• MA: Anand Krishna Bisa Langsung Dieksekusi Penjara
  • Tim Pembela Korban: Segera Eksekusi Anand Krishna
  • Selain kasus terbukti berbuat cabul, Anand Krishna Bersama IAIN/ UIN Jakarta Berupaya Memusyrikkan Ummat Islam. Namun masalah yang sanat membahayakan bagi Ummat Islam ini akan diadukan pula atau tidak, belum diperoleh penjelasan pasti. Semoga Anand Krishna dan orang-orang IAIN/ UIN yang merusak Islam itu dipenjarakan, dan diadzab Allah Ta’ala. Karena sangat keterlaluan, atas nama pendidikan tinggi Islam namun justru sangat merusak Islam! Sebagian juga sudah ada yang sekaratnya lama atas adzab Allah Ta’ala dengan sakit yang sangat dahsyat dan jarang diderita orang sebelum matinya, namun ternyata tidak menjadi peringatan pula bagi mereka yang masih hidup. Padahal dalam hadits, cukuplah dengan kematian itu sebagai nasehat.

***

Anand Krishna (ari saputra/detikcom)

Jakarta Simpang siur lamanya hukuman bagi tokoh spiritual Anand Krishna terjawab. Mahkamah Agung (MA) menyatakan pemilik asli Krisna Kumar Tolaram Gang Tani harus mendekam selama 2,5 tahun di penjara.

“Kasasi jaksa dikabulkan. Menghukum terdakwa selama 2 tahun 6 bulan,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur kepada detikcom, Jumat (3/8/2012).

Majelis kasasi yang terdiri dari Zaharuddin Utama dengan dua hakim agung Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul sepakat jika Anand telah terbukti melakukan perbuatan cabul. Hal ini sesuai diatur dalam pasal 294 ayat ke 2 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang ‘Perbuatan Cabul’.

“Putusan dibuat dengan suara bulat oleh majelis hakim,” ujar Ridwan.

Seperti diketahui Anand ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang muridnya, Tara. Lalu Anand dijadikan tersangka dalam kasus tersebut dan duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pada 22 November 2011, majelis hakim PN Jaksel yang diketuai oleh Albertina Ho memvonis Anand bebas. Anand tidak terbukti melakukan perbuatan asusila sebagaimana yang didakwakan.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan pertama dan kedua. Membebaskan terdakwa dari kedua dakwaan,” kata Albertina Ho kala itu. Tak terima, jaksa kasasi dan dikabulkan MA.

(asp/nrl) Salmah Muslimah – detikNews, Jumat, 03/08/2012 10:24 WIB

***

MA: Anand Krishna Bisa Langsung Dieksekusi Penjara

Jakarta Anand Krishna dihukum 2,5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) karena berbuat cabul kepada muridnya, Tara Pradipta Laksmi. Menurut MA, putusan ini bisa langsung dieksekusi usai petikan putusan dikirim ke jaksa.

Sebab putusan tersebut inkracht sehingga otomatis memiliki kekuatan hukum mengikat dan bisa segera dilaksanakan. “Putusan ini inkracht, otomatis sudah bisa dilaksanakan, upaya hukum PK tidak menghambat eksekusi,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur kepada detikcom, Jumat (3/8/2012).

Menurut Ridwan, PK tidak akan menunda jaksa untuk menjebloskan Anand ke penjara. Setelah putusan dijatuhkan maka saat itu juga eksekusi bisa dilakukan. “Silakan saja hak dia jika mau PK, kalau petikannya sudah sampai di jaksa, maka bisa langsung dieksekusi, dipenjarakan,” ujar Ridwan.

Terkait keinginan keluarga Anand akan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional, MA mempersilakan keinginan tersebut. Hal tersebut merupakan hak setiap warga negara untuk melakukan upaya hukum jika tidak puas dengan hasil putusan. “Terserah dia, itu hak setiap masyarakat. Pokoknya majelis MA sudah menjatuhi putusan seperti itu,” ujar Ridwan.

