Tas Istri Ma’ruf Amin Najis? Dibuat dari Kulit Buaya


Lagi ramai, tas istri Ma’ruf Amin dikabarkan harganya ratusan juta rupiah. Tapi ditepis, katanya hanya Rp 4,5 juta. Hanya saja bahannya memang serupa Hermes, sama-sama dari kulit buaya.

“Tas yang digunakan bu Wury adalah tas Croco warna hitam lokal kulit Papua, dimensinya 23x15x15 cm,” ujar pihak produser tas itu seperti diberitakan wolipop.detik..

 

Masalah Kulit Buaya

Kalau saya pribadi, lebih memilih pendapat ulama yang merincikan begini:

Hewan yang asalnya boleh dimakan dagingnya namun mati membangkai, maka boleh dimanfaatkan kulit bangkainya setelah disamak. Berdasarkan hadits.

Sebaliknya, hewan yang asalnya haram dimakan dagingnya, mati bagaimanapun caranya, maka kulitnya tidak boleh dimanfaatkan dan tetap dihukumi NAJIS walau disamak. Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad:

دباغُها ذكاتها

“Penyamakannya adalah dzakat (penyembelihannya).”

NAH! Merupakan maklum bahwa tidak ada satu pun hewan yang asalnya haram dimakan, menjadi halal dan bermanfaat hanya karena disembelih.

Kasusnya: buaya. Buaya haram. Buaya lalu mati. Najis. Lalu dikuliti. Lalu disamak. Apakah menjadi suci kulitnya? Tidak. Kenapa? Karena penyamakan kulit hewan ibarat penyembelihan yang melegalisir bolehnya dimanfaatkan. Sementara, buaya mau bagaimanapun juga, bukan hewan yang sah disembelih. Maka: kulit buaya: najis. Haram.

Konsekuensi: haram menyimpannya, haram menjualnya, haram memakainya, haram menghibahkannya dst.

Ini adalah salah satu studi kasus dalam kajian Kifayatul Akhyar tadi pagi. Simak mari. Insya Allah bermanfaat. Videonya ada teksnya. Puas insya Allah.

KIFAYATUL AKHYAR (11) – “THAHARAH: Kulit Bangkai”

https://www.youtube.com/watch
https://www.youtube.com/watch…

Hasan Al-Jaizy

Foto dream

https://www.nahimunkar.org/tasnya-oemar-bakri-rupanya-najis/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 655 kali, 1 untuk hari ini)