Tanya Pak Polisi: Kenapa Identitas Polisi Tersangka Pembunuhan Laskar FPI Dirahasiakan? Kenapa Gak Ditahan?

Silakan simak ini.

***

2 Pertanyaan untuk Polri, Kok Identitas Polisi Tersangka Pembunuhan Laskar FPI Dirahasiakan? Kok Gak Ditahan?

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

JAKARTA – Tiga anggota Polda Metro Jaya telah ditetapkan sebagai tersangka unlawful killing enam laskar FPI.

 

Dalam perkara ini, satu anggota Polda Metro Jaya yang jadi tersangka berinisial EPZ dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan berdasarkan pasal 109 KUHAP, tersangka yang telah dinyatakan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan.

Sayangnya, Mabes Polri masih enggan membeberkan identitas dua anggota polisi lainnya.

“Nanti akan disampaikan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Rusdi juga tak mau membeberkan barang bukti apa saja yang disita dari tangan tersangka.

Hanya saja, ia menyebut bahwa semua barang bukti tersebut saat ini sudah ada di tangan penyidik Bareskrim Polri.

Nantinya, barang bukti tersebut akan diserahkan kepada Komnas HAM.

“Itu menjadi barang bukti sekarang yang digunakan penyidik untuk menuntaskan kasus atau peristiwa KM 50,” ujarnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun penyidik memutuskan masih belum perlu melakukan penahanan terhadap kedua anggota polisi dimaksud.

 

“Engga (belum ditahan), ini kan masih kita lihat. Apakah tersangka ditahan, nanti akan dilanjutkan oleh penyidik,” kata dia.

Soal penahanan, tekan Rusdin, adalah sepenuhnya pertimbangan subjektif dan objektif penyidik.

“Penyidik punya pertimbangan subjektif dan objektif. Nanti penyidik akan mempertimbangkan itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam hasil gelar perkara, penyidik Bareskrim Polri menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara Jo Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara 2,8 tahun penjara.

(jpg/ruh/pojoksatu)

POJOKSATU.id, Nasional GURUH PERMADI, Selasa, 6 April 2021 | 22:04 WIB

 

***

Ancaman Dahsyatnya Siksa bagi Pembunuh Orang Mukmin – Muslim


Posted on 16 September 2020

by Nahimunkar.org

 


Ilustrasi. Foto/ wasatyea.net

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

 وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا [النساء : 93]

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.(QS An-Nisaa’/4: 93)

 
 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 
 

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. An-Nasa-i (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 162 kali, 1 untuk hari ini)