Tegas Lugas dan Berbobot! Ini SURAT Said Didu Kepada Luhut Binsar Pandjaitan “Tak Ada Kata Maaf”



Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menolak meminta maaf pada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait kritikannya.

Sebelumnya pada Jumat (3/4) Menko Luhut mengancam akan mempidanakan Said Didu jika dalam tempo 2×24 jam tidak meminta maaf. Sampai batas waktu berakhir, Said Didu tak sudi minta maaf.

Hari ini, Selasa (7/4/2020), Said Didu mengirimkan surat untuk Menko Luhut, dan menjelaskan apa yang disampaikannya merupakan suatu bentuk kritik dan analisis sejumlah kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang terlalu menitikberatkan ekonomi daripada keselamatan rakyat akibat pandemi Corona. Ia menilai, Luhut terlalu mengutamakan investasi.

Said Didu menyampaikan kritikannya tidak ada ambisi pribadi, tapi semata demi kepentingan bangsa.

“Jadi saya hanya menyampaikan demi kebaikan bangsa dan negara. Tidak ada kepentingan pribadi apapun dan menyerang pribadi apapun,” kata Said Didu dalam konferensi video pada Selasa (7/4/2020).

BERIKUT SELENGKAPNYA SURAT SAID DIDU yang diposting di akun twitternya:

Kepada Yth.
Bapak Luhut B. Panjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi
Di Jakarta.

Dengan Hormat,


Menunjuk Surat Bapak tertanggal 4 April 2020, saya sampaikan klarifikasi sebagai berikut:


1. Video yang berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang di Channel Youtube M. Said Didu adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Corona (Covid-19).


2. Pernyataan saya bahwa Pak Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari analisis tersebut, yang maknanya adalah:


a. Bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi Corona.


b. Bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B. Panjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas Bapak.


3. Pernyataan saya terkait dengan Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa “semoga terbersit kembali sapta marga” merupakan harapan kepada Bapak sebagai Purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa, dan negara.


4. Sebagai tambahan informasi bagi Bapak bahwa keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi dan semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban sebagai anak bangsa dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis, peduli, dan kritis kepada setiap aparatur negara agar dalam mengambil langkah-langkah, kebijakan, dan program selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju, adil, dan makmur ke depan.


Demikian klarifikasi ini, Saya berharap makna pernyataan saya dalam video tersebut menjadi jelas.


Tangerang, 7 April 2020


Dr. Ir. Muhammad Said Didu

Surat saya ke Bapak Luhut B. Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI) pic.twitter.com/GEjJWxi7GY

— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) April 7, 2020

Orang Bugis koq diancam..LBP tak paham watak orang2 Indonesia https://t.co/eiTQyjoNrV

— Young Lawyer (@dusrimulya) April 7, 2020

Mengingatkan….barangkali pak Luhut dan para Jenderal yang lainnya pada lupa… pic.twitter.com/hX51IlV1Xu

— OpiniRakyat2024_2 (@OpiniRakyat2) April 7, 2020

[portal-islam.idSelasa, 07 April 2020  BERITA NASIONAL

(nahimunkar.org)

(Dibaca 4.139 kali, 1 untuk hari ini)