Umat Islam senantiasa jadi incaran. Bahkan ketika sedang terkena musibah atau yang lebih besar lagi berupa bencana, maka biasanya tetap jadi incaran. Seakan justru itu moment yang ditunggu-tunggu oleh para durjana yang ingin menggondol keimanan Umat Islam.

Pihak-pihak yang mengintai Umat Islam untuk dimurtadkan, kadang seperti mendapatkan moment yang tepat untuk menggarap Umat Islam untuk dimurtadkan. Entah itu dengan dalih memberikan bantuan, sumbangan, penanganan dari trauma akibat bencana, dan aneka dalihnya.

Tidak ketinggalan pula dukun-dukun alias konco syetan yang bahasa Islamnya wali syetan pun bergentayangan untuk memusyrikkan Umat Islam yang kena bencana. Dengan cara ini itu, bahkan kemudian diadakan upacara kemusyrikan seperti membuat sesajen, menyembelih binatang untuk tumbal, dan aneka macam sejenisnya yang merupakan syirik akbar yang bias mengeluarkan pelakunya dari Islam alias menjadi musyrik, murtad, hilang atau batal Islamnya.

Belum lagi dari partai-partai yang kemungkinan bahkan anti Islam pun bertandang untuk menggarap Umat Islam yang sedang tertimpa bencana. Janji-janji manis pun kemungkinan dirayukan, padahal akan menggerus Iman Islam masyarakat yang dibujuk-bujuk ketika sedang terkena bencana itu, setelah nantinya pihak politik itu berkuasa.

Wadya bala syetan – iblis tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ketika Umat Islam sedang kena musibah dan perlu bantuan pertolongan. Bahkan sangat menghinakan Umat Islam tingkah polahnya, dan sangat menyakitkan. Lebih menyakitkan lagi ketika pemurtadan itu dibantu oleh petinggi NU, lalu dibangga-banggakan pula.

Di antara contohnya ini.

***

Kristenisasi Korban Bencana Merapi Didukung Petinggi NU?

Posted on 6 Desember 2010 – by Nahimunkar.com

Kristenisasi Korban Bencana Merapi Didukung Petinggi NU?

Pemurtadan terhadap Ummat Islam sudah sangat meresahkan. Karena para pengungsi korban Letusan Merapi dari tiga dusun di Kecamatan Dukun, Magelang, pekan lalu dikumpulkan di masjid, lalu dimurtadkan, dengan cara dibagikan roti pemberkatan oleh Rohaniawan dan Relawan mereka, dan yang hadir di dalam Masjid semuanya diberkati atas nama Tuhan Yesus.

Itu dilakukan dengan kedok pemberian santunan kepada korban bencana Merapi oleh Yayasan Citra Kasih dan Anak Nusantara Berbagi Kasih dari Jakarta dan Temanggung.

Astaghfirullah…! Pemurtadan itu telah menginjak-injak hak beragama Ummat Islam, berkedok pemberian santunan kepada Ummat Islam yang sedang tertimpa musibah. Namun anehnya, kejahatan itu justru dari sisi lain ditambah dengan sikap yang sangat menyakitkan Ummat Islam yang masih memiliki ghirah Islamiyah.

Betapa sakitnya, di saat Ummat Islam dimurtadkan oleh pihak Kristen saja dengan cara dikumpulkan di masjid, malahan petinggi NU ((Nahdlatul Ulama) justru terkesan membanggakan gerakan jahat pemurtadan terhadap Ummat Islam oleh pihak Nasrani itu.

Di saat Ummat Islam sedang perih dan pilu hatinya itu, tergores lagi oleh berita ini:

Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) menegaskan, kerjasama antara NU dengan HKBP sudah berjalan dan itu dibuktikan saat bencana Gunung Merapi, HKBP menyumbangkan bantuan ke Magelang dimana di sana mayoritas warga NU yakni tujuh kontainer. ( medanbisnisdaily.com, Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB)

Ungkapan Said Agil Siradj itu untuk menandaskan apa yang sedang dia kerjakan yakni menandatangani naskah kerjasama antara NU dengan pihak kafir, HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), dan naskahnya diserahkan oleh Said Agil kepada pihak HKBP di Medan, 1 Desember 2010.

