Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta juga tercatat sebagai pengurus NU Purwakarta, menurut suaraislam online yang mengutip berita Rmoljabar.com.

Belum lama ini ramai diberitakan, Dedi Mulyadi disebut raja syirik, kemudian pentolan NU bertandang membela sejadi-jadinya.

***

Ulama Purwakarta Sebut Bupati Dedi Mulyadi Raja Syirik

Purwakarta (SI Online) – Kalangan ulama Purwakarta selama sepuluh tahun terakhir resah dengan kemusyrikan yang meraja lela di wilayah itu. Ketua Manhajus Solihin Purwakarta, KH Muhammad Syahid Joban bahkan menilai gagasan kebudayaan yang diusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selama 10 tahun memimpin, mengarah pada kemusyrikan.

Bahkan, dalam akun media sosial Facebook miliknya, Muhammad Syahid Joban pada 5 November menyebut Dedi sebagai raja syirik.

Seperti diberitakan Tribunjabar.co.id, melalui ponselnya, Ahad (15/11/2015) dua pekan lalu, Joban hendak menyampaikan pesan bahwa banyak hal yang harus diubah dari Purwakarta.

“Budaya dikembangkan tapi nilai keagamaan merosot. Sehingga kami menilai keduanya harus berimbang. Islam tidak anti budaya tapi budaya yang diusung Dedi Mulyadi ini hanya bungkus yang isinya hanya ritual kemusyrikan,” ujar Joban./ Posted on Nov 27th, 2015 by nahimunkar.com

Setelah itu ada pembelaan-pembelaan, di anaranya dari Emha Ainun Nadjib dan Said Aqil Siradj.

Beritanya sebagai berikut.

***

Bela Dedi Mulyadi, Said Aqil Siradj Ingin FPI Dibubarkan

Selasa, 15/12/2015 12:18:07

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

KH Said Aqil bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Pendopo Bupati, Senin (14/12/2015). (foto: pojoksatu.id)

Purwakarta (SI Online) – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terus mengundang sejumlah tokoh kontroversial untuk mendukung tindak-tanduknya yang dinilai oleh kalangan ulama telah masuk pada kemusyrikan. Setelah sukses mengundang budayawan Emha Ainun Najib dan Cak Nun pun habis-habisan membela Dedi, pada Senin (14/12) kemarin, Dedi mengundang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Hasilnya, habis-habisan pula Said Aqil mendukung Dedi dan sebaliknya menyalahkan FPI.

Bukan hanya menyalahkan, Said Aqil menegaskan bila dirinya sudah lama menginginkan Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan.

“Jangan dihiraukan tudingan tak berdasar seperti itu agar tidak memicu konflik. Tetapi, kalau meresahkan dan memprovokasi, lebih baik ormas seperti itu (FPI) dibubarkan saja,” ungkap Said Aqil saat berceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Pendopo Bupati Purwakarta, Senin (14/12/2015), seperti dikutip Tempo.co. 

Bukan hanya saat ceramah, penegasan Said kembali disampaikan usai ceramah. “Sejak lama PBNU mendorong supaya FPI itu dibubarkan,” ujar Said seperti dikutipRepublika.co.id. 

Pernah Sebut Dedi Kyai Haji

Ternyata, bukan kali ini saja Said Aqil memuja-muji Dedi Mulyadi. Seperti dilaporkanRmoljabar.com, pada Rabu (03/06/2015) lalu Said Aqil malah pernah menyebut Dedi dengan panggilan Kyai Haji Dedi Mulyadi.

Hal ini lantaran Said Aqil mengaku kagum dengan ide-ide brilian yang disampaikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam Halaqoh Kebangsaan di Bale Sawala Yudistira, Rabu (03/6).

“Yang saya hormati KH Dedi Mulyadi. Nggak ada kepentingan apa-apa, saya kagum dengan ide-ide brilian pak Dedi. Ide yang disampaikannya sesuai dengan tujuan NU,” ujar Said.

Salah satu masukan Bupati Dedi kepada NU yaitu, terkait fatwa yang sifatnya menyejahterakan rakyat. Seperti contohnya, ulama bekerjasama dengan pemerintah membuat fatwa misalnya di Purwakarta, masyarakat di Purwakarta mewajibkan saat bulan puasa memakan pisang Bagja hasil tanah rakyat.

“Itu akan menyejahterakan rakyat dengan tidak sengaja. Karena di sini masyarakat banyak yang menanam pisang Bagja. Atau hal lain yang esensinya menyejahterakan rakyat,” ungkap Dedi Mulyadi yang juga tercatat sebagai pengurus NU Purwakarta ini.

red: abu faza/dbs

***

Kalau pemikiran Dedi itu diikuti, maka pemimpin NU tersebut dapat juga diminta fatwa dan kemudian (mungkin) menyanjung kepada yang meminta (dengan gelar Kyai Haji), misalnya pemimpin petani tembakau dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau maka meminta agar NU memfatwakan, masyarakat wajib merokok atau udud.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 13.641 kali, 1 untuk hari ini)