Ketum Gafatar Mahful M. Tumanurung (IST)


Gerakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang meresahkan masyarakat ternyata pendukung gerakan Revolusi Mental.

Berdasarkan situs resmi gafatar.org disebutkan sejak awal organisasi ini untuk melakukan Revolusi Mental.

“Sejak awal berdirinya pada tahun 2011, GAFATAR telah mengajak bangsa ini untuk melakukan Gerakan Revolusi Mental Spiritual yang dibentuk oleh ruh suci (ruhul qudus/firman) dari Tuhan Yang Maha Suci lagi Menghidupkan, sehingga akan “melahirkan” manusia-manusia baru/contoh dengan karakter/akhlak/kepribadian yang baru pula sesuai dengan karakter Sang Penciptanya,” Ketua Umum GAFATAR, Mahful M. Tumanurung.

Seorang dokter yang hilang bernama Rica diduga menjadi korban Gafatar.

Bukan hanya itu saja, seseorang yang telah ikut Gafatar tidak pernah shalat. sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Ahmad Kevin tidak pernah shalat setelah ikut Gafatar.

“Padahal dulunya sangat taat dan rajin salat ke masjid. Puasa juga sudah tidak lagi dilakukan. Yang biasanya main dengan teman di tetangga, tidak dilakukan lagi oleh Kevin. Dia lebih sering ikut kegiatan bersama ayahnya,” kata nenek Kevin, Maria Restubun.

By: suaranasional.com, 12/01/2016

***

Gafatar Aliran Sesat, Nabi Palsu Ahmad Musadek Dianggap Utusan Tuhan

Silakan lihatdi link ini: https://www.nahimunkar.org/gafatar-aliran-sesat-nabi-palsu-ahmad-musadek-dianggap-utusan-tuhan/

Ciri-ciri ajaran Gafatar : Tidak wajib sholat 5 waktu, tidak wajib puasa ramadhan, syahadat mereka berbeda, yang bukan kelompok mereka dianggap kafir, gerakan hampir mirip dengan NII KW9, Gafatar sempalan NII KW9.

Mohon dilarang kegiatan mereka karena akan meracuni mahasiswa.

Mereka berkedok melakukan aksi sosial agar eksistensi mereka diakui oleh masyarakat.coba lihat www.gafatar.org

(lihat link ini https://www.nahimunkar.org/surat-pembaca-millah-abraham-berubah-nama-menjadi-gafatar/ )

Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Tenggara Muhammad Ali Irfan saat ditemui di kantornya mengatakan, dari hasil kajian, Gafatar telah menyebarkan paham menyimpang. Antara lain, mereka tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir.

Mereka juga tidak wajib menunaikan ibadah haji dan melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid. “Kami pernah menggelar diskusi, dan memang Gafatar tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir,” kata Ali Irfan.

Menurut Ali, Gafatar mengakui generasi setelah Nabi Muhammad adalah Ahmad Musadek. “Ia diakui datang ke dunia sebagai utusan Tuhan,” kata Ali Irfan. (tempo.co, JUM’AT, 06 FEBRUARI 2015 | 16:06 WIB)

Keterangan tentang sesatnya Gafatar itu menambah kuatnya penjelasan yang telah tersebar berikut ini.

by nahimunkar.com, Feb 10th, 2015

***

Gerakan Fajar Nusantara Aliran Sesat

By nahimunkar.com on 23 February 2012

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Kepada Yth.

Pimpinan Redaksi Eramuslim

Akhir-akhir ini saya memperhatikan ada kegiatan-kegiatan dengan berdalih Melayani Umat maupun aksi sosial khususnya di Jakarta yang dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Tetapi banyak tidak tahu siapa itu GAFATAR.

Gafatar dulunya namanya Komar (Komunitas Millah Abraham) dan sebelum namanya Komar mereka mempunyai Al-Qiyadah Islamiyah (Ajaran sesat dengan Nabi Palsunya Ahmad Musadek – sekarang ada di LP Cipinang).

