Tayangkan Adegan Messum di Jam Belajar Anak, TVRI Kena Sanksi

 



Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menjatuhkan sanksi administratif berupa teguran tertulis kepada Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

Pasalnya, tim pemantauan langsung KPI Pusat mendapati cuplikan adegan mesum ciuman bibir antara seorang pria dan wanita dalam program acara “Jendela Dunia” yang disiarkan TV tersebut pada Rabu, 8 April 2020.

“Rapat pleno penjatuhan sanksi KPI Pusat memutuskan memberi sanksi administratif teguran tertulis untuk program bersangkutan,” ujar Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo via rilis yang diunggah di Instagram Story akun Instagram @KPIPusat, Kamis (30/4).

Mulyo menilai, adegan ciuman bibir tersebut telah melanggar aturan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI Tahun 2012.

Pihaknya mencatat ada delapan pasal yang ditabrak oleh program acara “Jendela Dunia” itu, di antaranya pasal terkait dengan perlindungan anak, pembatasan dan larangan siaran bermuatan seksual, serta klasifikasi umur.

“Adegan ciuman bibir sudah sangat jelas dilarang dalam aturan P3SPS . Kami tidak bisa menoleransi hal ini. Ditambah lagi adegan tersebut terjadi pada waktu pagi hari, pukul 09.44 WIB. Pada jam tersebut potensi anak menyaksikan siaran televisi sangat besar, apalagi mereka sedang belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19,” jelas Mulyo.

Menurutnya ada kelengahan dari TVRI dengan tidak jeli melihat adanya potensi pelanggaran dalam program siaran yang diklasifikasikan R atau remaja tersebut.

Tayangan yang diberi label R, kata dia, harus berisikan hal yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial dan budaya, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik, dan penumbuhan rasa ingin tahu remaja tentang lingkungan sekitar.

“Hal-hal positif itu menjadi acuan lembaga penyiaran jika ingin menayangkan program acara dengan klasifikasi R,” bebernya.

“Kita tidak ingin acara yang diklasifikasi R justru menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan atau membenarkan perilaku yang tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Mulyo kemudian menyarankan TVRI dan lembaga penyiaran lainnya untuk berhati-hati dan teliti setiap akan menyiarkan sebuah program.

“Proses cek dan ricek terhadap konten yang akan disiarkan perlu dilakukan untuk menghindari adanya adegan melanggar. Semoga ini menjadi pelajaran untuk semuanya dan kami harap TVRI segera melakukan perbaikan secepatnya,” pungkasnya. (*)

 

 DEMOKRASI News 
 Jumat, Mei 01, 2020Ikuti

***

Belajar dari Rumah Melalui TVRI, Murid Dicekoki Mimbar Katolik?

https://www.nahimunkar.org/belajar-dari-rumah-melalui-tvri-murid-dicekoki-mimbar-katolik

Posted on 13 April 2020

by Nahimunkar.org


  • Belajar dari Rumah Melalui TVRI, Murid Dicekoki Mimbar Katolik?

     
     

    Jeda dari jam 09 pagi sampai jam 10 ternyata yang nongol mimbar katolik.

    Bagaimana ini Kemendikbud dan TVRI?

     
     

    Materi Pembelajaran Minggu 1: 13-17 April 2020 

    Program Minggu 1 (13-19 April 2020) 

    Jadwal kelas 1-3 SD jam 8.30-9.00. Untuk SMP baru mulai jam 10.03. Nah jeda dari jam 9.00 sampai jam 10 itu ternyata yang nongol adalah mimbar katolik di Hari pertama pembelajaran lewat TVRI, Senin 13 April 2020.

    Pertanyaannya, apakah murid SD se-Indonesia Bersama para orang tuanya se-Indonesia itu disengaja untuk dicekoki mimbar katolik?

    Di samping itu, Umat Islam pun perlu waspada, kini iklan-iklan pakai menyebut nama Allah, namun ternyata isinya agama bukan Islam. Dan itu sering terlihat di media online, bahkan mungkin masuk di situs2 Islam segala. Ini perlu dipecahkan pula penjerumusan yang membahayakan aqidah Umat Islam itu. Malah kini tambah dari Kemendikbud (?) dan TVRI secara nasional mencekoki murid2 se-Indonesia?

     
     

    Semoga Umat Islam waspada terhadap tingkah2 licik para perusak Islam dengan dalih apapun.

     
     

    Ingat yang berjuang untuk kemerdekaan negeri ini mayoritas adalah umat Islam yang dipimpin oleh Jendral Muslim, Sudirman. Sedang Pengkhianatnya di antaranya adalah cina pengkhianat bikinan penjajah belanda yaitu lascar po an tui, namun kini konon dibuat monumennya di TMII Jakarta.

     
     

    (nahimunkar.org)

(Dibaca 764 kali, 1 untuk hari ini)