Inilah beritanya.

***

Menteri Agama Minta Maaf atas ‘Postingan’ @Kemenag_RI di Twitter

Cuplikan pernyataan Kemenag Lukman Hakim Saifuddin via Twitter, Senin (30/3/2015). (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf atas sebuah postingan dari akun Twitter @Kemenag_RI yang secara sepihak mengajak kepada netizen agar berhati-hati dalam akses situs yang terindikasi memuat paham radikal. Pernyataan Lukman Hakim tersebut dimuat pada akun twitternya, @lukmansaifuddin, Senin malam (30/3/2015).

“Kemenag sama sekali tak tahu menahu perkara pemblokiran sejumlah situs yang dinilai berindikasi memuat paham radikal”, ujar Lukman Hakim.

“Di tengah ketidaktahuan itu, admin @Kemenag_RI mem-posting ajakan berhati-hati akses situs yang terindikasi muat paham radikal. Postingan @Kemenag_RI itu memuat 19 (sembilan belas) situs yang diblokir oleh Kemenkominfo atas permintaan BNPT”, tambah Kemenag.

Berikut ini klarifikasi selengkapnya dari Lukman Hakim Saifuddin via Twitter:

0/11. Terkait dg banyaknya mention ke saya ttg pemblokiran sejumlah situs dg hashtag #KembalikanMediaIslam , berikut ini #klarifikasi saya.

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

1/11. Kemenag sama sekali tak tahu menahu perkara pemblokiran sejumlah situs yg dinilai berindikasi memuat paham radikal. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

2/11. Di tengah ketidaktahuan itu,admin @Kemenag_RI mem-posting ajakan ber-hati2 akses situs yg terindikasi muat paham radikal. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

3/11. Postingan @Kemenag_RI itu memuat 19 (sembilan belas) situs yg diblokir oleh Kemenkominfo atas permintaan BNPT. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

4/11. Sejak itu lalu banyak sekali mention ke akun twitter saya yg menanyakan dan memprotes postingan @Kemenag_RI tersebut. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

5/11. Saya lalu segera menghubungi admin akun @Kemenag_RI untuk mengklarifikasinya dan meminta menghapus postingan itu. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

6/11. Saya lalu menelepon Menkoinfo mencari tahu duduk perkaranya. Sayang tak tuntas karena beliau harus segera naik pesawat. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

7/11. Saya juga menelepon Kepala BNPT untuk dapatkan kronologisnya. Saya minta BNPT membuat penjelasan resmi terkait hal itu. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

8/11. Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan “radikal” itu seperti apa. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

9/11. Dengan penjelasan ini saya ingin tegaskan bahwa Kemenag tak terlibat sama sekali dlm proses pemblokiran situs2 tersebut. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

10/11. Melalui penjelasan ini saya meminta maaf kepada semua pihak yg merasa tidak nyaman dg adanya postingan @Kemenag_RI tsb. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

11/11. Semoga penjelasan ini bisa dimengerti dan dipahami. Sekian. #klarifikasi

— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) March 30, 2015

(dakwatuna/hdn)

Redaktur: Hendra – Rubrik: Nasional | Kontributor: Hendra – – 30/03/15 | 21:21 | 11 Jumada al-Thanni 1436 H

 (nahimunkar.com)