Ada yang mengingatkan lewat statusnya, hendaknya kita jangan banyak waktu tersita untuk mikirin mereka mereka. Lebih baik siapkan bekal diri untuk menghadapi akherat.

Alhamdulillah. Itulah nasihat yang tepat dan manfaat.

Gunakan waktu sebaik-baiknya.

Kerjakan kewajiban dan lainnya untuk bekal akherat.

Ingatkan Umat agar jangan terlena apalagi terjerumus, tunjuki kebaikan, cegah kemunkaran/ keburukan.

Menjamurnya penjerumus-penjerumus, memerlukan pihak-pihak yang menyelamatkan Umat agar tidak terjerumus. Kalau sekadar kena glembuk dan bujuk mengenai dunia, jabatan dan sebagainya lalu kecewa, itu kejeblos soal dunia. Walau kecewa, tapi sifatnya sementara. Namun bila glembuk dan bujuk itu mengakibatkan terjerumus yang menyangkut celaka di akherat, itulah perkara gawat keliwat-liwat alias sangat. Maka perlu senantiasa Umat ini diingatkan dengan benar, sesuai tuntunan yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tunjukkan.

Tetap teguh memegangi apa yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keadaan umat sudah rusak, itu diberi khabar gembira seperti ini:

 «الْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي لَهُ أَجْرُ شَهِيدٍ»

الراوي : أبو هريرة | المحدث : السيوطي | المصدر : الجامع الصغير

الصفحة أو الرقم: 9152 | خلاصة حكم المحدث : حسن

“Orang yang berpegang teguh kepada sunnahku dikala umatku sudah rusak (melakukan bid’ah dan munkarat) maka baginya pahala orang yang mati syahid “ (HR Thabrani, Hadits dari Abu Hurairah dalam Jami’ush Shaghir As-Suyuthi, berderajat hasan)./ dorar.net

Mari kita persiapkan bekal akherat dengan tetap berpegang teguh kepada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memperingatkan Umat ini agar tidak terlena dengan perkara-perkara yang akan jadi bahan sesalan di akherat kelak. Apalagi di dunia sudah kena glembuk dan bujuk hingga kecewa ke mana-mana, sedang di akherat entah apa bekalnya tidak jelas, akibat lalai dan terlena dengan kehidupan dunia.

Semoga kita terbebas dan selamat dari aneka glembuk, yang merugikan dunia maupun apalagi akherat.  Aaamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

==========

*. ‘Glembuk’ mempunyai makna, ‘ngojok-ngojoki supaya gelem’ (mempengaruhi secara persuasif supaya mau). Namun, pada tingkat tertentu ‘Glembuk’ bisa sampai mempunyai arti ‘Ngapusi’ (membohongi)./voaislam

Oleh : Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 621 kali, 1 untuk hari ini)