Tegas! KH Didin: Nama KH Abdullah bin Nuh Dijadikan Nama Gereja Adalah Pelecehan

  • Karena Banyak Kecaman dan Penolakan Secara Luas dari Kalangan Islam, Nama KH Abdullah Bin Nuh Batal Digunakan sebagai Nama Gereja GKI Yasmin Bogor


 

Ilustrasi. KH Abdullah bin Nuh. Foto/ edisudarjat

Inilah beritanya.

***

Tegas! KH Didin: Nama KH Abdullah bin Nuh Dijadikan Nama Gereja Adalah Pelecehan

 Rabu, 16 Juni 2021

Jakarta –  Terkait ramainya pembicaraan dan perbincangan di masyarakat tentang rencana penamaan sebuah gereja di Bogor  (GKI) dengan nama tokoh Islam berpengaruh yang ada disana mendapat tudingan dan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk dari kalangan para tokoh Ulama dan para Ustadz yang ada di Bogor.

Ulama dan cendekiawan Muslim Prof Dr KH Didin Hafidhuddin menolak rencana penamaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dengan menggunakan nama ulama besar KH Abdullah bin Nuh.

“Ya harus ditolak oleh seluruh kaum muslimin jika nama ulama besar dan kharismatik seperti KH Abdullah bin Nuh dijadikan nama gereja,” ujar Kiai Didin melalui pernyataan tertulisnya kepada Suara Islam Online, Rabu (16/6/2021).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu menilai, penamaan tersebut adalah sebuah pelecehan.

“Itu adalah pelecehan dan penghinaan, bukan saja pada keluarga tapi juga pada seluruh kaum muslimin,” jelas Kiai Didin.

Ulama asal Bogor itu menjelaskan bahwa KH Abdullah bin Nuh adalah seorang ulama besar yang kharismatik yang sangat besar jasanya bagi umat dan bangsa.

“Beliau sangat mencintai umat dan masyarakat dimanapun beliau berada,” tuturnya

“Dipakainya nama beliau untuk nama sebuah jalan di Kota Bogor memgisyaratkan jasa jasa beliau yang luar biasa bagi bangsa dan negara,” tandas Kiai Didin.

Sebelumnya, Ketua Majelis Jemaat GKI Pengadilan Bogor Krisdianto mengatakan akan menamai GKI dengan nama GKI Abdullah bin Nuh.

Menurut Krisdianto, jemaah bersepakat akan menamakan gereja baru itu GKI Abdullah bin Nuh, sesuai dengan nama jalannya. KH Abdullah bin Nuh (1905-1987) merupakan ulama pendiri Pesantren Al Ghozali sekaligus pejuang kemerdekaan di Bogor.

Menurutnya, rencana penamaan itu juga telah mendapat persetujuan dari Ketua MUI Kota Bogor, KH Mustofa, yang juga anak kandung dari Abdullah bin Nuh. “Sudah ada izin dari Ustad Toto—panggilan Mustofa,” ujar Krisdianto dikutip dari Tempo.co.

Foto: KH Didin Hafidhuddin

Sumber: suaraislam.id

Faktakini.info, Rabu, 16 Juni 2021  

***

Karena Banyak Kecaman dan Penolakan Secara Luas dari Kalangan Islam,

Nama KH Abdullah Bin Nuh Batal Digunakan sebagai Nama Gereja GKI Yasmin

BOGOR, Panjimas – Polemik tentang pemberian nama Gereja GKI Yasmin Bogor dengan nama KH Abdullah Bin Nuh masih terus bergulir. Informasi terakhir nama Pejuang Islam dari Bogor itu batal digunakan sebagai nama Gereja.

Putra bungsu KH Abdullah Bin Nuh, KH Muhammad Mustofa Bin KH Abdullah Bin Nuh menyatakan bahwa rencana penamaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dengan menggunakan nama ulama besar KH Abdullah bin Nuh itu dibatalkan.

Pria yang akrab disapa Ustaz Toto itu menyampaikan pembatalan tersebut melalui pesan suara pada Rabu (16/6/2021).

Berikut isi pesan Ustaz Toto yang diterima oleh Suara Islam Online :

Jamaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah, menyikapi simpang siurnya berita tentang diri saya, Muhammad Mustofa bin Abdullah Bin Nuh, tentang masalah penamaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin untuk menjadi (mengusung) nama GKI Jalan Abdullah Bin Nuh; maka yang semula kami menganggap itu hal yang bersifat administratif normatif biasa.

Karena di mana mereka (GKI) membangun gerejanya selalu dinisbahkan kepada jalan tempat lokasi mereka. Semisal GKI Pengadilan, bahkan GKI Wahid Hasyim yang telah berdiri 65 tahun yang lalu.

Namun demi bijaknya, maka kami, baik diri saya dan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk pengelola Gereja Yasmin, sepakat untuk tidak lagi menggunakan nama KH Abdullah Bin Nuh. Ini demi mewujudkan persatuan dan kerukunan serta kedamaian antara kita bersama.

Semoga Allah SWT menunjukkan jalan kepada kita. Semoga negeri ini tetap aman dan damai. Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Dan semoga menjadi teladan bagi ummat manusia lainnya. Terima kasih.

Sebelumnya, rencana GKI Yasmin menjadikan nama ulama besar kharismatis Bogor KH Abdullah Bin Nuh sebagai nama gereja yang akan mereka bangun menuai kecaman dan penolakan secara luas dari kalangan Islam.

Panjimas, 17 Jun 2021

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 104 kali, 1 untuk hari ini)