PKS: Bukan Wahabi-Salafi Pintu Terorisme tapi Ketidakadilan


Jakarta – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut pintu masuk terorisme dan paham radikalisme adalah ajaran Wahabi dan Salafi sehingga harus dibasmi. Bagi PKS, radikalisme dan terorisme punya akar masalah yang berbeda dari pendapat Said Aqil.

 

Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf saat dihubungi, Selasa (30/3/2021), awalnya mengatakan tidak bisa mengomentari secara langsung pernyataan Said Aqil. Namun dia punya pandangan tersendiri soal radikalisme dan terorisme.

 

“Dalam kaitannya, terorisme dan radikalisme menurut saya pemicu terbesarnya itu adalah ketidakadilan dalam kehidupan, dalam kesejahteraan dan kesenjangan dalam mengakses kesempatan,” ucap anggota Komisi VIII DPR itu.

 

Bukhori menyebutkan, kesejahteraan yang merata bakal mengurangi radikalisme dan terorisme. Dia juga berbicara soal akses kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

 

“Jika kesejahteraan telah merata, akses untuk kesempatan terbuka secara adil, saya yakin, haqqulyakin, akan sangat mengurangi tindakan radikalisme dan terorisme,” sambungnya.

 

Bukhori menyebut seharusnya perspektif yang dikembangkan adalah kerukunan, kerahiman dan persaudaraan sesama umat dan sesama anak bangsa, bukan permusuhan dan kebencian. Jika ada perbedaan, katanya, itu wajar dan bisa dicari solusinya.

 

“Dalam hal ada perbedaan pandangan, itu wajar sebagai umat manusia, karena Allah memang ciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda suku, agama, pikiran, dan pandangan, yang penting kita saling mencari titik temu,” tuturnya.

 

Sebelumnya Said Aqil menyampaikan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Said Aqil menyebut memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

 

“Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme,” kata Said Aqil dalam webinar ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’ yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3/2021).

 

Said Aqil menegaskan ajaran Wahabi bukan terorisme, tetapi pintu masuk terorisme. Sebab, ajarannya dianggap ajaran ekstremisme.

 

“Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi, ‘ini musyrik, ini bid’ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh’. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrem,” ujarnya.

 

(Sumber: Detikcom)

[PORTAL-ISLAM.ID] Selasa, 30 Maret 2021 BERITA NASIONAL

***

DR Ainul Haris: Said Aqil Siradj Ketua Umum NU Sebar Fitnah


Posted on 3 September 2013

by Nahimunkar.org

 

  • “Secara data apa yang dinyatakan oleh Kiai Said itu sudah memfitnah. Ironisnya, kesalahan data itu diulang-ulang  Kiai Said sejak awal menghembuskan isu tersebut beberapa tahun yang lalu,” kata Dr Ainul Haris kepada itoday, Senin (02/09) malam.
  • Data keduabelas yayasan yang disebut Said Aqil juga banyak yang salah. Di antaranya menyebut ketua yayasan al-Sofwa Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah. “Padahal yang benar ketuanya adalah Abu Bakar Altway,” jelas Ainul Haris, yang 10 tahun silam aktif menulis di majalah Panji Masyarakat itu.

Ainul Haris mengajak semua pihak untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statemen yang belum jelas dan tanpa klarifikasi. Apalagi menyangkut isu yang sangat sensitif, seperti isu terorisme dan wahabi. Ia mengajak semua pihak  untuk bersikap ilmiah, berbicara berdasarkan data dan mendudukkan setiap masalah secara benar.

Nasihat Doktor yang disertasinya tentang Wahabi

Khusus tentang Wahabi yang oleh sebagian kelompok dituding sebagai biang terorisme, Haris menegaskan itu semua tidak benar. Ainul Haris mengajak umat Islam untuk mempelajari ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari karya beliau sendiri, bukan berdasarkan kata orang yang cenderung membenci bahkan menfitnah.

