Ilustrasi : Muslimah.Or.Id


Saya baru tahu, bahwa ada orang lebih tahu tentang diri saya, daripada saya sendiri! Bahwa ternyata saya ini punya banyak istri, ada yang istri sah, ada istri yang sirri, plus ada pacar, dan lain-lain. Dan sebagainya. Macam-macam lagi.

Dan bahwa yang memberitahu orang-orang ini mengaku pula sebagai ‘jama’ah saya’. Orang Surabaya. ?????????

Sebelum ini, ada pula berbagai hal aneh tentang saya (yang) saya dengar, baca, ketahui. Bahkan sebenarnya sudah dapat dituntut berdasarkan hukum ITE. Sudah pula disarankan oleh para sahabat dan penasihat hukum saya. Tapi saya diamkan. ?☺

Saya titip ke mereka ini:

Sampaikan, dari Abu Taqi:

“Gendheng!”

“Dan terimakasih, alhamdulillaah, dosa-dosa saya kalian ambil.”

???????

“Tolong sampaikan ini:”

وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

“Barangsiapa yang berkata tentang seorang mu`min yang tidak ada padanya, (maka) Allah akan menempatkannya pada lumpur Ahli Neraka, sampai dia keluar dari apa yang dia ucapkan.”

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa berbuat kezhaliman terhadap saudaranya (orang lain), hendaklah dia meminta maaf atas kezhalimannya. Karena (pada hari Kiamat), di sana tidak ada dinar (dan) tidak pula dirham sebagai penebusnya, sebelum diambil kebaikan dari dirinya untuk saudaranya tersebut. Apabila dia tidak memiliki kebaikan, maka diambillah kejelekan saudaranya tersebut dan dilimpahkan kepadanya.”

HR Abu Dawud, dan dinilai shahih oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib, no. 2845.

Surabaya, 1 Oktober 2017 malam, ‘Hari Kesaktian Abu Taqi’

via FB AbuTaqi Machiky Mayestino TrionoSoendoro

***

Rodghah al-khabal

Jika seseorang melakukan buhtan yakni menuduh seorang muslim, padahal tuduhan itu tidak berdasarkan fakta dan kenyataan, apalagi tidak ada saksi dan bukti, maka tuduhan itu akan membawanya kepada keburukan di hari kiamat, yakni Allah Subhanahu Wata’ala akan menempatkannya di “rodghah al-khabal”, sampai ia keluar dari ucapannya tersebut.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنها قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: وَ مَنْ قَالَ فىِ مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيْهِ أَسْكَنَهُ اللهُ رَدْغَةَ اْلخَبَالِ حَتىَّ يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

الراوي: عبدالله بن عمر
المحدث: الألباني
– المصدر: صحيح أبي داود
– الصفحة أو الرقم: 3597
خلاصة حكم المحدث: صحيح

Hukum hadis: Shahih oleh al-Albani di dalam Shahih Abu Daud.

Dari Abdullah bin Umar radliyallahu anhuma berkata, aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berkata mengenai seorang mukmin yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya pada “rodghah al-Khabal” sehingga ia keluar dari apa yang ia katakan”

Di dalam hadis di atas terdapat ancaman keras bagi seseorang yang menuduh seorang mukmin dengan suatu tuduhan yang tidak pernah orang itu lakukan yakni Allah Subhanahu Wata’ala akan menempatkan dan meletakkannya pada “rodghah al-Khabal”, yakni tempat yang berisi cairan dari penduduk neraka berupa keringat, darah, nanah, kotoran dan sebagainya dari mereka sampai ia keluar dari apa yang ia katakan atau mencabut tuduhannya tersebut. Nauzubillah.. Ini juga menunjukkan betapa besarnya dosa memfitnah orang, seksaannya dan pengharamannya./ amenudden’s Blog

***

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Orang muslim itu adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 958 kali, 2 untuk hari ini)