Ayo Ramaikan Puter Film G30S/PKI dan Jangan Lupakan Sejarah Kebiadaban PKI/Komunis
Seruan  Nasional…!!

Ayo Ramaikan Puter Film G30S/PKI dan Jangan Lupakan Sejarah Kebiadaban PKI/Komunis

Ir. Soekarno Presiden Pertama RI Berkata:

#JASMERAH/Jangan Lupa Sejarah

Ayo Bulan September ini Agar Bangsa Indonesia jangan lupa Sejarah,

“Ayo Nobar/nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI setiap tanggal 30 September. Pasang bendera Merah Putih setengah tiang. Kumpul di rumah, majelis, madrasah, pesantren, kantor, gedung pertemuan, lapangan terbuka, alun-alun, hotel, restoran dan sebagainya “.

Tanpa Busana, Gerwani (betina PKI) Serang Tentara

(Catatan harian muram H. Muhammad Ibrahim Rais, Sesepuh Majlis Syuro PUI yang menjadi saksi penyerangan PKI di berbagai tempat termasuk Musholla KH Jauhari Kanigoro ~ ayahnya Gus Maksum Jauhari Lirboyo Jawa Timur).

Sebagai seorang anak warga Indonesia asli, yang lahir di Kediri Jawa Timur pada 10 Mei 1943, saya merasa perlu menorehkan catatan harian yang muram dikala remaja. Tepatnya pada rentang tahun 1965. Mungkin hanya sesobek kertas kusam. Namun akan sangat bermanfaat di pengadilan Indonesia, maupun di pengadilan Internasional, bahwa para anggota PKI, memang tidak mengenal perikemanusiaan .

Saat itu policy NASAKOM pres Soekarno yang terbit sejak tahun 1960, telah membuat anggota PKI menjadi jumawa .

Sebagai pemuda muslim, di Kediri, saya melihat langsung dengan mata kepala sendiri, salah satu bentuk nyata penyerobotan lahan itu adalah peristiwa Jengkol, di kabupaten Kediri . Saat itu, masyarakat diiming-imingi janji akan mendapat tanah 100 are, asalkan mau menjadi anggota Barisan Tani Indonesia (BTI), sebuah organisasi underbow nya PKI. Para petani yang terpesona, berbondong-bondong masuk menjadi anggota Barisan Tani Indonesia

Setelah mendaftar menjadi anggota BTI, para petani akhirnya mendapat bagian tanah masing-masing 100 are yang diharuskan menanam pisang. Padahal, tanah tsb adalah milik pabrik Gula. PKI mengklaim sekaligus menyerobot tanah tsb dengan melihatnya, dengan cara mengajak petani menyerobot secara sepihak.

Manajemen Pabrik Gula Ngadirejo, tidak terima dengan aksi sepihak PKI tsb, membuldozer tanaman pisang tsb. Namun, setelah dibuldozer, keesokan harinya, mereka menanaminya lagi. Begitu seterusnya.

Jelas, aksi tersebut merupakan perbuatan melawan hukum. Lalu pabrik gula melaporkan kejadian tsb, ke polisi. Sialnya, polisi, tidak berdaya menghadapi massa PKI yang jumlahnya sangat banyak.

Sebab, satu sektor, jumlah polisi hanya membuka 7 orang. Dan kejadian tersebut dilaporkan ke Ondet District Militer (ODM)

Para anggota BTI tsb, berhadapan dengan militer.

Ketika diminta bubar oleh ODM, mereka tidak mau. Bahkan para BTI ngotot melawan, menghimpun tenaga untuk mempertahankan tanah yang telah mereka duduki tsb. BTI kemudian menggalang massa .

Sementara, para tokoh PKI sebagai dalang saja. Para pengurus PKI tersenyum melihat hasil hasutan mereka kepada para petani, berhasil. Para PKI memang sengaja mengorbankan rakyat sebagai tumbal dari rencana mereka. Sebagai dalang, mereka duduk manis di belakang, dengan kaki ongkang-ongkang .

