Anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, lulus dari Anglo-Chinese Singapura. Anglo-Chinese School adalah sekolah punya Gereja Methodist di Singapura.
Jokowi terbang ke Singapura untuk menghadiri wisuda Kaesang yang berlangsung Sabtu 22 Nov 2014.

Belajar apa saja anak Jokowi yang bungsu itu? Ya tentunya termasuk belajar agama yang disuguhkan sekolah milik gereja itu.

Tahun pertama dan kedua, siswa harus mengikuti program umum untuk belajar bahasa Inggris, ilmu pengetahuan, sejarah, geografi, pendidikan agama, seni visual, musik, dan pendidikan jasmani.

Apakah itu bila dilihat dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk yang disebut, “kedua orangtuanyalah yang meyahudikan (anak)nya, atau menasranikannya, atau memajusikannya”?

Wallahu a’lam. Yang jelas, telah ada peringatan dari Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Lengkaplah sudah. Jokowi menyekolahkan anaknya yang bungsu  ke sekolahan gereja di Singapura, dan itu sang anak mengaku meniru jejak kakaknya yang pertama. Sedang dalam hal politik, Jokowi juga menggandeng orang Nasrani sebagai wakilnya ketika mencalonkan diri jadi walikota Solo Jawa Tengah. Begitu Jokowi terpilih jadi Walikota Solo, kemudian mencalonkan diri untuk jadi gubernr DKI Jakarta, menggandeng lagi Ahok yang Nasrani pula. Begitu jadi gubernur DKI Jakarta, kemudian mencalonkan diri untuk jadi presiden Indonesia. Begitu Jokowi jadi presiden, maka Ahok yang Nasrani jadi gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya , Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo yang juga Nasrani pun jadi walikota Solo karena Jokowi ngluruk ke Jakarta untuk jadi Gubernur dan kemudian jadi Presiden tadi.

Sekali lagi lengkaplah sudah. Apakah masih kurang jelas dalam hal sebegitunya dengan gereja dan nasrani?

Hal itu mengingatkan kita pada judul ini: Pemerintahan Baru Membela Gereja Ilegal Yasmin Bogor?

By nahimunkar.com on 7 November 2014

https://www.nahimunkar.org/pemerintahan-baru-membela-gereja-ilegal-yasmin-bogor/

Mengenai anak Jokowi yang sekolah di sekolahan milik gereja Singapura, inilah berita seputar wisudanya.

***

Ternyata, Anak Jokowi Lulus dari Sekolah Gereja

JAKARTA (Realita) – Anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, lulus dari Anglo-Chinese Singapura. Anglo-Chinese School adalah sekolah punya Gereja Methodist di Singapura.
Jokowi terbang ke Singapura untuk menghadiri wisuda Kaesang.
Kaesang memilih mengikuti jejak kakak tertuanya, Gibran Rakabuming yang sudah selesai mengenyam pendidikan di Singapura. Kaesang sendiri memilih melanjutkan studi di Anglo-Chinese School Singapura dari pada di Tanah Air.

Anglo-Chinese School merupakan sekolah yayasan milik Gereja Methodist. Sekolah mewah yang berdiri sejak 1886 ini lebih dikenal dengan sebutan ACS. Di Singapura, sekolah yang terletak di kawasan 121 Dover Road ini cukup mempunyai nama dan berkelas.

Untuk Kaesang Pangerang sendiri, akan diwisuda pada Sabtu 22 November, setelah mengenyam pendidikan selama 6 tahun di sana. Ma,

Jumat, 21 November 2014 23:34 WIB

***

UMAT, 21 NOVEMBER 2014 
SEPERTI APA SISTEM BELAJAR SEKOLAH ANAK JOKOWI?

Setelah 6 tahun menempuh pendidikan, akhirnya Kaesang Pangarep, 19, atau yang lebih dikenal sebagai putra Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) lulus dari Anglo-Chinese School (International) Singapore (21/11).

6 tahun? Kok lama ya? Nggak lulus-lulus apa gimana nih si Kaesang?

Gini. Anglo-Chinese School adalah sekolah swasta milik Gereja Methodist di Singapura. Untuk menyelesaikan studi di sekolah ini, siswa memang harus mengambil kursus selama enam tahun sebelum mendapat gelar sarjana internasional.

Jadi, Anglo-Chinese School membagi siswa dalam tiga kelompok pembelajaran. Pertama adalah untuk siswa tahun pertama dan kedua. Pada tahun ini, siswa harus mengikuti program umum untuk belajar bahasa Inggris, bahasa kedua, ilmu pengetahuan, sejarah, geografi, pendidikan agama, seni visual, musik, dan pendidikan jasmani.

Pelajarannya dibagi jadi tiga modul, yaitu biologi, fisika, dan kimia. Setiap siswa harus lulus pada semua mata pelajaran dengan ujian internal. Di sana, semua siswa harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama.

Pada tahun ketiga dan keempat, siswa umumnya mengambil 6-10 mata pelajaran. Ada beberapa mata pelajaran wajib lho, seperti matematika dan humaniora. Selain itu, siswa juga boleh memilih ilmu khusus seperti ekonomi, studi bisnis, sejarah, geografi, seni visual, musik, dan studi agama.

Lanjut pada tahun kelima dan keenam, siswa akan mengambil kursus yang mengarah pada International Baccalaureate Diploma Program dengan enam pelajaran utama yang dilengkapi dengan pelajaran tertentu. / hai-online.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 59.926 kali, 1 untuk hari ini)