Tap MPRS XXV 1966 Ditilep DPR dan MPR?

  • Tap MPRS XXV 1966 tentang ‘Larangan PKI dan Komunisme’ Ditilep DPR dan MPR?

     

Wewver Ken Eddy Lapor ustadz, saya coba buka link tap MPRS di atas tapi tidak ditemukan.

 · 5 jam

Hartono Ahmad Jaiz:  Waduh. Waktu Jokowi baru beberapa hari diangkat jadi presiden, situs nahimunkar mengutip dari link mpr.go.id, lalu oleh nahimunkar Posted on 24 Oktober 2014. Jadi jelas Tap MPRS Nomor XXV/ 1966 itu masih terpampang. linknya ini: https://www.mpr.go.id/pages/produk-mpr/ketetapan-mpr-ri/tap-mprs-nomor-xxvmprs1966. Maka dimuat di situs nahimunkar dengan link ini https://www.nahimunkar.org/tap-mprs-nomor-xxvmprs1966/.

Eh sekarang link yang di mpr.go.id itu ternyata dinyatakan ‘TIDAK DITEMUKAN Halaman Tidak Ditemukan’.

(wahai antek2, yang di nahimunkar jangan juga dihapus ya).


Hartono Ahmad Jaiz
 Ternyata bukan hanya di RUU HIP, ditilepnya Tap MPRS Nomor XXV/ 1966 yang melarang PKI-Komunis itu. Bahkan di situs mpr.go.id pun tampaknya kini telah ditilep. Hingga link yg saat Jokowi baru saja diangkat jadi Presiden, link itu masih memuat Tap pelarangan PKI Komunis tersebut, namun link itu kini menyatakan ‘Halaman Tidak Ditemukan’. Ini linknya: https://www.mpr.go.id/pages/produk-mpr/ketetapan-mpr-ri/tap-mprs-nomor-xxvmprs1966.
 


 

Hartono Ahmad Jaiz Bagaimana ini Pak HNW dll.  Waduh. Waktu Jokowi baru beberapa hari diangkat jadi presiden, situs nahimunkar mengutip dari link mpr.go.id, lalu oleh nahimunkar Posted on 24 Oktober 2014. jadi jelas Tap MPRS Nomor XXV/ 1966 itu masih terpampang. linknya ini: https://www.mpr.go.id/…/kete…/tap-mprs-nomor-xxvmprs1966. Maka dimuat di situs nahimunkar dengan link ini https://www.nahimunkar.org/tap-mprs-nomor-xxvmprs1966/. Eh sekarang link yg mpr.go.id itu ternyata dinyatakan ‘TIDAK DITEMUKAN
Halaman Tidak Ditemukan’. (wahai antek2, yang di nahimunkar jangan juga dihapus ya).


NAHIMUNKAR.ORG

TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966

TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966

***

Ketika ditelusuri di situs MPR tersebut malah begini.

Hasil pencarian Tap MPRS XXV di situs mpr.go.id:

Pencarian kata kunci ‘Tap MPRS XXV’, ditemukan 4 data

 

TAP MPRS XXXIII/1967 DICABUT, NEGARA HARUSNYA MEMINTA MAAF KEPADA BUNG KARNO DAN KELUARGANYA

Presiden Soekarno adalah korban peristiwa G30S/PKI karena akibat dari peristiwa tersebut kekuasaan Presiden Soekarno dicabut melalui TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 dengan tuduhan bahwa Presiden Soekarno telah mendukung G30S/PKI. Dalam Pasal 6 TAP MPRS tersebut, Pejabat Presiden Jenderal Soeharto diserahkan tanggung jawab untuk

Baca Selengkapnya

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua MPR: Jadikan Pancasila Perilaku Sehari Hari

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bagi Ketua MPR Zulkifli Hasan memiliki makna penting untuk menjadikan Pancasila sebagai perilaku sehari hari. “Hari Kesaktian Pancasila jangan hanya dimaknai seremonial belaka, yang lebih penting dari itu semua adalah menjadikan Pancasila perilaku sehari hari dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Baca Selengkapnya

Tak Perlu Khawatirkan RUU HIP, Ahmad Basarah Pastikan Tidak Ada Ruang Bagi Kebangkitan PKI

  JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah memastikan tidak ada ruang bagi Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk kembali bangkit. Dia berharap pihak-pihak tertentu, baik kalangan politisi, akademisi, maupun masyarakat umum, untuk tidak khawatir dan membesar-besarkan isu kebangkitan partai terlarang ini di Indonesia. Peryataan Basarah itu disampa

Baca Selengkapnya

Ketua MPR : RUU HIP Tak Beri Ruang Bagi Komunisme di Indonesia

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memastikan tak ada ruang bagi ajaran komunis maupun Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali hidup di Indonesia. Mengingat dari segi regulasi hukum ketatanegaraan, Indonesia masih memiliki Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, serta pernyataan sebagai organisasi terlara

Baca Selengkapnya

https://v1.mpr.go.id/halaman/cari?q=Tap+MPRS+XXV

***

Kesimpulannya, bukan hanya RUU HIP yang menilep Tap MPRS XXV/ 1966 tentang larangan PKI dan ajaran komunisme itu, tapi situs MPR pun menilepnya. Bahkan Ketika dicari, yang muncul justru artikel2 ‘berbau’ begitulah…

Na’udzubilhi min dzalik. Mereka pun mayoritas mungkin mengaku Islam.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 792 kali, 1 untuk hari ini)