Edy A Effendi, Staf Pengajar Fakultas Da’wah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta/Istimewa


telusur.co.id – Gara-gara sering mengkritik pemerintah, dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dipecat.

Dia adalah Edy A Effendi. Edy sebagai Staf Pengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dalam akun twitternya Effendi@eae18, Edy mengungkapkan bahwa dirinya dipecat oleh rektorat UIN Jakarta. “Diberhentikan dengan hormat, itu basa-basi. Allah menjauhkan saya mengais nafkah di bawah Departemen yang dipimpin manusia seperti Lukman Saifuddin,” ungkap Effendi, Jumat.

Karenanya, dia berpesan kepada ASN yang tidak siap mental jangan sekali-kali mengkritik pemerintah, jika tidak mau dipecat. “Teman-teman ASN yang tak punya kesiapan mental, jangan kritik Jokowi deh. Bakal diberhentikan, apalagi berada di bawah departemen yang didalangi Si Lukman Saifuddin. Jika sudah siap mentalnya, tak apa. Suarakan kebenaran walau pahit,” ujar dia.

Menurut dia rezim saat ini lebih para daripada rezim SBY. Dulu, selama 10 tahun SBY menjadi presiden tidak ada dosen yang dipecat karena rajin mengkritik.

“Zaman Pak SBY saya kritik sangat keras dan amat sering, toh saya tak dipanggil Itjen. Rezim Jokowi dan Menag Lukman amat represif. Lukman akan tenggelam. Tenggelam lahir dan batin,” katanya.

Kendati dipecat, Effendi tak menyesalinya. Justru, tindakan yang dilakukan akan menjadi contoh dan pelajaran bagi keluarganya. “Akan jadi catatan anak-anak saya bahwa ayahnya bukan sosok penjilat. Tak tunduk pada penguasa zalim,” tegarnya. (ham)

Diberhentikan dengan hormat, itu basa-basi. Allah menjauhkan saya mengais nafkah di bawah Departemen yang dipimpin manusia sampah seperti @lukmansaifuddin.

— Effendi (@eae18) December 13, 2018

Sumber : telusur.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.859 kali, 2 untuk hari ini)