Ahok Panen Musuh, Dinilai Wagub Paling Bodoh
Gentari: Ahok Pejabat Bobrok, Singkirkan!
FPI & FUI akan Terus Demo Hingga Ahok Lengser !
Sikap Arogan Ahok Bisa Picu Gerakan Anti Cina
Ayo.. Lengserkan Ahok Sekarang Juga !!!

Berita yang beredar tentang Ahok, dari judulnya saja sudah kelihatan, Ahok sangat dibenci dan banyak musuhnya. Sedang kebencian yang sangat itu sudah lama, sudah setahun lebih. Berarti, baru beberapa bulan Ahok jadi Wagub DKI Jakarta langsung sangat dibenci dan banyak musuhnya.
Di antara pengomentar tahun lalu di kabarnet dapat disimak,

Apiang said
30/07/2013 at 13:31
Yang menilai seorang pemimpin adalah rakyat yang dipimpinnya.
Kalau ahok terbukti makin dimusuhi rakyat hingga panen musuh, itu artinya Ahok pemimpin yg dibenci MAYORITAS warga DKI Jakarta.
COPOT AHOK!!! TUMBANGKAN!!

Komentar itu ketika Ahok masih mendampingi Jokowi. Orang berkomentar sudah segalak itu. Dan seberapa kebencian serta galaknya masyarakat terhadap sikap Ahok dalam menggunakan jabatannya sebagai Wagub, setahun yang lalu hingga kini, inilah beritanya.
***

FPI & FUI akan Terus Demo Hingga Ahok Lengser !

073408900_1411543446-FPI-20140924-Johan

Posted by KabarNet pada 10/10/2014

Jakarta – KabarNet: Ratusan demonstran yang berasal dari Front Pembela Islam (FPI), FUI Forum Umat Islam (FUI) dan Mujahidah Pembela Islam (MPI) menggelar unjuk rasa menolak Ahok atau Zang Wan Xie alias Basuki Tjahja Purnama sebagai pemimpin DKI siang tadi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat 10 Oktober 2014. Aksi yang dilakukan setelah salat Jumat tersebut mendapat pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian.

Para demonstran membawa umbul-umbul dan bendera FUI berwarna putih. Di mobil komando, orator aksi pun memandu para massa untuk bershalawat bersama dan berteriak serentak untuk menolak Ahok menjadi gubernur DKI. “Allahu Akbar.. Allahu Akbar. Para kawan-kawan sekalian, apa jadinya Ahok menjadi pemimpin di Jakarta ini. Kami dari FUI tolak keras Ahok! Kami minta Ahok Mundur!” teriak orator.

Sementara itu FUI menegaskan akan terus menggelar unjuk rasa untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pemimpin pemerintahan DKI. Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath merencanakan menggelar unjuk rasa setiap hari Jumat. “Setiap Jumat, Jumat besok, besoknya lagi, terus akan kami lakukan,” ujar Muhammad Al Khaththath usai pertemuan dengan perwakilan DPRD DKI di Gedung Dewan, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2014.

Sekjen FUI tersebut mengatakan demonstrasi akan berhenti apabila Ahok lengser dari jabatannya. Apabila tidak, pria yang sering mengenakan pakaian serba putih tersebut bertekad demonstrasi akan terus dilakukan dengan jumlah massa yang semakin besar. “Terus, hingga tuntutan kami dikabulkan, hingga lengser,” ujarnya.

Selain itu pada demonstrasi selanjutnya Muhammad Al Khaththath berjanji akan menyertakan tanda tangan warga Jakarta sebagai bentuk dukungan. “Nanti kami akan menggalang tanda tangan warga Jakarta yang menolak Ahok, sebagai bukti bahwa kami tidak dibayar,” ujarnya.

Terlihat beberapa orang dari perwakilan FUI masuk ke dalam Gedung DPRD DKI untuk mengajukan penolakan Ahok. Sebanyak 5 wanita dan 5 pria, diperbolehkan masuk oleh petugas. “Kita ajukan gugatan kita! Insya Allah pihak DPRD DKI menerima gugatan kami,” teriak orator.