Aliran Komar sudah menyebar dari Aceh sampai Ambon, banyak anggota Komar ditangkap polisi karena menyebarkan aliran sesatnya.

Khusus di DKI, Ormas Gafatar selalu mengadakan acara Donor Darah di kantor PMI, dan juga melakukan aksi sosial lainnya, itu merupakan cara mereka untuk menutupi kesesatannya.

Untuk pengurusnya adalah Ketua Umum DPP Gafatar yaitu Mahful Muis dengan nama baiatnya Imam Hawary adalah mantan Ketua AlQiyadah Islamiyah wilayah Sulawesi Selatan (Makasar) yang sempat ditangkap dan dibawa ke sidang pengadilan (coba ketik Mahful Muis di google)
Wakil Ketua Umum yaitu Wahyu Sandjaya dengan nama baiatnya A Ghazali Muhtadi.

Untuk Pengurus Wilayah DKI Jakarta yaitu Lucky Akri Wibowo

Untuk memastikan coba klik di youtube.com dan ketik Al Qiyadah Al Islamiyah atau Ahmad Musadek, disitu akan terlihat Wahyu Sanjaya duduk berdampingan dengan Ahmad Musadek dalam acara Baiat aliran mereka dan juga ada Berny Satria (Sekjen Gafatar) di video lainnya.

Ciri-ciri ajaran mereka : tidak wajib sholat 5 waktu, tidak wajib puasa ramadhan, syahadat mereka berbeda, yang bukan kelompok mereka dianggap kafir.

Saya menilai GAFATAR akan menyesatkan Umat Islam

Ttd Ahmad Saidi

ERAMUSLIM > SUARA PEMBACA

http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/gerakan-fajar-nusantara-aliran-sesat.htm

Publikasi: Kamis, 23/02/2012 16:09 WIB (nahimunkar.com)

Sampai kini Gafatar masih beroperasi, dan pihak pemerintah daerah dan Kementerian Agama mengharapkan untuk mewaspadainya.

Inilah beritanya.

***

Ormas Ini Dituding

JUM’AT, 06 FEBRUARI 2015

gafatar

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id


TEMPO.COKendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aliran sesat dan paham radikal. Ini menyusul munculnya kelompok masyarakat yang menamakan diri Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu. Ormas ini dinilai telah menyebarkan ajaran yang menyimpang dari akidah Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Tenggara Muhammad Ali Irfan saat ditemui di kantornya mengatakan, dari hasil kajian, Gafatar telah menyebarkan paham menyimpang. Antara lain, mereka tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir.

Mereka juga tidak wajib menunaikan ibadah haji dan melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid. “Kami pernah menggelar diskusi, dan memang Gafatar tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir,” kata Ali Irfan.

Menurut Ali, Gafatar mengakui generasi setelah Nabi Muhammad adalah Ahmad Musadek. “Ia diakui datang ke dunia sebagai utusan Tuhan,” kata Ali Irfan.

Dalam menyebarkan ajarannya, Ali Irfan menuding Gafatar berkedok sebagai organisasi kemasyarakatan. Kelompok ini kerap mengadakan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, sunat massal, aksi bersih lingkungan, hingga memberikan modal usaha dan pupuk untuk pertanian.

“Ini ajaran sesat yang dibungkus dengan kegiatan sosial. Pengikutnya disuruh menandatangani surat pernyataan yang berisi anggota Gafatar harus meninggalkan segala kegiatan yang bernuansa syariah,” kata Ali Irfan.

Atas penemuan itu, menurut Ali Irfan, pihaknya sudah menggelar rapat terpadu dua hari lalu dengan melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, Majelis Ulama Indonesia, dan Muhammadiyah. Forum itu menginstruksikan kepada wali kota dan bupati untuk tidak memberikan izin sekaligus melarang kegiatan Gafatar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara/ Rosniawanty Fikri

(nahimunkar.com)

(Dibaca 23.548 kali, 1 untuk hari ini)