Hal itu dikatakan Ainul Haris, karena ia telah melakukan penelitian doktoralnya tentang ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari berbagai sumber primer terutama karya Muhammad Ibn Abdul Wahhab yang berjumlah belasan jilidIa menegaskan, dari penelitiannya tersebut, ia tidak mendapati ada satu pun ajaran Ibn Abdul Wahhab yang menyimpang. Sebaliknya, puluhan ulama diberbagai belahan dunia menganggapnya sebagai mujaddid (pembaharu Islam).  Ainul Haris meulis penelitian doktoralnya dalam disertasi berjudul Pemikiran Muhammad Ibn Abdul Wahhab tentang Kenabian, dan berhasil dipertahankan di hadapan tujuh profesor di IAIN Surabaya hingga ia dinyatakan lulus doktor dengan predikat cumlaude .

Yang membantah Said Aqil Siradj bukan hanya Dr Ainul Haris, tapi ada juga yang sampai menyatakan Said Aqil Siradj munafik atas lontaran terhadap 12 yayasan salafi wahabi tanpa data dan fakta yang benar itu.

Inilah beritanya.

***

 Tuding 12 Yayasan Salafi Wahabi Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Munafik

itoday – Pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj hanya didasarkan kebencian dengan menuding 12 yayasan Salafi Wahabi sebagai cikal bakal terorisme.

 Demikian dikatakan pengamat intelijen dan terorisme, Umar Abduh kepada itoday, Senin (26/0).

 Menurut Umar, pernyataan Said itu bukan didasarkan fakta dan data. “Itu pernyataan orang munafik tanpa dasar. Pemerintah saja tidak pernah merekomendasikan 12 yayasan itu sebagai cikal bakal teroris,” ungkap Umar.

 Kata Umar, laporan keuangan yayasan Salafai Wahabi di Indonesia sangat terkontrol dengan baik oleh Badan Intelijen Negara (BIN). “Justru dana NU yang tidak terkontrol, dana NU dari mana saja, proyek-proyek tidak jelas,” papar Umar.

 Umar mengatakan, dalam sejarahnya Salafi Wahabi yang ada di Indonesia itu tidak pernah memberontak di Indonesia. “Salafi Wahabi itu menghormati pemerintah dan tidak akan menjadi teroris. Mereka hanya keras persoalan kuburan, bid’ah, syirik dan khurafat,” jelas Umar.

 Selain itu, Umar juga mengkritik NU yang suka menjilat dengan pemerintah. “Tradisi NU itu tidak ada yang radikal, tetapi menjilat pemerintah atau penguasa,” papar Umar.

 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KH Said Aqil Siradj menuding 12 yayasan Salafi Wahabi yang ada di Indonesia menjadi cikal bakal terorisme.

 “12 yayasan Islam sebagai Salafi Wahabi, penebar benih radikal dan teror yang mengajarkan doktrin pengeboman di Indonesia,” kata Kiai Said, Kamis (22/08).

 Kata Kiai Said, salah satu yayasan Salafi Wahabi di Indonesia yang bisa menjadi cikal bakal teroris yaitu Yayasan Al-Fitroh, beralamat di Perumahan Galaxi Ruko 26-30, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. Yayasan ini diketuai Ainul Haris.

 Kiai Said melanjutkan di Jakarta juga ada, Yayasan Al-Sofwa di Lenteng Agung, Jakarta Selatan diketuai Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah

 Kata Kiai Said, ajaran Salafi Wahabi juga ada di Jalan Kali Tanjung, Kecamatan Grahsan, Cirebon, Jawa Barat dibawah Yayasan As-Sunnah.

 Kiai Said menegaskan salafi Wahabi memang tak mengajarkan cara mengebom. Tapi mereka Islam radikal. Mereka menganggap ziarah kubur itu bid`ah dan menuduh warga NU kafir sehingga halal untuk dibunuh.

 “Ajaran mereka sedikit lagi jadi teroris. NU tegaskan tak terlibat terorisme. NU akan melawan dan siap di belakang Presiden bubarkan ormas radikal,” pungkas Kiai Said.

