Lima tersangka ‘Bungkus Night’ terancam 6 tahun penjara.

“Jadi berdasarkan keterangan yang kita ambil dari mereka yang dimaksud ‘bungkus’ itu maksudnya hubungan badan, hubungan intim,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Senin (20/6).

Para tersangka kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Kelima tersangka ‘Bungkus Night’ terancam 6 tahun penjara atas kasus tersebut.

(Berita ada di bagian bawah, sebelumnya mari kita simak artikel bahaya zina berikut ini).

***

APABILA ZINA TELAH TERSEBAR…

Penulis

 Artikel Sofyan Chalid bin Idham Ruray

 –

February 14, 2022





 


 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه

“Makna ‘Dan nampaknya perzinahan’ yaitu tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]

ZINA PENGHALAL AZAB ALLAH UNTUK SATU NEGERI

Rasulullah bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

ZINA PENGHALANG DOA DIKABULKAN

Rasulullah bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ

“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]

AZAB KUBUR PEZINA DIBAKAR DALAM TUNGKU TANPA BUSANA

Rasulullah bersabda,

فانْطَلَقْنا، فأتَيْنا علَى مِثْلِ التَّنُّورِ – قالَ: فأحْسِبُ أنَّه كانَ يقولُ – فإذا فيه لَغَطٌ وأَصْواتٌ قالَ: فاطَّلَعْنا فِيهِ، فإذا فيه رِجالٌ ونِساءٌ عُراةٌ، وإذا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ مِن أسْفَلَ منهمْ، فإذا أتاهُمْ ذلكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا قالَ: قُلتُ لهما: ما هَؤُلاءِ؟

“Aku berjalan bersama dua malaikat mendatangi satu bangunan seperti tungku pembakaran, ternyata di dalamnya ada suara jeritan dan teriakan, kami pun melihat ke dalam, ternyata di dalam ada kaum laki-laki dan wanita tanpa busana, lalu datang nyala api dari bawah mereka, apabila datang nyala api itu maka mereka berteriak kesakitan. Aku pun bertanya kepada dua malaikat tersebut: Siapa mereka itu?

Di akhir hadits malaikat menjawab,

وأَمَّا الرِّجَالُ والنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ في مِثْلِ بنَاءِ التَّنُّورِ، فإنَّهُمُ الزُّنَاةُ والزَّوَانِي

“Adapun kaum laki-laki dan wanita tanpa busana dalam bangunan seperti tungku pembakaran, maka mereka adalah laki-laki dan wanita pezina.” [HR. Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu’anhu]

ZINA PENYEBAB MUNCULNYA WABAH DAN BERBAGAI PENYAKIT BARU

Rasulullah bersabda,

يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا ، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ ، وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَؤُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ ، إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:

(1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.

(2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.

(3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.

(4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.

(5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”

[HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

https://sofyanruray.info/apabila-zina-telah-tersebar/

***

Selanjutnya, ini beritanya.

***

7 Fakta Kasus Prostitusi ‘Bungkus Night’ Terbongkar di Tempat Spa

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)

Jakarta – 

Polisi mengungkap sejumlah fakta terkait kegiatan bertajuk‘Bungkus Night’ di Hamilton Spa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ‘Bungkus Night’ ternyata sebuah praktik prostitusi yang berkedok panti pijat.

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Semetara pihak kepolisian dan Satpol PP DKI Jakarta telah menyegel Hamilton Spa & Massage yang menjadi venue ‘Bungkus Night’.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan ‘Bungkus Night’ belum terlaksana karena sudah berhasil dicegah polisi.

“Kalau yang sekarang kan bisa dicegah,” ujar Kombes Budhi dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (22/6/2022).

 

Berikut sejumlah fakta yang diungkap polisi terkait ‘Bungkus Night’ di Jakarta Selatan:

1) Lima Orang Jadi Tersangka: Direktur-Manajer

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait ‘Bungkus Night’ ini. Dari pemeriksaan saksi-saksi itu, polisi menetapkanlima orang sebagai tersangka dan ditahan.

“Kita lakukan pemeriksaan kepada saksi 4 orang dan kita lakukan pengembangan 5 orang yang hari ini kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi wartawan, Senin (20/6).

Kelima tersangka di antaranya direktur berinisial ODC, manajer regional DL, tim kreatif AK, dan pengunggah iklan MI.

 


2) Lima Tersangka Dijerat UU ITE dan UU Pornografi

Dijelaskan AKBP Ridwan, kelima tersangka ini dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi.

“Pasal UU ITE Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 masalah kesusilaan dan UU Pornografi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Senin (20/6).

Para tersangka kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Kelima tersangka ‘Bungkus Night’ terancam 6 tahun penjara atas kasus tersebut.

 

Pasal 27 ayat (1) UU ITE berbunyi:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Pasal 45 UU ITE berbunyi:

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”


3) ‘Bungkus Night’ Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Fakta lain yang diungkap polisi adalah tentang apa itu ‘Bungkus Night’.‘Bungkus Night’ tak ubahnya adalah sebuah praktik prostitusi berkedok panti pijat.

“Jadi berdasarkan keterangan yang kita ambil dari mereka yang dimaksud ‘bungkus’ itu maksudnya hubungan badan, hubungan intim,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Senin (20/6).

“Bungkus Night Vol.2′ ini sendiri belum terlaksana. tetapi, dari hasil pemeriksaan polisi, ‘Bungkus Night’ ini tak lain adalah prostitusi di panti pijat yang melibatkan terapis.