Untuk mengantisipasi agar tidak berujung anarkis, polisi tampak bersiaga mengawal aksi. Ratusan Brimob berseragam lengkap berjejer di depan pagar gedung DPRD. 1 unit watercanon yang mengarah luar pagar, sudah bertengger di sekitar dalam gedung.

Perlu diketahui, FPI dan FUI menyerukan Demo Damai AKSI TOLAK AHOK setiap selesai Sholat Jum’at, yakni dimulai dari tanggal 10, 17, 24 dan 31 Oktober 2014, di depan Gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta.

Sebelumnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, secara resmi menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta usai Presiden terpilih Joko Widodo dilantik. Dengan memperhatikan dan menimbang berbagai alasan, DPD FPI Jakarta akhirnya mengeluarkan maklumat yang isinya antara lain: Pertama, DPD FPI DKI Jakarta menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kedua, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan agar Kemendagri dan DPRD DKI Jakarta tidak melantik Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ketiga, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan pemilihan Gubernur baru melalui DPRD DKI Jakarta atau referendum rakyat Jakarta untuk menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. [KbrNet/Tribun]
KabarNet
***

Sikap Arogan Ahok Bisa Picu Gerakan Anti Cina

Posted by KabarNet pada 23/09/2014

ahok-anggap-lucu-keberadaan-fpi-di-jakarta

Jakarta – KabarNet: Tidak ada beda antara perilaku preman dengan perilaku Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Basuki Indra alias Zang Wan Xie alias Ahok. Berkali-kali Ahok berbicara kasar dan sembarangan bagai preman kawasan Glodok Jakarta yang membuat banyak orang tersinggung dan marah. Bahkan yang terbaru Ahok menuding seluruh pejabat DKI bajingan dan munafik.

Caci maki Ahok terhadap warga pribumi ini bukan yang pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah yang pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor yang disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan.

Terkait hal itu, Ketua Aliansi Indonesia Satu Sani Achmad Irsan mengkhawatirkan kebiasaan buruk Ahok ini bisa mengundang gerakan anti Cina. Ia mengatakan Sikap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, yang kerap menimbulkan kontroversi dapat memberikan pengaruh terhadap etnis tionghoa secara keseluruhan. Ia menilai, dengan sikap arogan yang ditunjukan Ahok selama memimpin Jakarta, dapat menimbulkan sentimen sara. “Di kala ada calon dari minoritas yang diberikan kesempatan menjadi pemimpin suatu daerah, apalagi Jakarta. Seharusnya dia (Ahok) menggunakan kesempatan ini sebagai sarana mempererat toleransi antar umat beragama,” ujar dia, di Jakarta, seperti dilansir GebrakNews.

Ia mengatakan, negara ini menjamin tidak ada diskriminasi. Itu seperti tertuang dalam pasal 28 ayat 2 dan 29. “Diskriminasi itu adalah produk politik yang biasa dijual saat menjelang pemilu atau pilkada. Namun masyarakat mudah terpancing baik yang muslim maupun yang non muslim,” Jelas Sani Achmad Irsan.

Namun lagi-lagi sambungnya, Ahok dianggap bertolak belakang. “Justru yang kasihan itu adalah orang-orang dari etnis tionghoa yang tidak tau apa-apa yang hanya sekedar bekerja dan mencari uang, akan mendapatkan pengaruh secara keseluruhan. Nanti kalau meledak lagi isu anti cina gimana?,” kata dia.

Menurut dia, Ahok harus mendapat hukuman jera atas kearoganannya tersebut. Hal ini, sambungnya, demi keseimbangan situasi politik. “Kitakan yang tau efeknya, kita yang dilapangan, Ahok pun perlu dikasih pelajaran kalau perlu di makzulkan, agar ada efek jera pada orang-orang seperti ini, kalau perlu di makzulkan sajalah,” kata dia. [KbrNet/AntiLiberalNews]

***

Ahok Panen Musuh, Dinilai Wagub Paling Bodoh

ahok-121119b

Posted by KabarNet pada 30/07/2013

Jakarta – KabarNet: Gaya kepemimpinan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak henti-hentinya menuai kontroversi. Berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang merakyat dan menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan, banyak kalangan menilai Ahok sebagai pejabat yang arogan dan sewenang-wenang, bahkan Ahok dinilai bertingkah bagaikan “majikan”.

