Taraweh Cepat-cepat Disemprot Muballigh NU Sendiri


Sampeyan2 wong NU2 balanya kyiainya ini, 20 rakaat (taraweh) hendaknya ya yang agak lama.

Muhammadiyah 8 rakaat (tarawehnya) satu jam. Sampeyan (wong NU) 20 rakaat 10 menit plethas (langsung selesai).

Beredar video rekaman Seorang da’i An Zhd dari kalangan NU mengkritik taraweh cepat model wong NU dengan digambarkan pakai mulut dengan suara yang sebegitu cepatnya: ntul2, jenthit2, gebek2, ewek2 … mencolot maneh (lompat lagi).

Itu taraweh cap apa?, ujarnya.

Dia lanjutkan, Aku makanya ga’ senengnya ke wong NU itu di situ itu lho. Qunut bagi wong NU itu hanya sunnah. Tapi mereka takut meninggalkannya, takut nanti disebut bukan wong NU. Tapi thuma’ninah yang malah wajib, rukunnya shalat itu biasa ditinggalkan, itu kelakuannya wong NU. “Aku ini wong NU Pak. Tapi aku kalau yang demikian itu ga’ seneng aku,” kata muballigh yang suka guyon2 dengan bahasa Jawa ini.

Oe NOe (U NU) rungokno (dengarkan). Jemberen (jijik) aku.

Demikian kritiknya yang beredar di medsos ataupun WA.

Foto/fb

(nahimunkar.org)

(Dibaca 310 kali, 1 untuk hari ini)