Masih segar dalam ingatan kita, ketika Najwa Shihab mengundang Ahok sendirian dalam acaranya Mata Najwa beberapa saat lalu.

Dalam acara tersebut Ahok diberikan kesempatan untuk berbicara sepuasnya, sendirian tanpa ada sedikitpun bantahan dari siapapun, bahkan tidak jarang Najwa Shihab terkesan memberikan kesempatan dan ikut membenarkan omongan Ahok yang terkenal asal bunyi alias Asbun.

Dalam acara tersebut, penonton dikagetkan dengan ucapan Ahok yang sudah melewati batas, ketika dia mengucapkan kalo Tuhan ngaco akan dia lawan. (Baca: Ahok: “Kalau Tuhan Ngaco Juga Gue Lawan!”)

Namun ucapan Ahok ini seakan membenarkan jika Tuhan bisa berbuat ngawur pada suatu saat. Ahok sepertinya tidak pernah belajar semasa kecilnya.

Saya masih ingat ketika kecil dalam sebuah perdebatan sesama kami, selalu membawa nama pejabat ataupun institusi sebagai kawan untuk menghancurkan argumen teman kami agar kalah, dan puncaknya ketika menyebut nama Tuhan, semua akan langsung terdiam, karena kami tahu Tuhanlah yang tertinggi dari semuanya.

Ahok yang memang terkenal arogan, sombong, justru merasa besar dan berani mengatakan jika suatu saat Tuhan pasti akan berbuat Ngawur kepada dirinya, dan itu akan dia lawan.

Siapakah yang tidak kenal Podomoro, dengan segala macam kekuatan finansialnya, bahkan menurut saya Agung Podomoro Land (APL) dipastikan memiliki berbagai macam jaringan

yang bisa dia gerakkan untuk melancarkan segala jenis urusannya.

Namun tidak kali ini, KPK sekali lagi diberikan kesempatan untuk bisa memperlihatkan kewajibannya, sebagai salah satu penegak hukum KPK digerakkan untuk melakukan penangkapan tangan terhadap Sanusi yang menerima suap dari Presiden Direktur APL, Ariesman Widjaja.

Pelan namun pasti, semua teman Ahok yang berasal dari para pengusaha konglomerat Indonesia dari etnis Cina/Tionghoa mulai memasuki babak baru dalam hukum.

Bahkan KPK tidak bisa diam apalagi berkelit dari kasus ini, karena sudah melibatkan sebuah kekuatan besar, yaitu rakyat, walaupun itu kekuasaan maupun finansial akan dipakai untuk membungkam kasus ini, namun KPK harus ingat rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini.

Ahok sudah mulai berkelit, di awal dia mengatakan jika APL telah mengkhianati dirinya, lalu dilain kesempatan, menyatakan jika APL tidak memiliki hubungan dengan Pemprov DKI soal reklamasi pantai utara Jakarta.

Segala macam pembelaan Ahok yang dimuat di berbagai media, bukannya malah semakin mengangkat dirinya, namun justru semakin membuka bobrok kebohongannya, karena setiap ucapannya harus dia sangkal dengan membuat kebohongan baru.

Dan yang paling menyakitkan ketika Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung sudah mengeluarkan pernyataan jika Surat Ijin Reklamasi adalah hak Pemerintah Pusat dan bisa dikeluarkan oleh Daerah jika sudah didelegasikan kepada Daerah, pertanyaannya sudahkah Pemerintah pusat mendelagasikan kepada Ahok?

Rasanya pengen tahu apakah Ahok berani sesumbar jika kasus yang semakin membelitnya dan mulai menyeret berbagai pemegang kekuasaan dari belakang layar, adalah karena Tuhan telah ngawur kepada dirinya?

Kita tunggu saja apakah Ahok berani sesumbar lagi jika ini memang karena Tuhan telah ngawur hingga semua yang disembunyikannya mulai terungkap satu persatu.

Wallahualam Bissawab.

*Sumber: actual/portalpiyungan.com –  Senin, 11 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 13.120 kali, 1 untuk hari ini)