Kali ini Ahok dinilai menghina anggota DPRD DKI Jakarta, Haji Lulung Lunggana, yang seharusnya menjadi mitra kerjanya. Maka diserbulah Balai Kota tempat Ahok berkantor oleh sejumlah elemen masyarakat pendukung Haji Lulung.

Massa dari 12 elemen organisasi masyarakat pembela Haji Lulung sekitar pukul 14.30 WIB mendatangi Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, menuntut bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Kami tersinggung, keberatan sikap Ahok mencaci maki seorang pejabat,” ucap Muhidin Muchtar, koordinator lapangan Aksi Gabungan Pembela Haji Lulung, di Balai Kota Jakarta, Senin, 29 Juli 2013.

Muhidin menuding Ahok merupakan wakil gubernur paling bodoh. Sebab, menurut dia, Ahok pernah melontarkan ucapan meminta Menteri Dalam Negeri memecat Haji Lulung Lunggana sebagai anggota DPRD Jakarta. “Ahok itu wagub bodoh, di koran ngomong berani banget, di sini dia ngumpet,” tandas Muhidin dengan logat Betawi kental.

Sebelumnya diberitakan, Ahok menyebut Haji Lulung Lunggana sebagai anggota DPRD DKI Jakarta yang tak mengerti peraturan daerah. Ahok kemudian mengatakan, dengan begitu, keanggotaannya sudah gugur sebagai anggota Dewan.

Muhidin menuturkan kedatangan rombongannya ke Balai Kota untuk mengkritik gaya kepemimpinan Ahok yang oleh banyak kalangan dinilai arogan. Untuk itu, pihaknya mengancam akan terus bertahan di Balai Kota bahkan hingga waktu sahur jika Joko Widodo ataupun Ahok tidak menemui mereka. “Kita keberatan cara Ahok memimpin Betawi,” tegasnya.

Setelah meyakinkan petugas, akhirnya 12 orang yang meupakan perwakilan dari 12 ormas pendukung Haji Lulung diizinkan masuk untuk kemudian diterima Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadisantoso di ruangan lantai 1 Balai Kota. Namun perwakilan massa tersebut tidak sudi ditemui oleh Kepala Sapol PP dan keukeuh untuk bertemu Ahok ataupun Jokowi. “Kita paham hukum, kita enggak akan anarkistis. Tunjukkan Ahok, kalau dia gentle,” ucap mereka bersahutan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, perwakilan tersebut naik ke lantai 2 ruangan Ahok, dan akhirnya Ahok hanya berkenan bertemu lima orang dari perwakilan tersebut. Mereka menuntut Ahok untuk meminta maaf kepada Haji Lulung. “Ahok harus meminta maaf secara terbuka kepada Haji Lulung dan warga Jakarta secara terbuka,” ucap Muhidin.

Hingga saat berita ini diturunkan, perwakilan massa pengunjuk rasa itu masih berada di ruangan Ahok. Sedangkan massa demostran pendukung Haji Lulung masih berorasi di depan Balai Kota menuntut Ahok turun dari kursi Wagub DKI Jakarta. [KbrNet/adl – Source: Tempo/YahooNews]

***

Gentari: Ahok Pejabat Bobrok, Singkirkan!

Posted by KabarNet pada 09/10/2014

ahok

Jakarta – KabarNet: Semakin lama kian banyak pihak yang menolak Ahok menjadi orang No-1 di DKI Jakarta, karena ulahnya yang tidak ada beda dengan perilaku preman. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok atau Zang Wan Xie alias Basuki Indra alias Basuki Tjahja Purnama dinilai tidak layak memimpin Jakarta dengan tempramen yang tidak karuan, tidak mau mendengar pendapat dan berakhlak buruk.

