Foto/Net


Aksi demonstrasi para pendukung Ahok (Ahoker) dinilai kebablasan. Pasalnya dalam aksi tersebut, Ahoker secara lantang berani menghina Presiden Joko Widodo.

Jaringan ’98 mendesak agar aparat penegak hukum menangkap aktor utama Ahoker yang menghina Presiden Jokowi.

“Tangkap simpatisan Ahok penghina Presiden Jokowi!” seru Jurubicara Jaringan ’98, Ricky Tamba dalam siaran persnya kemarin.

Selain itu, Jaringan’98 juga meminta aparat untuk bisa tegas menerapkan aturan hukum kepada aksi unjukrasa yang melanggar aturan. Sehingga, pembiaran ini tidak menjadi preseden buruk yang ditiru kelompok lainnya untuk mengangkangi hukum serta mengancam keutuhan negara.

“Polri jangan pilah-pilih, bubarkan semua demonstrasi yang melanggar aturan berlaku. Seperti aksi tanpa pemberitahuan tertulis atau yang melebihi pukul 18.00 WIB. Usut tuntas bila ada motif khusus dan aktor intelektual yang mendesain aksi-aksi demonstrasi yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar sebuah video yang memperlihatkan para pendukung Ahok sedang menggelar demo menuntut pembebasan Ahok yang divonis 2 tahun penjara. Dalam video itu terekam seorang orator perempuan yang menyebut ‘rezim Jokowi adalah rezim yang lebih para dari rezim SBY’.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang mendapat video ini mengaku tersinggung. Politisi senior PDIP itupun langsung menelusuri video tersebut dan berhasil mengidentifikasi orang yang dimaksud.

“Dirjen politik Kemendagri dalam waktu cepat telah mampu melacak dan telah mendata dan menelisik siapa yang bersangkutan termasuk keluarga dan aktivitasnya,” ujar Tjahjo.

“Saya Mendagri bagian dari rezim pemerintahan Pak Jokowi merasa tersinggung dengan ucapan orang tersebut yang mengaku simpatisan si Ahok,” tutupnya. [ian]

Sumber: siaran pers/politik.rmol.co

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.938 kali, 1 untuk hari ini)