Dalam aksi penyerobotan lahan pabrik gula Ngadirejo ini, para PKI bertindak lebih keji lagi. Mereka menghasut para wanita utk masuk Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI). Setelah berhasil dihasut masuk barisan penyerobotan tanah pabrik gula Ngadirejo, para Gerwani dimasukkan kedalam baris pertama untuk menghadapi militer.

Biadab nya lagi, para Gerwani ini, ditempatkan dibarisan paling depan, bekerja sebagai bamper. Inilah kelicikan PKI, karena para tentara pasti segan menyerang wanita .

Lebih penting dan biadab nya lagi, para pengurus inti PKI menyuruh para Gerwani berdiri di baris terdepan, Sambil menenteng senjata tajam, berkecak pinggang, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh.

Astaghfirullah, saya (M. Ibrahim Rais) dan kawan-kawan pemuda Muslim lainnya, sampai membuang muka, melihat perilaku Jahiliyah para Gerwani. Barisan para Gerwani itu, betul-betul telanjang bulat. Militer sengaja dibikin gemetar, dilemahkan, dibangkitkan syahwatnya, agar tidak berani menyerang.

Saya (M. Ibrahim Rais) tak menyangka bahwa di Nusantara ini bisa tumbuh perilaku Jahiliyah dan laknat, sebagaimana yang terjadi sebelum adanya Rasulullah Muhammad SAW

Saya (M. Ibrahim Rais) sendiri tak habis pikir, dgn strategi licin PKI menempatkan wanita sebagai barisan terdepan, utk menghadapi militer.

Dibelakang Barisan Gerwani ada Baris BTI, Dibelakang BTI, ada Pemuda Rakyat, yang berdiri di barisan belakang.

Para Gerwani tanpa busana tsb, melenggak-lenggok seperti penari telanjang mencaci maki militer. Para Gerwani ini, dipimpin oleh seorang gadis anak seorang Lurah Jagul, kecamatan Wates, bernama Sugiarti .

Bak seorang panglima Gerwani, Sugiarti berperilaku seperti Hewan. Gadis ini bertelanjang bulat di atas Jeep Willis terbuka, mengacungkan senjata tajam, ke arah tentara, memimpin para Gerwani yang juga tanpa busana.

Dengan tanpa busana terlihat, para Gerwani nekat merangsek menghadapi militer, bersemangat melakukan aksi ini, tanpa beban, dan tersenyum bangga dengan kebiadaban perilaku mereka, karena ajaran Komunis memang bebas nilai-nilai dan tidak mengenal agama dan tata susila

Serangan Gerwani telanjang tsb, membuat militer panik, mereka menembakkan senjata ke arah lain utk menakut-nakuti, namun ada juga yang terkena tembakan. Pasukan ODM melakukan hal tsb, karena para Gerwani sudah keterlaluan. Akhirnya, mereka bubar juga.

Peristiwa tsb dijadikan PKI sebagai bahan fitnahan kepada aparat militer yang telah membantai Rakyat.

Peristiwa ini (pemfitnahan oleh PKI) terus menerus disuarakan oleh PKI.

Walikota Hambali, komandan ODM yang mengambil kembali tanah pabrik gula Ngadirejo tsb di olok-olok oleh mereka dengan lagu Otek-otek anak ayam, saat itu lagu ini sangat populer. Namun lagu ini, diplesetkan syairnya menjadi Tek Otek-otek, Hambali disambar gledek (petir)

Dalam aksi penyerobotan tanah tsb, selain menyerobot tanah milik Negara, sasaran PKI adalah tanah milik para Haji. Yang namanya Haji, pastilah orang kaya.

Jika tidak kaya, tidak mungkin bisa naik Haji . Saat padi-padi siap di panen, hasil panen milik para Kyai dan Haji, malah dipanen dan dibabati oleh PKI.

