Puluhan ribu ummat Islam hadir pada Acara silaturahmi akbar di Masjid Istiqlal, Ahad siang, 18 September 2016.

Dalam acara tersebut, hadir pula banyak ulama disana, diantaranya:

Habib Rizieq Shihab
K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafii
KH.DR.Didin Hafidudin
Ust. Bachtiar Nasir
Ust. Fadlan Garamatan
Ust. Zaitun Rasmin
Ust. Ahmad Al Habsyi
Ust. Dr.Hidayat Nurwahid
K.H. Misbahul Anam
Ust. Dr. Amir Faishol Fath
Prof Yusril l Mahendra
Ust Labib
Ust Khaththath
Ust Sobri Lubis.

Oleh Media online Tempo, acara tersebut dimasukkan dalam kategori ‘Kriminal’ di pemberitaan Senin (19/9/16), yang kemudian mengundang kecaman dari umat Islam. Setelah heboh dan jadi perbincangan di media sosial oleh netizen, Tempo pun melakukan perubahan kategori, yakni dari kategori ‘Kriminal’ menjadi ‘Metro Sudut’ tanpa meminta maaf atau mengakui bersalah kepada publik, khususnya umat Islam.

Berikut screenshot-nya yang banyak beredar di media sosial sebelum di-edit dan sesudah di-edit.

tempo-lucu-1

tempo-online-kriminal

Sebelum Diedit.

tempo-online-metro-sudut

Sesudah di edit

Tiadanya permohonan maaf dari redaksi Tempo menimbulkan sebuah pertanyaan dan kecurigaan di kalangan publik. Benarkah media Tempo anti Islam?

Sumber: pekanews.com/Wira Taruna/September 19, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 929 kali, 1 untuk hari ini)