Ini beritanya:

Teken MoU

Setelah kasus Ciketing, kata Ephorus, NU dan HKBP menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk membangun kebersamaan secara terus menerus dan bukan insidentil. Tujuan kerjasama itu, demi kebangsaan dan keinginan mengenal sesama.

“Karena tujuannya kebangsaan, diharapkan kerjasama ini bukan hanya NU-HKBP, tapi kerjasama antar gereja dengan NU bahkan dengan Muhammdiyah dan lainnya. Diharapkan dilakukan kerjasama antara UHN dengan IAIN, sehingga kerjasamanya bukan lagi dengan HKBP saja tapi semua gereja,” jelas Ephorus.( Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB,http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/12/02/9639/said_agil_lupakan_ciketing_mari_bangun_kebersamaan/)

Tingkah petinggi NU yang menyakitkan bagi Ummat Islam itu tentu saja bukan hanya menyakitkan bagi Ummat Islam, namun bagi warga NU sendiri yang masih taat agama dan berfikiran waras, bukan menjual agama demi sak cokotan belaka. (haji).

(nahimunkar.com)

***

Umat Islam Tiga Dusun Diberkati di dalam Masjid

Posted on 6 Desember 2010 – by Nahimunkar.com

Umat Islam Tiga Dusun Diberkati di dalam Masjid

Pola kristenisasi di daerah bencana Merapi di Magelang kian norak dan kasar. Setelah ditemukan kasus pembagian Injil di komunitas Islam, Selasa (30/11/2010) kemarin Relawan Masjid Indonesia menemukan kasus baru yang membuat geram kita. Tepatnya terjadi di tiga dusun yang berbeda, yakni di Dusun Kembar, Dusun Karang Gondang, dan Dusun Dukuh, ketiganya ada di desa Ngadipura, kecamatan Dukun, Magelang.

Setelah warga pulang dari barak pengungsian, mereka tinggal di dusun mereka sendiri. Kemudian ada pengumuman pembagian bantuan di Masjid. Warga pun kemudian berbondong-bondong kumpul di dalam Masjid. Setelah berkumpul, warga dibagi bantuan, antara lain nasi bungkus, beras, dan sembako lainnya. Juga diadakan acara untuk menghilangkan trauma bencana oleh Yayasan Citra Kasih dan Anak Nusantara Berbagi Kasih dari Jakarta dan Temanggung.

Terakhir di acara tersebut, dibagikan roti pemberkatan oleh Rohaniawan dan Relawan mereka, dan yang hadir di dalam Masjid semuanya diberkati atas nama Tuhan Yesus. Acara tersebut berlangsung di dalam Masjid, dan dihadiri oleh mayoritas warga yang beragama Islam. Inilah kelicikan mereka, di saat warga membutuhkan bantuan, mereka gunakan untuk melakukan pemurtadan, dan parahnya lagi dilakukan di dalam Masjid.

Investigasi Relawan Masjid Indonesia, terjadi pola kristenisasi seperti ini di tiga dusun. Kasus ini diceritakan oleh warga di daerah tersebut, kepada Ust. Muhammad Jazir Asp. dari Relawan Masjid Indonesia setelah 1 pekan kejadian tersebut.

M. Fanni Rahman

Koordinator Relawan Masjid Indonesia,

Sekretariat : Masjid Jogokariyan, Jl. Jogokariyan 36 Jogja.

Cp. 085 228 44 6666

Sumber: eramuslim, Minggu, 05/12/2010 07:46 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.304 kali, 1 untuk hari ini)