Tindakan seperti ini, tentu saja, membuat situasi keruh. Timbullah perlawanan dari para Santri. Aksi-aksi teror PKI ini mengakibatkan kebencian masyarakat dan orang-orang Islam khususnya. Secara alami, tumbuh kebencian ummat Islam terhadap PKI.

Aksi-aksi penyerobotan tanah tsb tidak hanya terjadi di Kediri, tetapi juga terjadi didaerah lain, misalnya Blitar. Di Blitar, orang-orang BTI melakukan aksi-aksi yang tidak kalah Demonstratif

Situasi itu terus meningkat ditengah sikap masyarakat anti PKI yang juga semakin menguat. Namun aparat tidak bisa berbuat banyak.

Para aparat cenderung ragu dan membiarkan acara tsb. Karena sikap aparat yang membiarkan tsb, membuat aksi-aksi PKI semakin menjadi-jadi. Puncaknya, terjadi peristiwa-peristiwa keji PKI di Kediri, termasuk salah satunya pertiwa Kanigoro.

Peristiwa Kanigoro

Saat tragedi Kanigoro, saya (M. Ibrahim Rais), ada disana. Saya (M. Ibrahim Rais), malah jadi panitia pada acara pelatihan Pelajar Islam Indonesia (PII), tanggal 13 Jan’ 1965. Saat itu, saya (M. Ibrahim Rais) sudah menjadi Mahasiswa dan aktif di organisasi PII . Namun akhirnya kuliah saya (M. Ibrahim Rais) Drop Out, karena harus berjuang melawan PKI .

Saat kejadian tragedi Kanigoro, saya (M. Ibrahim Rais) menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri, para perempuan muslimah dilecehkan oleh PKI, digerayangi bagian-bagian tubuh sensitifnya.

Para peserta (pelatihan Pelajar Islam) putri meronta dan menangis. Kami sebagai peserta lelaki tak bisa apa-apa, karena tangan kami kepemilikan, dan senjata ke kepala kami ditodongkan senjata.

Para PKI memasuki masjid dgn kaki yang kotor dan menghina Kyai Jauhari. Bahkan kepala Kyai diludahi. Kami tersentak ketika para PKI menginjak-injak Al-Qur’an : Iki lho sing marahi gudigen (ini lho, yang membikin penyakit kudisan para santri) . Kemudian seluruh Al-Qur’an, dimasukkan ke dalam karung .

Kemudian, para lelakinya (pelajar Islam) digiring dan ditakut-takuti, bahwa mereka akan dibantai. Para PKI itu mengatakan: Orang-orang ini (Pelajar Islam), kita bunuh saja. Ini adalah balasan yang telah kita terima di Jombang . Hanya, yang perempuan (Pelajar Islam), nggak usah dibunuh.

Seluruh peserta (Pelatihan Pelajar Islam) diteror, lalu dibawa PKI dari pesantren Al-Jauhar yang dipimpin Kyai Jauhari, digelandang menuju kantor polisi. Dikemudian hari, kami mengetahui tindakan PKI ini, merupakan test case untuk mengukur kekuatan kekuatan lawan. Mereka ingin mengetahui, seperti apa reaksi ummat Islam jika salah satu komunitas Islam PII, diserbu oleh PKI.

Setelah kejadian itu dilaporkan kepada tokoh-tokoh Islam, akhirnya ummat Islam bangkit, melawan PKI. Sebab aksi brutal tsb, tidak hanya ditujukan kpd PII, melainkan ditujukan kepada seluruh ummat Islam, sebagaimana yang terjadi pada 1948 di Madiun, banyak tokoh Islam, dari kalangan NU dan Muhammadiyah, telah dibantai pada (pemberontakan PKI Madiun) 1948. Bahkan aparat polisi termasuk yang paling banyak dibantai oleh PKI.