Kebiasaan Ahok berbicara kasar dan sembarangan bak preman kawasan Glodok Jakarta yang membuat banyak orang tersinggung dan marah. Caci maki Ahok terhadap warga pribumi ini bukan yang pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari menuding seluruh pejabat DKI bajingan, ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah yang pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor yang disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan.

Bahkan Ahok pernah mengusulkan, untuk menghadapai para pendemo sekali-sekali bisa dengan Water Cannon yang diisi bensin biar kebakaran. “Kita satu lawan satu sudah susah apalagi lawan 3-4 orang. Untuk itu saya minta sediain Water Cannon. “Water Cannon itu diisi bensin sekali-sekali biar kebakaran. Ya kalau rusuh disemprot bensin kira-kira dia teriak-teriak bertobat nggak? Kalau orang bertobat itu, orang-orang bayaran ya, bukan ideologi,” kata Ahok dalam acara silaturahmi bersama Polsek, Babinsa dan lurah se-Jakarta, Kamis 25 September 2014.

Wajar bila sikap bobrok tersebut kini makin menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Namun celakanya, Ahok menganggap perilaku premanisme yang melekat pada dirinya adalah sebuah kebanggaan. Dengan cara itu, dia menjadi asing dan berbeda di hadapan publik alias kontroversial. Tentu saja caci maki ala Ahok tersebut tidak mencerminkan tata krama bangsa timur.

Ketua Generasi Cinta Negeri (Gentari), Umar Moch Alhamid menyesalkan perilaku Ahok yang serampangan dan tidak bersahabat dengan masyarakat. Menurutnya kelakuan Ahok itu asing dalam pandangan bangsa timur. Sosoknya memang WNI keturunan, namun menjadi pejabat dengan gaya yang asing, yakni tingkah polahnya tidak sejalan dengan etika masyarakat Indonesia pada umumnya bahkan jauh dari cerminan akhlak pemimpin bangsa timur.

“Predikatnya pejabat, tapi akhlaknya preman. WNI, tapi kelakuannya asing di mata bangsa Indonesia. Belajar menghargai orang lain dulu, baru dia bisa dihargai. Pejabat semacam ini perlu disingkirkan,” kata Umar Moch kepada KabarNet, Rabu 8 Oktober 2014, di Gedung Gentari, Tebet Timur, Jakarta – Selatan.

Oleh karena itu, Umar yang akrab disapa Habib ini mendukung rencana Ormas-ormas Islam seperti FPI, FUI yang akan menggelar aksi besar-besaran menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok alias Zang Wan Xie alias Basuki Tjahaja Purnama, untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Saya dan seluruh anggota Gentari mendukung rencana Ormas-ormas Islam untuk melengserkan Ahok. Kita bangsa timur tidak boleh dipimpin pejabat yang bobrok akhlaknya”, lanjut Habib Umar.

Menurut informasi, pada hari Senin 3 November 2014 bulan depan, FPI dan gabungan Ormas-ormas Islam akan menggelar demo besar-besaran di Gedung DPRD DKI Jakarta, dengan tema: Aksi Sejuta Umat Islam Tolak Ahok.

Namun sebelum Aksi Besar tersebut FPI dan FUI menyerukan Demo Damai AKSI TOLAK AHOK setiap selesai Sholat Jum’at, yakni dimulai dari tanggal 10, 17, 24 dan 31 Oktober 2014, di depan Gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta.

Sebelumnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, secara resmi menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta usai Presiden terpilih Joko Widodo dilantik. Dengan memperhatikan dan menimbang berbagai alasan, DPD FPI Jakarta akhirnya mengeluarkan maklumat yang isinya antara lain:ertama, DPD FPI DKI Jakarta menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kedua, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan agar Kemendagri dan DPRD DKI Jakarta tidak melantik Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ketiga, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan pemilihan Gubernur baru melalui DPRD DKI Jakarta atau referendum rakyat Jakarta untuk menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. [KbrNet/Slm]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.806 kali, 1 untuk hari ini)