Foto: AFP.

PALU – Tentara telah diperintahkan untuk menembaki orang-orang yang tertangkap menjarah di lokasi bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Polisi telah menangkap puluhan orang karena penjarahan di zona bencana di sekitar pantai Palu, yang telah menjadi puing-puing.

Kolonel Inf Ida Dewa Agung Hadisaputra dari satuan setempat mengatakan tentara kini diberi perintah untuk menembak para penjarah

“Jika ada penjarahan lagi, kami akan segera menembakkan tembakan peringatan dan kemudian menembak untuk melumpuhkan,” kata Ida Dewa Agung Hadisaputra dikutip AFP.

“Mereka mencoba menjarah pada hari pertama, ketika bensin… dan air tidak tersedia. Toko-toko juga ditutup.”

“Situasi semacam itu menyebabkan mereka menjarah.”

“Kami bisa mentolerir (menjarah) pada hari pertama dan kedua karena mereka membutuhkan hal-hal itu,” lanjutnya.

“Tapi pada hari ketiga, mereka mulai menjarah barang-barang seperti peralatan elektronik.”

Dia mengatakan setiap kendaraan yang membawa persediaan sekarang akan dijaga oleh lima tentara bersenjata.

PBB mengatakan hampir 200.000 orang membutuhkan bantuan mendesak, di antaranya adalah anak-anak. Sekitar 66.000 rumah hancur atau rusak.

Editor: Nur Hidayat Said

Sumber: Asia One. / news.rakyatku.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 853 kali, 1 untuk hari ini)