Tanpa invasi militer, negara China bisa menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pinjaman uang maupun membanjirnya tenaga kerja asal negeri Tirai Bambu. 

 

Demikian dikatakan Mayjen (Purn) Endang Hairuddin dalam artikel berjudul “Poros Jakarta-Peking: Sejarah itu berulang kembali setelah 50 tahun”. 

 

Kata Endang Hairuddin, China menguasai NKRI melalui sejumlah proyek investasi dan perdagangan yang melibatkan tenaga kerja China serta kebijakan bebas visa bagi warga negara China masuk Indonesia. 

 

“Tentunya utang akan semakin besar, barang membanjiri pasar dan orang China bebas hilir-mudik keluar masuk Indonesia,” ungkapnya.

 

Endang Hairuddin mengatakan, strategi menguasai NKRI, China akan memberikan pinjaman uang seberapa besarpun yang dikehendaki Indonesia guna pembangunan infrastruktur maupun membiayai investasi lainnya termasuk untuk menyedot sumber daya alam dari perut bumi pertiwi, dan invesatsi dilakukan dalam bentuk ‘Turnkey Project Management’ dimana dana, manajemen, material dan tenaga kerja semuanya dari China. 

 

Di samping itu Indonesia telah dibanjiri produk China karena begitu mudahnya proses impor,
yang tidak hanya dilakukan oleh perusahaan bermodal besar tetapi juga dapat dilakukan dengan modal kecil seperti yang gencar di
sosialisasikan oleh Komunitas importir,” ungkap Endang Hairuddin.

 

Ia meminta Indonesia belajar dari negara lain dalam mengelola hubungan dengan China agar tidak terjebak dalam “debt-trap diplomacy” atau “politik infrastruktur” sebagai akibat dari kombinasi hutang, investasi dan perdagangan. 

 

“Sehingga Indonesia tidak harus menyerahkan pelabuhannya karena gagal bayar atau menyerahkan semua kegiatan proyek kepada China karena terlilit utang serta harus memberlakukan mata uang Yuan,” pungkasnya. [sn]/ @geloranews 
8 Agustus 2019

***

https://youtu.be/eJ8fdbjrgLI

 

Angola “Diperas” Cina dan jadi negara pertama di Afrika yang melarang Islam

Akankah Nasib Indonesia seperti Angola yang Digarap Cina?


Posted on 1 Mei 2016

by Nahimunkar.com

 

“Diperas” Cina dan jadi negara pertama di Afrika yang melarang Islam

        Lihat video berikut ini yang diunggah oleh akun  Suara Rakyat mengenai datangnya Cina ke Angola

Video

Cina datang dan menggarap Angola. Pengangguran lokal banyak, tapi proyek-proyek dikerjakan tenaga Cina. Uang pun disedot mengalir ke negeri komunis China.

Akankah nasib Indonesia seperti derita Angola yang digarap Cina?

***

Kasus nyata yang sangat pantas jadi pelajaran bahwa komunis Cina memang sangat berbahaya.

Bukan hanya masalah ekonomi. Namun dengan komplotnya Angola dengan komunis China itu menjadikan Angola sebagai negeri pertama yang melarang Islam.

Inilah beritanya.

***

Angola Jadi Negara Afrika Pertama yang Melarang Islam

KIBLAT.NET, – Angola menjadi negara di benua Afrika pertama yang melarang Islam dan umat Islam, demikian On Islam melaporkan.

Mengenai larangan tersebut, Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos mengatakan pada hari Ahad (30/8):

“Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kita.”

Larangan eksistensi Islam di Angola, pertama kali diumumkan ketika Menteri Kebudayaan Angola, Rosa Cruz e Silva. Ia mengatakan, “Proses legalisasi Islam belum disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, masjid mereka akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Dia juga mengatakan bahwa larangan tersebut harus berlangsung karena Islam, “bertentangan dengan kebiasaan dan budaya Angola, serta Islam dianggap sebagai sebuah sekte “.

Angola memiliki populasi 16 juta jiwa dengan mayoritas pendudk beragama Kristen, populasi Muslim hanya sekira 80,000-90,000 jiwa, sebagian besar adalah pendatang dari Afrika Barat dan keluarga asal Lebanon, demikian menurut Departemen Luar Negeri AS.

Sumber: On Islam/Qathrunnada

***

Muslim Dunia Kutuk Pelarangan Islam di Angola


Posted on 26 November 2013

by Nahimunkar.com

 

DOHA, muslimdaily.net, – Organisasi Muslim terkemuka telah mengutuk langkah keras Angola untuk melarang Islam di Angola dan melarang umat Islam beribadah di masjid mereka, menyerukan kepada PBB untuk melindungi hak-hak kaum minoritas untuk mempraktikkan agama mereka secara bebas.

“International Union for Muslim Scholars (IUMS) secara keras mengutuk keputusan yang bertentangan dengan hak asasi manusia yang paling sederhana dari jaminan sosial dan kebebasan beragama,” kata IUMS dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net pada hari Senin, 25 November.

“Langkah ini bertentangan dengan toleransi dan hidup berdampingan secara damai, khususnya di Afrika di mana lebih dari 50% dari populasi adalah Muslim,” tambah IUMS.

Beberapa surat kabar Afrika dan Angola serta sejumlah kantor berita melaporkan bahwa Angola telah melarang Islam di negaranya, dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diambil oleh suatu negara terhadap salah satu dari agama-agama besar dunia.

Pemerintah Angola pindah telah menghancurkan sejumlah masjid di negara itu, termasuk sebuah masjid di daerag Viana, Luanda yang dihancurkan pada 17 Oktober lalu.

Beberapa pejabat Angola juga menegaskan bahwa umat Islam tidak diterima di Angola dan bahwa pemerintah tidak akan melegalkan keberadaan masjid di negara itu.

Menolak langkah yang tidak toleran, IUMS meminta Angola untuk menarik keputusannya, mendesak  PBB, Uni Afrika mengutuk keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu.

Pelarangan Islam di Angola Dominasi Sosial Media

“Bicaralah terhadap apa yang Angola lakukan kepada umat Islam yang berada di Angola. Ini adalah awal pembunuhan massal yang dilakukan negara,” demikian kicau salah satu pengguna twitter, Sal Kais K.

Pengguna lain twitter mengubah ID menjadi ‘Angola & Islam’, memposting serangkaian tweets untuk mencela tindakan Angola.

“Kebebasan adalah pemberian Tuhan, tetapi terjebak oleh manusia dan dilepas di bawah tekanan terus-menerus,” tulisnya.

“#Angola#Islam ‘Mereka berjuang untuk memadamkan cahaya Allah, tetapi Allah telah menyempurnakan cahaya-Nya, bahkan ketika orang-orang kafir menyangkalnya.'”

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 7.711 kali, 1 untuk hari ini)