 Itoday.Co.Id

Monday, 26 August 2013 17:36 Achsin

***

Sebut Yayasan Nida’ul Fithrah Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Sebar Fitnah

 itoday – Mantan Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah, KH Ainul Haris menilai pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj tentang adanya 12 yayasan beraliran keras yang patut diwaspadai, sebagai pernyataan salah kaprah.

 “Secara data apa yang dinyatakan oleh Kiai Said itu sudah salah kaprah dan memfitnah. Ironisnya, kesalahan data itu diulang-ulang  Kiai Said sejak awal menghembuskan isu tersebut beberapa tahun yang lalu,” kata Ainul Haris kepada itoday, Senin (02/09) malam.

 Alumni Pesantren Gontor itu membantah pernyataan KH Said Aqil Siradj seusai melantik pengurus baru PWNU Jawa Timur.

 Saat itu, Said Aqil mengatakan pihaknya mensinyalir adanya 12 yayasan Salafi-Wahabi penebar benih radikal,  cikal bakal teroris di tanah air dan mengajarkan doktrin pengeboman di Indonesia. Di antaranya ia juga menyebut nama yayasan al-Fitroh, beralamat di Perumahan Galaxi Ruko 26-30, Jl, Arif Rahman Hakim, Surabaya yang diketuai oleh Ainul Haris.

 Lanjut Haris, nama yayasan tersebut adalah Yayasan Nida’ul Fithrah, beralamat di Ruko Galaxi Bumi Permai Blok G6-16 Jl, Arif Rahman Hakim No. 20-36 Surabaya. Haris juga menegaskan bahwa saat ini dirinya bukanlah Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah. Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah sekarang adalah Muhammad Nur Yasin.

 “Di awal meruyaknya isu terorisme, yayasan Nida’ul Fithrah termasuk salah satu yayasan yang getol mendakwahkan kepada masyarakat bahwa terorisme bukanlah ajaran Islam. Nida’ul Fithrah beberapa kali menyelenggarakan kajian dan ceramah umum, di antaranya di radio, membagikan buku-buku secara cuma-cuma  berisi fatwa ulama yang mengecam keras tindakan terorisme dan menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran Islam,” papar Kiai Haris.

 Selain itu, lanjut dia, Nida’ul Fithrah juga membantu pemerintah membentengi anak-anak mahasiswa dari berbagai penyimpangan tersebut dengan mengelola Pondok Mahasiswa Thaibah Putra dan Putri. Santrinya adalah mahasiswa ITS, Unair, Unesa, dan berbagai perguruan tinggi swasta yang ada di Surabaya.  “Oleh karena itu, apa yang disampaikan Kiai Said adalah tuduhan yang tidak berdasar bahkan suatu fitnah,” tegas Haris.

 Ainul Haris mengajak semua pihak untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statemen yang belum jelas dan tanpa klarifikasi. Apalagi menyangkut isu yang sangat sensitif, seperti isu terorisme dan wahabi. Ia mengajak semua pihak  untuk bersikap ilmiah, berbicara berdasarkan data dan mendudukkan setiap masalah secara benar.

 Khusus tentang Wahabi yang oleh sebagian kelompok dituding sebagai biang terorisme, Haris menegaskan itu semua tidak benar. Ainul Haris mengajak umat Islam untuk mempelajari ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari karya beliau sendiri, bukan berdasarkan kata orang yang cenderung membenci bahkan menfitnah.  

 Hal itu dikatakan Ainul Haris, karena ia telah melakukan penelitian doktoralnya tentang ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari berbagai sumber primer terutama karya Muhammad Ibn Abdul Wahhab yang berjumlah belasan jilid. Ia menegaskan, dari penelitiannya tersebut, ia tidak mendapati ada satu pun ajaran Ibn Abdu Wahhab yang menyimpang. sebaliknya, puluhan ulama diberbagai belahan dunia menganggapnya sebagai mujaddid (pembaharu Islam).  Ia mempertahankan penelitian doktoralnya tersebut di hadapan tujuh profesor di IAIN Surabaya dan ia dinyatakan lulus doktor dengan predikat cumlaude .

