Tangsel, Kota Seribu Pak Ogah

  • terkadang tindakan Pak Ogah juga mengarah pada tindak kriminal. Seperti tindakan oknum Pak Ogah di jalan putaran depan Mc Donalds, Sektor IX, Bintaro Jaya. Tiga orang Pak Ogah meremas payudara korban saat tengah memutar jalan. Kejadian ini tidak hanya sekali, namun kerap berulang dengan korban berbeda….

views: 1.294

Agak ironi sebagian besar para pak ogah ini adalah mereka yang berusia produktif. Foto: dok/SINDOnews/Muchtamir Zaide

 

TANGERANG SELATAN – Jika Anda bepergian ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan menggunakan kendaraan pribadi, siapkan banyak uang receh. Di penjuru kota, baik di perempatan, pertigaan, hingga persimpangan jalan akan banyak “Pak Ogah“. Mereka berlagak mengatur lalu lintas tapi sesungguhnya hanya menambah ruwet jalanan.

Agak ironi sebagian besar para pak ogah ini adalah mereka yang berusia produktif. Mereka yang seharusnya giat bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Tak jarang dari mereka adalah para remaja yang seharusnya masih duduk di berbagai jenjang pendidikan. Pada akhir pekan adalah masa panen para pak ogah. Dengan jumlah kendaraan pribadi yang meningkat titik-titik kemacetan rentan terjadi di pertigaan atau perempatan jalan. 

Di pertigaan Bukit Serua, misalnya, kemacetan akhir pekan menjadi ritual yang terus berulang. Di titik jalan ini memang ada pertigaan ganda yang berjarak hanya sekitar 200 meter. Pertigaan pertama mempertemukan arus dari Jalan Aria Putra arah Ciputat dan arah Jombang dengan arus dari arah Pamulang dan Serpong. Pertigaan kedua mempertemukan arus dari Jombang-Ciputat di Jalan Bukit Serua dengan arus dari Pamulang dan Serpong. Kondisi jalan yang padat dan relatif sempit ini kemudian dimanfaatkan para pak ogah untuk mengambil keuntungan. Dengan tidak adanya kemampuan mengatur laju lalu lintas, kerap kali keberadaan pak ogah ini malah menambah keruwetan jalanan.

Tak hanya membuat ruwet jalanan, terkadang tindakan Pak Ogah juga mengarah pada tindak kriminal. Seperti tindakan oknum Pak Ogah di jalan putaran depan Mc Donalds, Sektor IX, Bintaro Jaya. Tiga orang Pak Ogah meremas payudara korban saat tengah memutar jalan. Kejadian ini tidak hanya sekali, namun kerap berulang dengan korban berbeda. Akhirnya kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriatna mengatakan, fenomena pak ogah pertama kali hadir di persimpangan Jakarta pada tahun 1980-an. “Pak ogah itu kan diambil dari cerita Si Unyil. Ada tokoh Pak Ogah, kalau disuruh apa-apa selalu bilang, ‘Cepek dulu dong’. Jadi, apa-apa harus pakai duit. Fenomena ini muncul pertama kali di Jakarta,” kata Yayat, kepada KORAN SINDO, beberapa waktu lalu.

KORAN SINDO

Sabtu, 05 September 2020 – 08:03 WIB/ hanya dikutip sebagiannya.

 

***

Perbuatan jelek jadi beban dosa bagi pelakunya

 

Jika amal shaleh akan berguna bagi pelakunya, sebaliknya amal perbuatan jelek pun pelakunya lah yang pertama dan utama menanggung beban tindakan buruknya itu.

 

Allâh Azza wa Jalla berfirman:


وَمَنْ
يَكْسِبْ
إِثْمًا
فَإِنَّمَا
يَكْسِبُهُ
عَلَىٰ
نَفْسِهِ
ۚ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا
حَكِيمًا

Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [an-Nisâ /4:111]

 

Pada ayat yang lain, Allâh Azza wa Jalla berfirman:


مَنْ
كَفَرَ
فَعَلَيْهِ
كُفْرُهُ

Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu [ar-Rûm/30:44]

 

Balasan buruk tidak hanya dirasakan di akherat kelak, tempat yang Allah jadikan sebagai tempat membalas seluruh amalan para hamba, namun juga menimpa pelakunya di dunia.

 

Ini menyangkut seluruh perbuatan dosa, baik dosa besar maupun kecil. Barang siapa berbuat keburukan (dosa), maka dirinyalah yang memikul hukuman dari kesalahan dan dosanya di dunia dan akherat , bukan tanggungan orang lain

Referensi: https://almanhaj.or.id/3910-amal-jelek-beban-tanggungan-manusia-di-dunia-dan-akherat.html

 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 351 kali, 1 untuk hari ini)