Teganya Manusia, Membuang ‘Bayi’ yang Baru Saja Dilahirkan Induknya

Qaddarallah bayi kucing yang 2 malam lalu saya temukan, malam ini mati, di tempat dokter hewan. Sudah tidak dapat ditolong lagi. Sore tadi masih aktif padahal.

Saya sudah berusaha semampunya sejak awal. Sudah tanya tetangga yang punya induk kucing namun ditolak. Sudah hampir tiap 2 jam asupi susu khusus bayi kucing. Sudah diberi dasar handuk tebal dan lampu pijar hangat. Namun mungkin masih kedinginan dan kata dokter penyebab awalnya memang karena tidak pernah sama sekali dikasih susu induk kucing murni.

Saya menemukannya malam itu dibuang di suatu spot gelap terbuka di area masjid. Di tengah obrolan dan gelak tawa tetangga yang ngumpul ngopi, saya dengar ada suara bayi kucing berulang. Dibuang dengan modal kardus dan kain katun lembab. Saat saya hampiri, ada curut kabur dari arah kardus.

Menemukannya menggigil dan ari-arinya belum putus. Alhamdulillah kawan-kawan di FB banyak memberi petunjuk bagaimana merawatnya. Tapi qaddarallah, tidak tertolong. Dokter pun tadi sudah bilang bahwa kasus ini hampir tidak mungkin tertolong. Dan saya menyaksikan akhir-akhir kehidupan kucing ini. Ditahan tidak bisa, keluar juga air mata saya. Di depan dokter dan pengunjung.

Di sini besar pelajaran buat saya, betapa zalimnya memisahkan anak dari orang tuanya, termasuk bayi binatang semisal kucing dari induknya dengan sengaja. Semoga Allah memaafkan kesalahan saya dalam merawatnya. Ada gambaran barangkali suatu saat saya bisa mewakafkan rumah khusus kucing dan mempekerjakan orang untuk mengurus anak-anak kucing yang dibuang dan dipisahkan dari induknya. Dan lebih afdhal lagi, kalau Allah berikan saya kemampuan finansial untuk mempersatukan dan mempertemukan anak manusia dengan orang tuanya.

Tadinya saya mau menulis ini begitu singkat. Tapi rupanya tidak bisa. Semoga Allah memaafkan saya yang tidak sempurna menjaga titipan ini.

لا
حول
ولا
قوة
إلا
بالله

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

tSp1onns3tmomr jeualdmu  

(nahimunkar.org) 


 

(Dibaca 127 kali, 1 untuk hari ini)