Lubang-lubang Penyembelihan telah disiapkan

Bagi saya (M. Ibrahim Rais), selain PKI melakukan test case kekuatan, aksi seperti di Kanigoro adalah ajang latihan PKI untuk aksi-aksi yang telah dipersiapkan. Sebab para PKI juga telah mempersiapkan lubang-lubang yang dibuat oleh para PKI, di berbagai desa, di Kediri. Lubang-lubang itu telah mereka buat sejak awal tahun 1965 (Di Jawa Tengah, bila lurah desanya orang PKI maka masyarakat bahkan anak2 sekolah dikerahkan untuk buat lubang-lubang secara kerja bakti. Alasannya, kalau ada geger dan dibom dari kapal terbang maka cukup masuk ke lubang2 – yang digali seperti lubang kuburan tapi lebih luas misal 2,5 M X 4 meter, red NM). PKI berdalih, lubang-lubang itu buat ternak ikan, membuat batu bata, dan berbagai alasan lainnya.

PKI membuat daftar target mati, 20 juta nyawa manusia

Bahkan yang paling menyakitkan bagi ummat Islam, saya (M. Ibrahim Rais) melihat saat penggrebekan para PKI oleh RPKAD (kini Kopasus), banyak ditemukan jumlah Dokumen yang disebutkan, jika PKI menang, maka daftar orang-orang yang akan dibantai PKI ada 20 juta nyawa ummat Islam .

Dokumen tsb, banyak ditemukan pasca G-30S/PKI, hampir sama semua polanya, di berbagai daerah.

Dan saya (M. Ibrahim Rais), sangat yakin dokumen tsb dibuat oleh PKI. Sebab saat Lenin dan Stalin berkuasa di Rusia, serangan 42 juta nyawa manusia juga terjadi di sana. Sedangkan Mao Tse Tung, juga membantai 50 juta nyawa manusia

=====

Sumber Referensi: Ayat-ayat yang disembelih, Hal 209-2015, Penulis: Anab Afifi & Thowaf Zuharon, Penerbit: Cordoba.

***

Bersiaplah Menghadapi Kebangkitan PKI/KOMUNIS Baru

“RAPATKAN BARISAN (JAGA UKHUWAH SESAMA MUSLIM) JANGAN BUANG WAKTUMU!”

Ingatlah.. Tidak ada faham ideologi di dunia ini yang kejam, sadis dan tak berperikemanusiaan melebihi PAHAM KOMUNIS/PKI

Karena itu kami memiliki Kaum Muslimin dan seluruh elemen Bangsa Wajib berkampanye dan Kebangkitan PKI/KOMUNIS di Indonesia.

Sebelum Para Ulama dan Kaum Muslimin dan bahkan Anggota TNI pun menjadi KORBAN MEREKA (KOMUNIS/PKI)

Modus Gerak PKI/Komunis

1. Nistakan ISLAM, Al Qur’an dan ajarannya

2. Lecehkan Ulama, Tokoh Masyarakat dan Aktivis kalau perlu di Kriminalisasi

3. Matikan Gerakan Islam

4. Tebar Fitnah

5. Adu Domba

Tetap di ingat…

PKI/KOMUNIS sepertinya lebih SESAT dari Syaitan, sedangkan Syaitan masih percaya kalau ada Tuhan/ sedangkan PKI tidak percaya adanya Tuhan

Agenda Neo PKI/Komunis Reborn

1. Wacana minta maaf ke PKI/Komunis

2. Serang Partai, Lembaga, Ormas Islam

3. Sudutkan Khilafah

4. Hancurkan karakter Tokoh Muslim ataupun Tokoh Nasional

5. Bubarkan satu persatu Partai, Ormas, Lembaga Muslim

6. Jatuhkan Pemimpin Muslim (Fitnah via Media, dllnya)

7. Adu Domba antar Partai, Ormas, Lembaga Islam dengan mengangkat salah satu dan menjatuhkan lainnya.

Dalam Surat Ali Imron:103: “Wa’tashimu bihablillahi jami’a wala tafarroqu”

(Artinya: Dan berpeganglah kalian semua pada tali Alloh ‘agama Islam’ dan janganlah bercerai berai).