 

“Iya, jadi kita lihat dari masalah dengan volume 2 memang desainnya yang mana mereka menyediakan tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak bermoral itu atau kegiatan prostitusi,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Ridwan menyebut lokasi acara ‘Bungkus Night’ di Hamilton Spa memang punya izin tempat spa. Namun undangan acara tersebut malah lebih mengarah ke prostitusi.

“Tapi yang tadinya tempat itu sebenernya memang lokasi pijat ya seperti biasanya, izinnya demikian, tapi dalam undangan mengarah ke sana. Yang kita lihat, itu yang kita lihat mengarah ke sana (prostitusi),” ucap Ridwan.

 


4) ‘Bungkus Night Vol.1’ Sudah Terselenggara 30 Maret

AKBP Ridwan menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka diketahui pernah melakukan kegiatan serupa atau ‘Bungkus Night Vol.1’ pada 30 Maret 2022.

“Ini kan yang kita tangkap perencanaan yang pertama. Mereka lakukan sebelumnya di tanggal 30 Maret,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan kelima tersangka ini berperan dalam perencanaan hingga promosi prostitusi terselubung dengan tema ‘Bungkus Night’ di media sosial.

“Jadi lima orang ini mulai yang dia merancang, dia buat market awal. Kemudian ada yang mencari orang untuk mempromosikan, meng-upload, terus ada juga orang yang dimaksud itu dia itu yang upload ke IG dan menyebarkan ke mana-mana,” jelasnya.

 

5) ‘Bungkus Night’ Promosi untuk Menarik Pengunjung

Polisi mengungkapkan poster yang diberi tajuk ‘Bungkus Night’ adalah promosi yang dilakukan pengelola untuk menarik pengunjung dengan tujuan motif ekonomi.

“Kita masih lakukan investigasi apa ini memang mereka mendapat keuntungan yang besar atau ada hal lain yang menjadi modus mereka itu yang nanti kita dalami,” ujar Ridwan.

Tetapi, kata Ridwan, belum ada peserta yang mendaftar ‘Bungkus Night’. Beberapa orang memang sudah bertanya-tanya soal ‘Bungkus Night’ ini melalui nomor telepon reservasi.

“Dari beberapa keterangan mereka baru mulai menanyakan dan belum ada deal-deal-an kepastian mereka untuk ikut ke dalam acara ini,” ungkap Ridwan.

 

Ridwan menyebutkan belum ada orang daftar ‘Bungkus Night’. Namun beberapa dari mereka sudah menanyakan terkait detail acara tersebut ke nomor khusus.

“Nah untuk pendaftaran untuk saat ini kita belum menemukan sebagai bentuk bukti,” ucap Ridwan.

“Iya ada nomor khusus untuk itu (reservasi),” sambungnya.

 


6) Polisi Sita IG hingga Ponsel Terkait ‘Bungkus Night’

Polisi menyita akun Instagram yang mempromosikan acara tersebut. Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit.

“Iya (disita),” singkat Ridwan.

Selain menyita akun Instagram, polisi menangkap admin dari akun tersebut. Kemudian, para terapis Hamiltom Spa & Massage yang dipromosikan di acara ‘Bungkus Night’ juga akan diperiksa pihak kepolisian.

“Secara bertahap ya kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucap Ridwan.

 

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya menyita ponsel dari para tersangka yang digunakan untuk promosi ‘Bungkus Night’.

“Barang bukti kita mengamankan handphone milik kantor, kemudian HP milik pribadi tersangka MC dan tersangka AK serta tersangka lainnya,” kata Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022).

Budhi mengatakan penyitaan barang bukti ponsel ini berkaitan dengan ajakan ‘Bungkus Night’ yang berbau pornografi.

“Jadi semua sudah kami sita dan di dalam handphone tersebut diduga memang berasal berbau ajakan pornografi,” tambahnya.

 

7) Hamilton Spa Disegel Buntut Kasus ‘Bungkus Night’

Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menyegel Hamilton Spa & Massage terkait viral acara ‘Bungkus Night’. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima tersangka.

“Saat ini untuk tempat tersebut sudah kami lakukan penyegelan dan tidak boleh seorang pun masuk ke wilayah tersebut untuk kami lakukan penyidikan ataupun penyelidikan,” kata Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan di Jaksel, Senin (20/6).

Selanjutnya, Budhi mengimbau masyarakat melapor ke polisi jika ada acara yang berbau pornografi. Polisi tentu akan menindaklanjuti dengan tegas.

“Dan yang terpenting kami mengimbau kepada seluruh masyarakat apa bila ada menemukan informasi-informasi yang kira melanggar aturan maupun hukum jangan segan-segan untuk melapor kepada kami pihak kepolisian untuk menindaklanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Pantauan detikcom pukul 12.35 WIB, Senin (20/6/2022), di salah satu Ruko Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bangunan ini telah disegel. Bangunan ini berwarna hitam.

Terlihat logo menyerupai huruf ‘H’ besar berwarna keemasan di bangunan tersebut. Selain itu, terlihat kain merah yang menutupi sesuatu dari bangunan.

Kemudian, terdapat satu pintu kaca di lokasi ini. Terlihat juga tulisan ‘Hamilton’ berwarna silver di tembok bangunan tersebut.

Terdapat satu garis segel kepolisian bertuliskan ‘Garis Polisi’ terpasang. Selain itu, garis segel berwarna kuning bertulisan ‘Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta’ terpasang.

Kemudian, terlihat tempelan kertas dari Satpol PP DKI yang menghentikan kegiatan sementara di lokasi ini. Namun, tidak tercantum tanggal penutupan ini akan berakhir.

(mea/mea)

Tim detikcom – detikNews

Selasa, 21 Jun 2022 07:38 WIB

(nahimunkar.org)