 Ainul Haris menegaskan, seharusnya kaum muslimin Indonesia, terutama para pemimpinnya berusaha keras mengajak umatnya memahami dan mendalami agamanya secara benar,  membangun pekerjaan-pekerjaan besar di berbagai bidang yang bermanfaat untuk umat dan berusaha untuk membangun kesatuan dan persatuan umat di atas kebenaran untuk mencapai kejayaannya, bukan dengan lontaran statemen-statemen yang tidak perlu bahkan destruktif,  sehingga merugikan berbagaik pihak, dan kaum muslimin secara umum.

 Menurut Haris yang menyelesaikan S-1nya di Fakultas Syari’ah LIPIA Jakarta, data keduabelas yayasan yang disebut Said Aqil juga banyak yang salah kaprah. Di antaranya menyebut ketua yayasan al-Sofwa Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah. “Padahal yang benar ketuanya adalah Abu Bakar Altway,” jelas Ainul Haris, yang 10 tahun silam aktif menulis di majalah Panji Masyarakat itu.

 Yayasan Nida’ul Fithrah adalah yayasan resmi yang memiliki legalitas hukum dari Kemenkumham. Kegiatan Nida’ul Fithrah meliputi dakwah, sosial dan pendidikan. Dalam seluruh kegiatannya, Nida’ul Fithrah selalu meniti di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah  sebagaimana yang dipahami dan diteladankan oleh as Salafush Shalih yaitu sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

 Yayasan Nida’ul Fithrah kini membina ratusan masjid, pondok pesantren, perguruan tinggi, sekolah, majlis taklim, instansi pemerintah dan swasta di berbagai wilayah di Indonesia yang telah bekerjasama dengan yayasan di bidang dakwah, sosial dan pendidikan. Di antaranya pelatihan aqidah untuk guru-guru Pondok Modern Gontor, pelatihan da’i se-Kalimantan bekerjasama dengan Hidayatullah Pusat,  pelatihan para imam masjid  bekerjasama dengan masjid-masjid di lingkungan TNI AL Surabaya. Ainul Haris sampai saat ini juga tercatat sebagai penasihat Masjid Ibrahim bin Muhammad yang terletak di Kompleks Angkatan Laut Semolowaru Bahari, Surabaya.

 Dalam kegiatan sosial, Nida’ul Fithrah di antaranya pernah membagi-bagikan sembako untuk masyarakat tidak mampu di Bangkalan bekerjasama dengan TNI AL Surabaya dan Pemkab Bangkalan. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakil Bupati Bangkalan, Ketua dan beberapa anggota DPRD Bangkalan, Kiai Alawi Muhammad dan beberapa pimpinan Pondok Pesantren di Madura.

 itoday.co.id, Monday, 02 September 2013 19:29 Achsin

 

(nahimunkar.org)

***

Kenapa Halaqah Ulama NU Nyatakan Sikap, Said Aqil Siradj Sesat

Posted on 19 Mei 2016

by Nahimunkar.org


Dari lima tuntutan Halaqah Ulama NU di Pesantren Al-Hidayah, Batang Jawa Tengah, 16 Mei 2016, tuntutan terpenting ini:

  1. Menuntut KH Said Agil Siraj, untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU, karena tidak dipilih sesuai ketentuan organisasi dan telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.
  2. Menuntut  agar kepengurusan PBNU  dibersihkan dari PKI, Liberal dan Syi’ah.

Selengkapnya, halaqoh nasional ulama pondok pesantren itu menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Meminta para ulama pesantren untuk terus berjuang meneguhkan paham Ahlussunnah Wal jama’ah.
  2. Mengajak para ulama pesantren untuk mengkritisi dan memberi sumbangsih perbaikan bangsa.
  3. Melanjutkan agenda pemilihan Rois ‘Am & Ketua umum yang belum dilaksanakan dalam muktamar ke-33
  4. Menuntut KH Said Agil Siraj, untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU, karena tidak dipilih sesuai ketentuan organisasi dan telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.
  5. Menuntut  agar kepengurusan PBNU  dibersihkan dari PKI, Liberal dan Syi’ah.