Disampaikan Pada Kajian Waspadai Neo KOMUNIS/PKI Bangkit di Indonesia, sekitar Tahun 2017 di Masjid Al Falah Bekasi Permai RW.15 Kota Bekasi Bersama: KH. Dr. Alfian Tanjung, M.Pd (Pakar Anti Komunis Nasional)

***

Penutup Tadzkiroh dari KETUA ANNAS/Aliansi Nasional Anti Syiah Pusat: KH. Dr. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA

“SAATNYA UMAT ISLAM BERSATU”

Sudah saatnya Umat Islam segera bangun/bangkit melemparkan selimut yang selama ini membuat mereka hidup mimpi dan lamunan mengapa angan-angan lewat janji-janji palsu sudah lama menina-bobokan Umat, AYO BANGKIT…”

Sadarlah Wahai Muslimin, Bersatulah Umat Islam… (jadikanlah KOMUNIS/PKI) musuh bersama, Allohu Akbar

***

#JASMERAH, INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN OLEH KITA SEMUA

#TolakKomunis/PKI

Tgl 31 Oktober 1948: 

Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH. Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948:

Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil meningkatkan atau menangkap, dan Seluruh Daerah yang dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain:

1. Ponorogo,

2. Magetan,

3. Pacitan,

4. Purwodadi,

5. Cepu,

6. Blora,

7. Pati,

8. Kudus, dan lainnya.

Tgl 19 Desember 1948 

Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949:

PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950:

Pemerintah RI dengan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan Identifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka Mayat yang 68 dikenal dan 40 tidak dikenal, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka Mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950:

PKI memulai kembali kegiatan Jurnal Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951: 

Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yang ada.

Tahun 1951:

Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang mendukung Presiden Soekarno sehingga Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955:

PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957:

Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendekat Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958:

Kedekatan Soekarno dengan PKI yang mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI tidak terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

 Tgl 15 Februari 1958 :

Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontakan ini berhasil dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 :

DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959:

TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena tindakannya sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960:

Slogan Soekarno positif NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960:

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 1960 tentang “PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)” dengan dalih tuduhan Agustus Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, hanya karena ANTI NASAKOM.

Media Tahun 1960:

Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI meningkat kuat dengan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962:

PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962:

Kongres PKI.

Tahun 1963:

PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih “Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963: 

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII, lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963:

Atas desakan dan tekanan PKI penangkap Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain:

1. KH. Buya Hamka,

2. KH. Yunan Helmi Nasution,

3. KH. Isa Anshari,

4. KH. Mukhtar Ghazali,

5. KH. ZZ Muttaqien,

6. KH. Soleh Iskandar,

7. KH. Ghazali Sahlan dan

8. KH. Dalari Umar.

Bulan Desember 1964:

Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang mempersiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965:

Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965:

Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Pelatihan PII di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya, dan juga merampas Mushaf Al-Qur’an dan gratis serta menginjak-injaknya .

Awal Tahun 1965:

PKI dengan 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain: SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965:

Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965:

PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota di Pangkalan Udara Halim dengan dalih “Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965:

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi :

Ormas PKI Pemuda Rakyat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam :

Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh): PKI Menculik danunuh Membunuh 6 (enam) Jenderal TNI AD di Jakarta dan mencampakkan mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah:

1. Jenderal Ahmad Yani,

2. Letjen R. Suprapto,

3. Letjen MT.Haryono,

4. Letjen S.Parman,

5. Mayjen Panjaitan dan

6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun kill Aiptu Karel Satsuitubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang meningkatkan Rumah Kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan Rumah Jenderal AH. Nasution.

PKI juga menembak Putri Bungsu Jenderal AH. Nasution yang baru berusia 5 tahun,  Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian terluka dan akhirnya meninggal pada tanggal 6 Oktober 1965.

