Bagaimana jadinya kalau pemimpin suatu negeri, bahkan berbagai negeri justru mendukung dan menerima dana untuk kerusakan dan kebejatan moral yang terkutuk dan telah diazab itu seperti berita terbaru sekarang ini? UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta atau sekitar Rp108 miliar untuk Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Ancaman Allah Ta’ala pun jelas tegas:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا } [الإسراء: 16، 17]

  1. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, 17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya [Al Isra”,16-17]

Dahsyatnya ancaman Allah Ta’ala itu sangat penting untuk diperhatikan dan direnungkan. Apalagi di saat adanya berita bahwa  UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Ingat, ular besar yang sebenarnya biasa nguntal (menelan) mangsa yang lebih besar dari badan ular itu sendiri pun mampus merana ketika menelan sembarang binatang. Misalnya menelan landak, maka ular itu akan sobek dan mampus karena tertusuk duri-duri landak.

Dana untuk mendukung LGBTI bukan sekadar seperti tajam dan bahayanya duri landak. Meskipun demikian, kalau memang maunya lebih nista dibanding ular rakus yang akhirnya mampus merana…, ya semoga saja Allah Ta’ala menyelamatkan Umat Islam (yang elama ini seolah senantiasa jadi sasaran), padahal Umat Islam telah jijik dengan kelakuan menjijikkan itu.

Inilah sorotannya.

***

Terima Dana Pemekaran LGBT dari UNDP, Pengamat : Pemerintah Jokowi Tak Peka Ajaran Agama.

POSMETRO INFO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Bowo Sigit Prabowo menilai, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) abai terhadap kondisi sosial bangsa Indonesia. Hal tersebut menanggapi adanya dana dari United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB senilai Rp 107,8 miliar untuk program LGBT di Indonesia.

Menurut politisi dari Partai Golkar itu, seharunya pemerintah bisa memfilter bantuan-bantuan dari internasional. Terlebih, saat adanya wacana ihwal bantuan UNDP yang berkaitan dengan LGBT, seharusnya pemerintah menolaknya.

“Dan pemerintahan Jokowi ini, boleh saya katakan, tak peka terhadap kondisi sosial bangsa kita,” kata Bowo kepada Republika, Ahad (14/2).

Ia menjelaskan, tidak ada satupun agama yang membenarkan LGBT di Indonesia. Kemudian, tidak ada sosial budaya Indonesia yang mengajarkan LGBT. Sehingga, menurutnya, jika dana UNDP tersebut dapat mengalir ke Indonesia, artinya pemerintahan Jokowi sangat lalai dan menyepelekan tentang budaya bangsa.

“Bagaimana hal yang peka, yang bisa membuat  kegaduhan bangsa ini, itu dibiarkan oleh negara untuk diterima,” ujar Bowo.

Seharusnya, ia mengatakan, jika memang pemerintah ingin menerima dana bantuan dari UNDP, harus dijelaskan persoalan yang lebih penting, seperti anak-anak terlantar, persoalan perempuan, kesehatan, pendidikan dan banyak lainnya.

“Pemerintahan Jokowi tak peka terhadap kondisi bangsa kita, ini kan kalau lebih peka, harusnya dilarang tahun 2015, karena dananya sejak 2014,” jelasnya.[republika] / posmetro.info/14 Februari 2016

***

UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Mari kita simak peringatan dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala telah mengazab kaum sodom, kaumnya Nabi Luth ‘AS yang bejat tingkahnya dengan melakukan sodomi alias homosex:

{فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82) مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ} [هود: 82، 83]

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. [Hud,82-83]

Dalam kisah diazabnya kaum sodom itu, pemimpin yang telah memperingatkannya, yaitu Nabi Luth ‘alaihissalam dan para pengikutnya yang beriman, mereka diselamatkan oleh Allah Ta’ala dari Azab.

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ٨١ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٨٣ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٨٤ [سورة الأعراف,٨٠-٨٤]

  1. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? 81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas, 82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”, 83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan), 84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu [Al A’raf,80-84]

Sebaliknya, bagaimana jadinya kalau pemimpin suatu negeri, bahkan berbagai negeri justru mendukung dan mendanai kerusakan dan kebejatan moral yang terkutuk dan telah diazab itu seperti berita terbaru sekarang ini?

Ancaman Allah Ta’ala pun jelas tegas:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا } [الإسراء: 16، 17]

  1. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, 17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya [Al Isra”,16-17]

Dahsyatnya ancaman Allah Ta’ala itu sangat penting untuk diperhatikan dan direnungkan. Apalagi di saat adanya berita bahwa  UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Ingat, ular besar yang sebenarnya biasa nguntal (menelan) mangsa yang lebih besar dari badan ular itu sendiri pun mampus merana ketika menelan sembarang binatang. Misalnya menelan landak, maka ular itu akan sobek dan mampus karena tertusuk duri-duri landak.

Dana untuk mendukung LGBTI bukan sekadar seperti tajam dan bahayanya duri landak. Meskipun demikian, kalau memang maunya lebih nista dibanding ular rakus yang akhirnya mampus merana…, ya semoga saja Allah Ta’ala menyelamatkan Umat Islam (yang elama ini seolah senantiasa jadi sasaran), padahal Umat Islam telah jijik dengan kelakuan menjijikkan itu.

Peringatan tegas ini bukan karena ingin dipanjang lebarkan, atau dilebih-lebihkan, tetapi memang sangat perlu disampaikan, karena manusia masa kini terutama yang sedang memegang kendali kekuasaan di dunia memang kelakuannya menjijikkan (itupun yang jadi sasaran biasanya adalah Umat Islam).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.142 kali, 1 untuk hari ini)