Batang, 16 Mei 2016.

Pembaca ; KH. Sulton Syair (Pengasuh PP. Al Hidayah)

Dihadiri:
Ketua PWNU Jateng KH. DR Abu Hafsin, Dr. KH. Adnan,  KH. Aziz Mashuri (Jombang)m  Utusan PP. Sidogiri, PP. Sal Syaf Sukorejo Situbondo, PP. Buntet Cirebon, PP. Cipasung, Ulama Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. https://www.nahimunkar.org/halaqah-ulama-nu-tuntut-agil-siraj-mundur-pbnu-bersihkan-pki-liberal-dan-syiah/

Said Aqil Siradj Sesat


Said Aqil Siradj ditegaskan dalam pernyatan: “telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.”

Pernyataan “terbukti menyelewengkan ajaran” itu sama dengan sesat secara sengaja. Dalam bahasa gampangnya, sesat lagi menyesatkan, yang dalm hadits dinyatakan dhalluu fa adhalluu (sesat lag menyesatkan). Sebagaimana dalam hadits shahih:

«إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah mencabut ilmu secara sekaligus dari dada manusia. Akan tetapi, Allah mencabut dan mengangkat ilmu itu dengan mewafatkan para ulama. Ketika para ulama wafat dan tidak tersisa orang ulama pun (di tengah-tengah manusia yang mengajarkan kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar), maka manusia mengambil pemimpin-pemimpin yang jahil-tidak mengerti agama (tidak mengerti halal dan haram, tidak tahu hak kewajiban), Maka mereka pun ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat (dari jalan yang lurus) dan menyesatkan (orang lain).”

Hadits yang shahih, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam Shahih mereka berdua, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma. (terjemahan radiorodja.com).

Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam sangat khawatir terhadap aimmah mudhilliin, imam imam yang menyesatkan. Ada peringatan yang datangnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

 Said Aqil Siradj Membela Syiah

Dlam berbagai kesempatan, Said Aqil Siradj membela aliran sesat syiah. Bahkan sampai menggoblok-goblokkan warga nahdliyin (NU) yang tidak tahu syiar syiah (Karbala Arba’in).

Said Aqil Siradj Sebut Goblok Warga NU yang Tidak Hidupkan Syiar Syiah


Posted on Des 18th, 2014, nahimunkar.org

Dalam salah satu ceramah tertutup, Said Aqil Siradj, menampakkan dengan jelas keyakinannya tentang Syiah. Hal ini berbeda dengan sikapnya di hadapan publik yang selalu membantah dirinya Syiah.

Di hadapan jamaah, Ketua Umum PBNU ini, mengajak agar jangan sampai peringatan Asyura dan Arba’in Imam Husein ditinggalkan, karena menurutnya hal itu adalah al-baqiyaat al-shalihaat, perkara shalih yang tersisa.

Selain itu dia juga mengajak untuk selalu mengenang Syuhada Karbala’. Bahkan mengatakannya sebagai shoutul haq, suara kebenaran. Dimana semua ini merupakan Syi’ar aliran sesat Syiah.
bukti videonya :

https://www.youtube.com/watch?v=EamNDG6i_BQ

Yang lebih menyakitkan, ketika dia menyebut GOBLOK warga nahdliyyin yang tidak mengenal dan menghidupkan syiar-syiar aliran sesat Syiah ini. (Ibnu Ahmad/lppimakassar.com). https://www.nahimunkar.org/said-aqil-siradj-sebut-goblok-warga-nu-yang-tidak-hidupkan-syiar-syiah/

Halaqah Ulama NU tentunya prihatin dengan penyesatan dari Said Aqil Siradj

Halaqah Ulama NU tentunya prihatin dengan penyesatan dari Said Aqil Siradj ketua umum PBNU itu. Karena syiah yang jelas-jelas rukun Islamnya beda dengan rukun Islam ahlus Sunnah, dan rukun iman syiah beda dengan rukun iman yang ditegaskan Nabi saw; namun justru Said Aqil Siradj bela.

