Ilustrasi oleh: iwandahnial.wordpress.com

  • Betapa banyak para Remaja Muslim yang tertipu dan teracuni oleh video porno di internet sehingga mereka binasa, keluar dari fitrah yang bersih dan dari fitrah agama.
  • Video porno ini telah merubah opini banyak orang tentang hukum syariat dan prinsip-prinsip fitrah yang bersih, ini karena video porno disebar/ditayangkan dengan gencar.

Sesunggunya kaum muslimin pada zaman ini berhadapan dengan banyak cobaan yang besar, fitnah yang banyak mengelilingi kita dari semua penjuru, sehingga banyak diantara kaum muslimin yang sudah terperangkap ke dalam fitnah, kemunkaran-kemunkaran bermunculan, orang-orang berbuat maksiat dengan terang-terangan tanpa perasaan takut dan tanpa perasaan malu.

Mengapa sampai demikian ? Penyebabnya secara umum ialah:

  1. Sikap menganggap remeh terhadap agama Allah.
  2. Tidak menghiraukan batasan-batasan hukum-hukum Allah dan Syariat-Nya,
  3. Kelalaian kebanyakan mushlihin (orang-orang yang melakukan perbaikan) dalam menegakkan Syariat Allah Ta’ala dan amar ma’ruf nahi munkar.

Maka tidak ada jalan keluar serta keselamatan bagi kaum muslimin dari berbagai musibah dan fitnah ini selain dengan bertaubat yang betul kepada Allah  Ta’ala memperhatikan  perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya.

Dan sesunggunya termasuk fitnah besar yang muncul pada zaman ini, apa yang sedang digalakkan oleh pemasar kejahatan, penjaja kemaksiatan dan orang-orang gemar menyebarkan kekejian di kalangan kaum mukminin, yaitu penyebaran/penayangan video porno di internet.

Betapa banyak para Remaja Muslim yang tertipu dan teracuni oleh video porno di internet sehingga mereka binasa, keluar dari fitrah yang bersih dan dari fitrah agama.

Video porno ini telah merubah opini banyak orang tentang hukum syariat dan prinsip-prinsip fitrah yang bersih, ini karena video porno disebar/ditayangkan dengan gencar.

Sehingga banyak orang yang sudah menganggap baik kemaksiatan, kekejian  serta melanggar batasan-batasan hukum Allah karena mengkonsumsi  video porno dan karena video porno  ini sudah menguasai serta mewarnai akal pikiran mereka.

TIPS Mengatasi KECANDUAN PORNOGRAFI

Kecanduan apapun tidak mudah untuk disembuhkan akan tetapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan.  Demikian juga kecanduan pornografi, yang paling utama harus kamu perhatikan adalah adanya kesadaran dalam diri kita bahwa kecanduan semacam ini adalah sesuatu hal yang tidak wajar dan tidak dibenarkan dalam Islam. Selain itu ada kesadaran serta niat untuk sembuh dari kecanduan pornografi. Selanjutnya tanpa ada kemauan untuk sembuh seberat apapun usaha yang di tempuh akan nihil hasinya. Tipsnya adalah:

  1. Niat dengan benar-benar untuk sembuh diiringi dengan do’a.
  2. b. Penuhi jadwal harian kita dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu sehingga tidak      ada waktu untuk memikirkan pornografi.
  3. Pilih teman yang baik, dan tinggalkan teman yang selalu mempengaruhi untuk melihat pornografi.
  4. Jauhi TV dengan disiplin yang tegas, karena tayangan TV bisa mempengaruhi kecanduan pornografi
  5. Hindari mengakses internet sendirian, ajaklah teman yang baik/ dapat di percaya jika harus mengeksesnya.
  6. Buanglah semua gambar, majalah, tabloid, VCD dan semua barang yang berpeluang memperparah kecanduan pornografi.
  7. Buktikan bahwa usaha kita untuk sembuh tidak setengah-setengah, Selalu ingat bahwa kecanduan pornografi adalah penyakit serius yang harus di lawan dan tidak perlu ditoleransi sedikitpun untuk penyakit ini.
  8. Bergaul dengan orang-orang shalih dan multazim (konsisten menjalani syariat)
  9. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif, diantaranya:

a)    Menuntut Ilmu Agama (Ilmu syar’i) sebagai panduan Visi hidup, sebagai panduan  beribadah, sebagai panduan budi pekerti.

b)    Berlatih memperbanyak ibadah.

c)    Serius mempelajari Ilmu dunia.

d)    d. Berorganisasi dengan lembaga dakwah sekolah, kampus, remaja masjid, atau wadah   atau wadah lain yang positif.

e)    Memupuk Produktifitas Diri

( Choirul Hisyam –Sidoarjo Jawa Timur)

***

Menggunakan Internet untuk Maksiat

Soal:

Saya pemuda beristeri, umurku 30 tahun, dan kadang-kadang aku masuk ke internet terutama program chatting dan masukkan nama pemudi dalam rangka untuk mengenal dan komunikasi dengan mereka di chat dan kamera. Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangi kebiasaan buruk ini?

Fatwa:

Alhamdulillah, shalawat dan salam atas Rasulillah, dan atas keluarganya dan sahabatnya. Adapun setelah itu: maka sesungguhnya internet itu termasuk ni’mat Allah yang diberikan di masa ini, maka wajib bersyukur kepada Allah atasnya dengan menggunakannya dalam taat atau paling kurang dalam hal yang mubah (dibolehkan).