Seperti diketahui, majelis kasasi yang terdiri dari Zaharuddin Utama dengan dua hakim agung Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul sepakat Anand telah terbukti melakukan perbuatan cabul. Hal ini sesuai diatur dalam pasal 294 ayat ke 2 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang ‘Perbuatan Cabul’.

“Kasasi jaksa dikabulkan. Menghukum terdakwa selama 2 tahun 6 bulan,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur. Putusan MA ini menganulir putusan PN Jaksel yang membebaskan Anand.

(asp/nrl) Salmah Muslimah – detikNews Jumat, 03/08/2012 17:15 WIB

***

Berita sebelumnya sebagai berikut.

Kamis, 02/08/2012 19:48 WIB

Tim Pembela Korban: Segera Eksekusi Anand Krishna

Jakarta Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi jaksa terkait perbuatan cabul yang dilakukan Anand Krishna disambut baik oleh tim pembela korban. Hal ini menunjukkan usaha Anand yang mencitrakan diri sebagai orang yang didzalimi sirna sudah.

“Kami mendapat kabar ini justru dari rekan media. Kalau benar, maka ini kejutan, puji Tuhan,” kata koordinator Tim Pembela Korban Anand Krishna (TP-KAK), Agung Mattauch kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

Putusan ini menjadi bukti jika selama ini Anand hanya mencitrakan diri sebagai orang yang terdzalimi. Agung berharap putusan kasasi ini segera dapat dieksekusi oleh jaksa. “Kami mengharapkan Anand segera dieksekusi, takut keburu buron,” ujar Agung.

Hal senada juga disampaikan tim pembela lainnya, Hamim Jauzi. Menurut Hamim, putusan kasasi ini sudah tepat karena sesuai keterangan saksi-saksi yang terungkap di pengadilan.

“Pelibatan ahli hipnotherapy dan psikolog dari UI, E Kristi Poerwandari merupakan hal baru dari kasus semacam ini. Kebanyakan orang tidak percaya bahwa kasus ini memang nyata terjadi. Bahkan banyak pegiat kebebasan beragama menuding kasus ini rekayasa,” ujar Hamim.

Sementara itu, kubu Anand mengaku menunggu salinan putusan sebelum memberikan komentar lebih lanjut. Tetapi pihaknya akan mematuhi dan menghormati putusan kasasi itu. “Kami menghormati putusan tersebut. Pak Anand masih di Indonesia dan tidak akan kabur,” kata Humprey Djemat saat berbincang dengan detikcom, Kamis (2/8/2012).

Seperti diketahui Anand ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang muridnya, Tara. Lalu Anand dijadikan tersangka dalam kasus tersebut dan duduk sebagai terdakwa di PN Jaksel.

Pada 22 November 2011, PN Jaksel memvonis Anand bebas. Anand tidak terbukti melakukan perbuatan asusila sebagaimana yang didakwakan. Tak terima, jaksa kasasi dan dikabulkan MA.

“Mengabulkan kasasi jaksa,” bunyi putusan yang dibikin ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan dua hakim agung Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

(asp/try) Andi Saputra – detikNews

***

Kiprah Anand Krishna memusyrikkan Ummat Islam. Sebagaimana tulisan berikut ini.

Anand Krishna Bersama IAIN/ UIN Jakarta

25 July 2012 | Filed under: Aliran Sesat,Dunia Islam,Featured,Indonesia,Sepilis,Tokoh | Posted by:nahimunkar.com

Berupaya Memusyrikkan Ummat Islam

Anand Krishna baju putih, Nasaruddin Umar baju batik/ foto anandashram.asia. Komaruddin Hidayat baju jas/ foto; wulanwahidah

Dari Mujahid mengenai firman Allah  وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada (penyembahan) berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