G30S/PKI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu:

1. Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan

2. Pasukan Pringgondani yang dipimpin Mayor Udara Sujono, serta

3. Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.

Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain:

Angkatan Darat:

1. Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro,

2. Brigjen TNI Soepardjo dan

3. Kolonel Infantri A. Latief.

Angkatan Laut:

1. Walikota KKO Pramuko Sudarno,

2. Letkol Laut Ranu Sunardi dan

3. Komodor Laut Soenardi.

Angkatan Udara:

1. Pria / Pangau Laksda Udara Omar Dhani,

2. Letkol Udara Heru Atmodjo dan

3. Walikota Udara Sujono.

kepolisian:

1. Brigjen Pol. Soetarto,

2. Kombes Pol. Imam Supoyo dan

3. AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965:

PKI di Yogyakarta juga Membunuh:

1. Brigjen Katamso Darmokusumo dan

2. Kolonel Sugiono.

Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965:

Letjen TNI Soeharto mengambil alih kepemimpinan TNI dan menunjuk Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965:

Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965:

Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965:

PKI sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang dianggap sebagai Fatayat NU, lalu diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan ditembakkan, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965:

Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965:

Bentrokan PNI dan PKI di Bali.

Tgl 22 November 1965: DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965:

Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966:

Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

Tgl 12 Maret 1966:

Soeharto melarang secara resmi PKI.

Bulan April 1966:

Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966:

Bung Karno tetap menolak PKI, bahkan secara terbuka berbicara dalam pembicaraannya di muka Front Nasional di Senayan:

“Di Indonesia ini tidak ada partai yang Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar Partai Komunis Indonesia…” 

Tgl 5 Juli 1966:

Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH. Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan Penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966:

Sudisman wujud Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pada tahun 1967.

Tahun 1967:

Kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, berita di wilayah daerah daerah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968:

Kaum Tani PKI di Blitar Selatan Menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas.

harga 1968:

TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.

Dari tahun 1968 s/d 1998

Orde Baru Secara Resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s / d 2015

Pasca Reformasi 1998 

Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak yang paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemicu balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI. Sejarah Kekejaman PKI yang sangat panjang, dan jangan biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamannya di negeri tercinta ini.

Bersiaplah Menghadapi Kebangkitan PKI / KOMUNIS Baru

“RAPATKAN BARISAN (JAGA UKHUWAH SESAMA MUSLIM) JANGAN BUANG WAKTUMU!”

Ingatlah .. Tidak ada faham ideologi di dunia ini yang kejam, sadis dan tak berperikemanusiaan melebihi PAHAM KOMUNIS / PKI

Karena itu kami memiliki Kaum Muslimin dan seluruh elemen Bangsa Wajib berkampanye Kebangkitan PKI / KOMUNIS di Indonesia

Sebelum Para Ulama dan Kaum Muslimin dan bahkan Anggota TNI pun menjadi KORBAN MEREKA (KOMUNIS / PKI)

Modus Gerak PKI / Komunis

1. Nistakan ISLAM, Al Qur’an dan ajarannya

2. Lecehkan Ulama, Tokoh Masyarakat dan Aktivis kalau perlu di Kriminalisasi

3. Matikan Gerakan Islam

4. Tebar Fitnah

5. Adu Domba

Tetap di ingat…

PKI / KOMUNIS lebih SESAT dari Syaitan, sedangkan Syaitan masih percaya kalau Tuhan / PKI tidak percaya adanya Tuhan

Agenda Neo PKI / Komunis Reborn

1. Wacana minta maaf ke PKI / Komunis

2. Serang Partai, Lembaga, Ormas Islam

3. Sudutkan Khilafah

4. Hancurkan karakter Tokoh Muslim ataupun Tokoh Nasional

5. Bubarkan satu persatu Partai, Ormas, Lembaga Muslim

6. lepas Pemimpin Muslim (Fitnah via Media, dllnya)

7. Adu Domba antar Partai, Ormas, Lembaga Islam mengangkat satu dan menjatuhkan lainnya.

Dalam Surat Ali Imron : 103 :

“Wa’tasimu bihablillahi jami’a wala tafarroqu”

(Artinya: Dan berpeganglah pada kalian semua pada tali Alloh ‘agama Islam’ dan janganlah bercerai berai).