Dan yang lebih baik menggunakannya untuk menuntut ilmu syari’I, mendengarkan Al-Qur’an dan ceramah-ceramah ilmiyah atau menggunakannya dalam hal yang bermashlahat yang bermanfaat, dan harus dijauhi dari penggunaannya dalam lagho (hal yang batil atau sia-sia) dan lebih lagi dari penggunaan dalam kemaksiatan-kemaksiatan dan ikut serta pelaku-pelaku kejelekan dalam kebatilan mereka, maka manusia jatuh menjadi mangsa syaitan dan pengikut-pengikutnya yaitu para pengekor hawa nafsu syahwat yang menginginkan rusaknya pemuda Ummat, dan agar mereka menyeleweng dengan penyelewengan yang besar dari hidayah kepada kebatilan, dan menyia-nyiakan waktu mereka dan potensi mereka dengan sia-sia dalam hal yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia, sehingga sempurnalah penjajahan atas mereka.

Adapaun mengenai bagaimana menghilangi kebiasaan buruk ini maka wajib atasamu untuk selalu ingat pengawasan Allah atasmu yang Dia itu tahu rahasiamu dan bisikanmu. Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ {التوبة:78}.

Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib. (QS At-Taubah: 78).

Kemudian ingatlah wahai saudaraku, bahwa apabila anakmu yang kecil masuk kepadamu lalu ia melihatmu atau isterimu menyingkap atau salah satu kerabatmu mengetahui keadaanmu, maka bagaimana jadinya clingusmu dan malumu terhadap mereka?

Seyogyanya clingusmu dan malumu terhadap Penciptamu, Tuhanmu, Pengatur urusan-urusanmu itu lebih sangat dan lebih besar. Dan jangan lupa saudaraku, bahwa di antara yang paling berbahaya sarana hancurnya amal-amal adalah apabila keadaan hamba menampakkan taqwa di hadapan manusia, tetapi ketika ia menyepi sendirian maka sibuk dengan maksiat-maksiat. Karena dalam hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.”Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.” (HR Ibnu Majah – 4235, berkata Al-Mundziri: para periwayatnya tsiqot/ kuat-terpercaya, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Maka wajib atasmu untuk menjaga kehormatanmu dengan isterimu karena pernikahan itu adalah sekuat-kuatnya pembentengan sarana-sarana, berdasarkan hadits shahihain:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

“Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah. Karena sesungguhnya, perhikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menjaga kemaluan. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan dalam hadits;

من تزوج فقد استكمل نصف الإيمان فليتق الله في النصف الباقي . رواه الطبراني وحسنه الألباني .

Siapa yang menikah maka sungguh dia telah menyempurnakan setengan iman, maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa. (diriwayatkan At-Thabrani dan dihasankan Al-Albani).

Wajib atasmu untuk memprogram pada dirimu programa pendidikan, latihan, dan hiburan yang mubah (halal) sehingga menyibukkan dirimu dengannya, terhindar dari sibuk dengan apa-apa yang tidak diridhoi Allah ta’ala. Karena sesungguhnya hamba itu akan dihisab (diperhitungkan) dan ditanya tentang umurnya dalam hal apa ia habiskan dan tentang masa mudanya dalam hal apa ia gunakan dan tentang hartanya dan ilmunya. Sebagaimana dalam hadits:

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

dari Abu Barzah Al Aslami berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR At-Tirmidzi, – 2341, dia berkata: Hadits ini hasan shahih, dishahihkan Al-Albani).

Maka infakkanlah wahai saudaraku, waktumu dan hartamu dalam mempelajari ilmu yang manfaat dan dalam kemaslahatan serta pelayanan terhadap Muslimin. Jadikanlah berpaling dari yang lagho (sia-sia) adalah syiarmu di setiap keadaanmu.

Wallahu a’lam.

Mufti Markaz fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih.

Fawa nomor 59157

Tanggal fatwa: 12 Muharram 1426H

(islamweb).

Penjelasan Hadits

Soal:

Assalmu’alaikum. Aku ingin bertanya tentang hadits syarif:

يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.” Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.”

Apakah yang dimaksud itu orang yang melakukan maksiat tetapi tidak terang-terangan di hadapan antara manusia? Semoga Allah membalas Antum kebaikan.

Fatwa:

Alhamdulillah, shalawt dan salam atas Rasulillah dan atas keluarganya dan sahabatnya. Adapun setelah itu: maka hadits itu dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.” Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.” (HR Ibnu Majah – 4235, berkata Al-Mundziri: para periwayatnya tsiqot/ kuat-terpercaya, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Mereka yang dimaksud itu adalah: orang yang menampakkan kesalehan dan menjauhi maksiat sebagai penjagaan diri di depan manusia dan di depan mata orang-orang, tetapi setelah hanya menyepi dengandirinya sendiri dan tidak terlihat oleh mata orang-orang, maka dengan segera ia melanggar larangan-larangan Allah. Maka ini telah menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penglihat yang paling rendah tingkatannya, lalu ia tidak merasa diawasi Tuhannya, tidak takut kepada Allah yang menciptakannya, sebagaimana ia justru merasa diawasi oleh manusia dan takut kepada mereka.

Adapun orang yang berupaya keras untuk meninggalkan maksiat, kadang lemah, tanpa terus menerus jatuh pada keharaman-keharaman dan tidak meneruskan berbuat kemaksiatan, maka diharapkan tidak termasuk yang demikian.

Wallahu a’lam.

Mufti Markaz fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih.

Fatwa nomor 9268

Tanggal fatwa, 27 Rabiuts Tsani 1422H

(islamweb).

(nahimunkar.com)



[i] te·ra·pi /térapi/ n Dok usaha untuk memulihkan kesehatan orang yg sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit: mula-mula tim dokter mempelajari gejala-gejala penyakitnya kemudian menentukan — nya yg tepat; (KKBI)

(Dibaca 11.085 kali, 2 untuk hari ini)