Tayangan TV selama ini kebanyakan hanya hura-hura bahkan menyebarkan dosa. Bahkan acara-acara dosa paling besar misalnya upacara-upacara kemusyrikan dengan aneka tetek bengeknya pun disiar-siarkan. Apalagi penguasa daerah bahkan sampai pusat doyan juga menghadirinya. Itu semua adalah tayangan yang menyebalkan, masih bergelepotan dengan dosa lagi.

Tidak kurang rusaknya pula, pengguncangan syahwat dengan aneka tayangan, hampir menjadi menu sehari-hari. Tidak ingatkah bahwa semua itu dicatat, dan pasti harus dipertanggung jawabkan di akherat kelak? Bukankah itu pada hakekatnya menabung dosa, dan masih menyeret manusia ke neraka pula?

Tidak takutkah terhadap Adzab Allah yang tempo-tempo mendadak pula dapat memporak porandakan dunia, apalagi dahsyatnya adzab di akherat kelak?

Ingatlah wahai para manusia. Hidup ini sejatinya untuk mencari bekal, agar ketika mempertanggung jawabkan amal kita di akherat dapat selamat dari neraka.

Sebenarnya, tayangan TV dapat diubah menjadi lahan untuk memperbaiki manusia agar hidupnya bahagia di dunia dan di akherat. Orang pun akan suka bila diarahkan kepada kebaikan, demi memperbaiki kualitas hidupnya, dan kebahagiaan di akheratnya.

Coba saja tayangan seperti berikut ini, insya Allah akan laku juga.

https://www.facebook.com/video.php?v=1542924562588428&set=vb.1523721077842110&type=2&theater

(nahimunkar.com)

(Dibaca 358 kali, 1 untuk hari ini)