Tentara Israel sedang memeriksa pengiriman barang (img:commodities)


Jakarta – Ternyata negara Indonesia sering mengimpor barang dari negara Israel yang tempo hari dikritik oleh Presiden Joko Widodo, salah satunya adalah besi tua dengan jumlah yang tidak sedikit. Hal tersebut diamini oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo. Ia mengatakan bahwa besi-besi tua tersebut merupakan limbah aluminium dan tembaga.

“Limbah aluminium dan tembaga, itu yang tadi saya bilang barang-barang besi tua. Kita biasa menyebut barang tersebut besi tua. Banyak besi-besi tua yang bisa jadi bekas perang tak terpakai, kemudian dipesan oleh orang kita,” kata Sasmito seperti dikutip detikFinance, Selasa (8/3/2016).

Sasmito menduga besi tua tersebut dipakai untuk industri dalam negeri. Menurutnya, para importir hanya membayar ongkos angkut untuk memasok limbah tersebut dari Israel.

“Cuma untuk biaya angkut aja itu. Di negara sana udah gak ada nilai, dijual ke kita,” ujar Sasmito.

Ia melanjutkan, Indonesia juga mengimpor barang lain seperti kondensor, turbin dengan dengan power 40 Mega Watt, fruktosa (yang merupakan sejenis gula), serta bahan-bahan kimia lainnya.

“Periode impor dimulai dari bulan Januari hingga Desember 2015,” katanya.

Langkah tersebut mencederai sebuah pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia akan memboikot produk Israel. Namun kemudian ia meralat bahwa Indonesia hanya akan memboikot kebijakan politiknya saja. (mh) Publish  Thursday, March 10, 2016 oleh

Oleh: Mirza Husni / bersamaislam.com

***

Ini Barang-Barang “Made In Israel” Yang Gentayangan Di Indonesia

Made In Israel

Nilai impor barang dari Israel ke Indonesia pada tahun 2015 naik drastis. Menurut data BPS, kenaikannya mencapai 500 persen dibandingkan tahun 2014. (Baca: Meroket! Impor Barang dari Israel ke Indonesia Naik 500 Persen)

Berikut ini barang-barang “made in Israel” yang beredar di Indonesia seperti disarikan situs Merdeka:

1. Kurma

BPS pernah mencatat bahwa pada Juni 2012 Indonesia mengimpor kurma dari Israel. Sebanyak 20,6 ton kurma masuk ke Indonesia dengan nilai mencapai USD 191.300.

2. Jeruk Shantang

Dalam catatan BPS, Jeruk Shantang asal Israel juga masuk Indonesia pada April 2012. Jeruk Shantang “made in Israel” sebanyak 0,666 ton Jeruk Shantang masuk Indonesia dengan nilai mencapai USD 709.

3. Mainan

Sepanjang 2013, Indonesia mengimpor mainan asal Israel dengan total nilai USD 830 dengan berat 26 Kilogram. Impor mainan ini terus berlanjut pada Januari 2014 dengan nilai USD 358 dengan berat 14 Kilogram. Kode mainan-mainan ini adalah HS 9503009900.

4. Produk logam dan bahan kimia

Menurut Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadiwibowo, membenarkan adanya impor dari Israel untuk jenis produk yang bernilai murah, seperti kondensor, turbin kecil, bekas senjata berbahan tembaga dan alumunium, dan bahan-bahan kimia.

Untuk mengetahui barang-barang dari Israel, kode barcode yang berawalan 729 pastilah berasal dari Isarel. Namun tidak semua barang dari Israel menggunakan kode barcode 729 karena jika ia bekerja sama dengan negara lainnya, ia bisa menggunakan kode barcode negara itu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.968 kali, 1 untuk hari ini)