Terbongkar Kasus LGBT di Kalangan Polisi dan Tentara

  • Perwira Polisi Homo Lulusan Akpol Bunuh Diri Setelah Membunuh Pacar yang Juga Lelaki
  • Pebriansyah Ariefana Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:19 WIB

  • Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. [Antara]
  • Si polisi homoseksual itu lulusan Sekolah Polisi Negara atau Akademi Kepolisian (Akpol).
  • SuaraJakarta.id – Seorang perwira polisi homoseksual akhirnya bunuh diri setelah membunuh pacarnya sendiri yang merupakan seorang lelaki. Si polisi gay itu tak senang pacarnya mau menikah dengan perempuan.
  • Si polisi homoseksual itu cemburu. Si polisi homoseksual itu lulusan Sekolah Polisi Negara atau Akademi Kepolisian (Akpol).
  • Kejadian pembunuhan itu 5 tahun lalu.
  • Hal itu dibongkar Indonesia Police Watch atau IPW setelah terbongkarnya ada jenderal homoseksual di kepolisian Indonesia.
  • Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyatakan bertahun-tahun lalu sudah terbongkar kasus LGBT antaranggota Polri.
  • “Bagaimana pun kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi di tubuh Polri,” jelasnya dalam pernyataan persnya.
  • Indonesia Police Watch poun menyoroti eksistensi kelompok LGBT di tubuh Polri. Malahan ada jenderal bintang satu Brigjen EP masuk dalam kelompok orientasi seksual yang dianggap menyimpang tersebut. Ada jenderal LGBT, IPW menduga ada sistem di Polri yang lengah.
  • Untungnya, Kapolri Jenderal Idham Azis bertindak tegas dengan menindak semua anggota Polri yang masuk dalam LGBT.
  • Neta S Pane meminta Polri tak puas dengan memberi sanksi jenderal bintang satu itu. Apalagi sebelumnya Brigjen EP telah menduduki jabatan di Divisi SDM Polri.
  • Munculnya LGBT di lingkungan Polri itu, bagi Neta, mengundang pertanyaan bagaimana kok bisa anggota yang berorientasi LGBT lolos dari seleksi dan rekrutmen Polri.
  • Alamak! 16 Oknum Anggota TNI Terlibat LGBT Langsung Dipecat & Dijebloskan ke Penjara!

Silakan simak ini.

***

 

Perwira Polisi Homo Lulusan Akpol Bunuh Diri Setelah Membunuh Pacar yang Juga Lelaki

Pebriansyah Ariefana Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:19 WIB


Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. [Antara]

Si polisi homoseksual itu lulusan Sekolah Polisi Negara atau Akademi Kepolisian (Akpol).

SuaraJakarta.id – Seorang perwira polisi homoseksual akhirnya bunuh diri setelah membunuh pacarnya sendiri yang merupakan seorang lelaki. Si polisi gay itu tak senang pacarnya mau menikah dengan perempuan.

Si polisi homoseksual itu cemburu. Si polisi homoseksual itu lulusan Sekolah Polisi Negara atau Akademi Kepolisian (Akpol).

Kejadian pembunuhan itu 5 tahun lalu.

Hal itu dibongkar Indonesia Police Watch atau IPW setelah terbongkarnya ada jenderal homoseksual di kepolisian Indonesia.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyatakan bertahun-tahun lalu sudah terbongkar kasus LGBT antaranggota Polri.

“Bagaimana pun kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi di tubuh Polri,” jelasnya dalam pernyataan persnya.

Indonesia Police Watch poun menyoroti eksistensi kelompok LGBT di tubuh Polri. Malahan ada jenderal bintang satu Brigjen EP masuk dalam kelompok orientasi seksual yang dianggap menyimpang tersebut. Ada jenderal LGBT, IPW menduga ada sistem di Polri yang lengah.

Untungnya, Kapolri Jenderal Idham Azis bertindak tegas dengan menindak semua anggota Polri yang masuk dalam LGBT.

Neta S Pane meminta Polri tak puas dengan memberi sanksi jenderal bintang satu itu. Apalagi sebelumnya Brigjen EP telah menduduki jabatan di Divisi SDM Polri.