Rukun Islam dan rukun iman-nya syiah menekankan imamah dan wilayah mengenai kepemimpinan model syiah yang merupakan pokok dasar, hingga siapa saja yang tidak mengimaninya maka dianggap kafir musyrik.

Dari sini, ketika Said Aqil Siradj membela syiah, maka dia sama dengan membela kelompok takfiri, yang mengkafirkan Ahlus Sunnah karena tidak mengimani al- imamah dan alwilayah produk syiah.

Said Aqil Siradj memposisikan dirinya dalam sikap yang ekstrim sesat, setidaknya dalam dua posisi.

Satu : Ketika Said Aqil Siradj membela syiah, dia duduk sebagai pembela kelompok yang mengkafirkan Ahlus Sunnah karena tidak mengimani al imamah dan alwilayah produk syiah. Ahlus Sunnah dituduh oleh syiah sebagai kafir musyrik.

Dua: Ketika Said Aqil Siradj mebela jago jago kafir (walau tidak disebut, namun masyarakat umum tahu, Hary Tanoe dan Ahok adalah orang-orang kafir yang mencalonkan diri untuk jadi pemimpin di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim bahkan terbesr di dunia). Said Aqil Siradj berani mendukung jago kafir bahkan sampai menlikung ayat. Itu kesesatan ekstrim berbalikan dengan ketika Ssaid Aqil Siradj membela syiah. Mendukung jago kafir itu ekstrim longgar (sampai orang kafir yang haram diangkat jadi pemimpin pun didukung, jadi itu ekstrim longgar). Sebaliknya ketika membela syiah, Said Aql Siradj sama dengan sampai mengkafir musyrikkan orang beriman hanya karena syiah memvonis kafir bagi yang tidak mengimani al imamah dan al-wilayah produk syiah. Itu sikap ekstrim sangat sempit.

Syiah tak segan-segan menghalalkan darah orang di luar kelompok mereka.

Ulama Syiah, Yusuf Al-Bahrani berkata,  “Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap nashib (baca: ahlussunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca: Syiah Rafidhah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentang hukum kafirnya nashib, kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya.”  [Muhammad Baqir Al-Majlisi, Biharul Anwar, Mausu’a Al Wafa’, Beirut Libanon,  Juz 23 hal. 391]

Sikap mereka seperti itu karena keyakinan terhadap Imamah merupakan sesuatu yang mutlak sehingga barangsiapa yang mengingkarinya berarti kafir dan darahnya halal untuk dibunuh.

Model keyakinan seperti ini menjadi sumber epistemologi yang penting dalam bangunan keyakinan Syiah. Menurut mereka, siapapun yang beriman kepada Allah namun tidak beriman terhadap kepemimpinan Sayyidina Ali setelah Nabi SAW dan para Imam keturunan beliau, maka hukumnya sama dengan musyrik. (Bahrul Ulum  peneliti Inpas (Institute Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya, Sunni-Syiah: Perbedaan Aqidah! https://www.nahimunkar.org/sunni-syiah-perbedaan-aqidah/)

 

Sikap Tegas terhadap para penyesat dan Pembela Syiah 

Seorang pemimpin seperti Said Aqil Siradj yang jadi ketua umum PBNU bahkan dua periode, merupakan sosok yang membawahi kelompok terbesar di negeri ini. Namun ketika dia justru bersikap di dua kubu ekstrim (ekstrim sempit syiah dan ekstrim longgar kafir), maka sikap Umat Islam dalam memandangnya harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bagaimana petunjuknya. Ternyata, Ada peringatan yang datangnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Oleh karena itu, pernyataan sikap Halaqah Ulama NU yang menegaskan kesesatan Said Aqil Siradj itu merupakan hal yang pantas dihargai.

https://www.nahimunkar.org/kenapa-halaqah-ulama-nu-nyatakan-sikap-said-aqil-siradj-sesat/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 566 kali, 1 untuk hari ini)