  • Dalam buku Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan karya Hartono Ahmad Jaiz diuraikan panjang tentang aneka kesesatan buku-buku Anand Krishna dan kesesatan pendukungnya di antaranya pemberi kata pengantar yaitu Komarudin Hidayat dan Nasaruddin Umar, dua-dudanya orang penting di IAIN Jakarta (kini UIN Jakarta).
  • Mereka ramai-ramai memurtadkan Ummat Islam, bekerjasama antara IAIN/ UIN dengan orang kafir, yang orang kafirnya kini terjeblos (February 2010) dalam kasus dugaan pelecehan seksual pula.
  • Sementara itu Nasaruddin Umar tampak “berjuang” untuk memidanakan Ummat Islam yang nikah siri ataupun berpoligami. Sudah bekerjasama dengan orang kafir yang memurtadkan Ummat Islam, masih pula mau memidanakan Ummat Islam yang nikah siri atau berpoligami. Sebenarnya apa yang mereka cari?
  • Kasus korupsi pengadaan kitab suci Al-Qur’an yang sangat mengagetkan masyarakat Indonesia adalah peristiwa yang berkaitan dengan Kementerian Agama RI yang pejabat dirjennya saat itu adalah Nasaruddin Umar. Kasus ini sedang diproses oleh KPK.
  • Sayangnya, di Indonesia ini kasus pemurtadan ataupun pemusyrikan lewat UIN – IAIN dan semacamnya tidak pernah diusut, hingga oknum dosen UIN-IAIN yang jelas-jelas menikahkan atau memberi jalan untuk nikah bagi wanita muslimah dengan lelaki kafir pun justru tuman dan tidak kapok padahal melanggar Islam dan  undang-undang. Kenapa? Ya karena tidak ada hukuman apa-apa. Atau memang benar-benar lembaga resmi pendidikan tinggi Islam itu untuk pemurtadan dan pemusyrikan?

Anand Krishna yang memurtadkan Ummat Islam dengan cara dididik agar meninggalkan shalat dan kewajiban syari’at ternyata diberi tempat di IAIN Jakarta, kini UIN Jakarta, bahkan di bagian masjidnya, yakni Masjid Fathullah.

Buku-buku Anand Krishna yang berisi pelecehan Islam dan pemurtadan pun diberi kata pengantar orang IAIN Jakarta, di antaranya komaruddin Hidayat (kini rector UIN Jakarta), dan Nasaruddin Umar wakil rector IV IAIN Jakarta (kini Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama) yang kini mencuat keributan tentang RUU (rancangan Undang-undang) Peradilan Agama tentang Perkawinan. Nasaruddin Umar tampak sangat bersemangat untuk segera diproses dan disahkan RUU yang di antara isinya memidanakan pelaku nikah poligami (beristeri lebih dari satu) dan nikah siri (tanpa dicatatkan ke KUA-kantor urusan agama).

Di saat gonjang-ganjing berita ramainya kasus Anand Krishna dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan dan bahkan belakangan dilaporkan ke polisi dalam kasus pelecehan seksual atas murid-mrid wanitanya (tujuh sampai sembilan wanita), terungkap mantan-mantan murid Anand Krishna yang telah bertaubat lantaran merasa dimurtadkan. Namun pihak IAIN Jakarta (ini UIN Jakarta) yang dudah sekitar 10-an tahun tampak ada hubungan bahkan dukungan fasilitas tempat, pemberian kata pengantar buku-buku Anand Krishna dan sebagainya, beum ada tanda-tanda bertaubat, apalagi mengumumkan ke masyarakat tentang pemurtadan yang dilaksanakan secara bersekongkol dengan orang kafir itu.

Bahkan terakhir tahun 2009 masih disusul oleh orang UIN Jakarta yang rupanya tidak mau ketinggalan dalam mendukung kekafiran semacam yang diajarkan Anand Krishna. Yakni adanya orang UIN Jakarta yang mendukung Yoga, dan bahkan semacam disejajarkan dengan shalat. Padahal Yoga diharamkan oleh MUI bagi Muslimin.

Untuk memperjelas pemurtadan yang dilakukan Anand Krishna dan didukung IAIN Jakarta (kini UIN Jakarta), mari kita simak pengakuan mantan murid Anand Krishna di tautan berikut ini:

https://www.nahimunkar.org/16475/anand-krishna-bersama-iain-uin-jakarta/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.146 kali, 1 untuk hari ini)