Disampaikan Pada Kajian Waspadai Neo KOMUNIS / PKI Bangkit di Indonesia, sekitar Tahun 2017 di Masjid Al Falah Bekasi Permai RW.15 Kota Bekasi Bersama: KH. Alfian Tanjung, M.Pd (Pakar Anti Komunis Nasional)

Penutup Tadzkiroh dari KETUA ANNAS / Aliansi Nasional Anti Syiah Pusat: KH. Dr. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA

“SAATNYA UMAT ISLAM BERSATU”

” Sudah saatnya Umat Islam segera bangun / bangkit mengisi selimut yang selama ini membuat mereka mimpi dan mengapa mengapa mengapa angan-angan lewat janji palsu sudah lama menina-bobokan Umat, AYO BANGKIT … “

Sadarlah Wahai Muslimin, Bersatulah Umat Islam … (jadikanlah Komunis / PKI) Musuh Bersama, Allohu Akbar 

Baca Info ini Terkait Bahayanya Komunis / PKI:

1. http://sapaislam.com/risalah-news-update-islam-terkait-bahaya-komunisme/

2. http://sekitarkami.wordpress.com/2017/02/08/risalah-news-update-islam-terkait-bahaya-komunisme/

3. https://www.nahimunkar.org/daftar-88-bahaya-pki-komunis/

4. https://www.nahimunkar.org/pki-berontak-membantai-ribuan-tokoh-dan-ulama-di-madiun-september-1948/

5. https://www.nahimunkar.org/daftar-rentetan-gerakan-orang-gila-berupaya-bunuh-ulama-dan-tokoh-islam/

6. https://www.nahimunkar.org/awas-jaga-para-ulama-pki-komunis-sudah-tidak-ada-rasa-takut-stop-isu-orang-gila/

7. https://www.nahimunkar.org/1945-ketika-mulai-merdeka-indonesia-masih-kaya-raya-tanpa-utang/

8. https://www.nahimunkar.org/gatot-nurmantyo-kalau-ksad-tidak-berani-perintahkan-nobar-film-g30s-pki-pulang-kampung-saja/

9. https://www.nahimunkar.org/daftar-para-pendeta-yang-meninggal-dalam-pandemi-covid-19-flu-china/#comment-75301

#GanyangKomunis/PKI

#GebukPKI / Komunis

#komunis/PKIMusuhIslam

#BersatuLawanNeoPKI / Komunis

#StopKriminalisasiUlamadanAktivisIslam

#SaveUlamadanAktivisIslam

#JASMERAHJanganMelupakan Sejarah

Disebarkan Oleh: Taruna Muslim, Tangerang-Banten 

Semoga Alloh Ta’ala melindungi Kita semua, Aamiin Allohumma Aamiin Ya Mujibas Sa’ilin…, Barokallohu’ fiikum

Cc

– Gerakan Anti Komunis (Gerak) Jawa Barat

– ANAK NKRI (Aliansi Nasional Anti Komunis Republik Indonesia)

– Warga Priboemi (ISLAM) Indonesia

BAGIKAN SEJARAH INI.

JADIKAN PELAJARAN

BUAT GENERASI YANG AKAN DATANG, Silahkan di Sebarkan Info ini Sebanyak Mungkin, Syukron, Barokallohu ‘fiikum

Kiriman dari:

Faisal Abu Fayadh,    20 September 2021 05.23

(nahimunkar.org)

(Dibaca 204 kali, 1 untuk hari ini)