Munculnya LGBT di lingkungan Polri itu, bagi Neta, mengundang pertanyaan bagaimana kok bisa anggota yang berorientasi LGBT lolos dari seleksi dan rekrutmen Polri.


Neta menilai kasus LGBT ini bisa menunjukkan sistem rekrutmen Polri punya celah.

“Munculnya LGBT di Polri diduga akibat lengahnya sistem rekrutmen di kepolisian serta adanya pembiaran LGBT di lingkungan kepolisian,” ujar Neta.

Neta heran juga jelas-jelas LGBT sudah terlarang di lingkungan Polri.

Polri telah memiliki aturan yang melarang LGBT yakni sesuai aturan yang tertuang di Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Neta mengingatkan Polri untuk bersih-bersih LGBT pada anggotanya.

jakarta.suara.com, Pebriansyah Ariefana Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:19 WIB

***

Alamak! 16 Oknum Anggota TNI Terlibat LGBT Langsung Dipecat & Dijebloskan ke Penjara!


Ga Pake Lama, 16 Oknum Anggota TNI LGBT Langsung Dipecat dan Dijebloskan ke Penjara! /

 
 

16 oknum anggota TNI yang terlibat kasus LGBT telah resmi dipecat dan akan diadili oleh Mahkamah Agung (MA).

Para pelaku tersebut juga akan masuk penjara, karena mereka telah melanggar Surat Telegram (ST) Panglima TNI tentang Larangan terhadap Prajurit TNI dan PNS serta keluarganya untuk tidak melakukan hubungan sesama jenis.

“16 perkara sudah diputus di tingkat kasasi,” kata jubir MA hakim agung Andi Samsan Nganro dalam keterangan tertulis pada Rabu 21 Oktober 2020.

Diketahui, total prajurit yang dipecat sebetulnya lebih dari 16 orang karena masih ada putusan yang baru diketok di tingkat pertama.

Khusus dari Jawa Tengah Tujuh prajurit TNI telah memasuki proses persidangan di Pengadilan Militer II-10 Semarang.

Mereka yang terlibat LGBT tersebut terdiri atas satu personel TNIAngkatan Darat dan 6 personel TNI Angkatan Udara.

“Ada tujuh perkara dengan tujuh terdakwa. Satu dari TNI AD, dan enam dari TNI AU,” kata Wakil Kepala Pengadilan Militer II-10 Semarang Letkol Sus Wahyupi di kantornya, Jumat 16 Oktober 2020.

Humas Pengadilan Militer II-10 Semarang Letkol Asmawi menyebutkan bahwa tujuh terdakwa oknum TNI yang terkena kasus LGBT adalah Serka RR, Pelda AN, Serka AD, Kapten IC, Serka SGN, Serka AAB dan Praka P.

Asmawi mengatakan, untuk Praka P telah sampai pada vonis pemecatan namun ia mengajukan banding.

“Tujuh terdakwa itu RR, AN, AD, IC, SGN, AAB dan P. Yang P kemarin divonis dipecat tapi yang bersangkutan mengajukan banding,” kata Asmawi.

Sebelumnya, kabar mengenai adanya kelompok lesbian gay biseksual transgender (LGBT) di kalangan TNI atau Polri ramai jadi perbincangan publik. Prajurit yang terlibat telah mendapat sanksi pemecatan.

Markas Besar (Mabes) TNI juga menyatakan akan memberikan sanksi yang tegas bagi oknum prajurit TNI yang berorientasi seksual LGBT.

TNI menerapkan sanksi tegas terhadap oknum prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran hukum kesusilaan termasuk di antaranya LGBT,” kata Kepala Bidang Penerangan Umum dari Pusat Penerangan TNI, Kolonel Sus Aidil, dalam keterangan tertulis.

Editor: Acip Setiawan

 

Sumber: RRI

Aulia Nur Arhamni

JAKBARNEWS – – 21 Oktober 2020, 19:49 WIB

(nahimukar.org)

 

(Dibaca 634 kali, 1 untuk hari ini)