Dibalik ramainya berita tentang Jokowi mau natalan di Papua namun ditolak oleh para pemimpin gereja Papua, ternyata terkuak,  justru Jokowi lah yang Janji Adakan Natalan Nasional Pertama di Papua Itu. Makanya para gubernur se Indonesia pun akan diusung ke sana, bahkan biayanya pun sampai 20 miliyar rupiah.

Terkuaknya itu karena pihak gereja Papua berkata begini:

“Dia (Jokowi) sudah bikin komitmen mengadakan Natal nasional pertama di Papua, itu bagus. Semangatnya pasti ingin mengesankan bahwa Papua damai. Tapi dengan adanya kasus (penembakan) di Paniai, ini menjadi ujian pertama yang sangat menentukan apresiasi orang Papua terhadap Jokowi,” ujar Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jeirry Sumampouw, yang dikutip http://majalahselangkah.com, Minggu, 14 Desember 2014 17:47.

Kenapa pihak gereja memuji dengan ungkapan:  “Dia (Jokowi) sudah bikin komitmen mengadakan Natal nasional pertama di Papua, itu bagus.” Mari kita hayati makna komitmen itu.

Komitmen adalah janji. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.( Arti Komitmen , Diposkan oleh Daryonoto Wonokerto, http://istilaharti.blogspot.com ).

Dengan demikian, kalimat “Dia (Jokowi) sudah bikin komitmen mengadakan Natal nasional pertama di Papua, itu bagus.” Maknanya adalah pujian terhadap Jokowi, karena pengadaan natalan nasional pertama di Papua itu merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seorang Jokowi.

 

Penilaian Islam terhadap tingkah laku manusia

Ketika kita sudah memperoleh pemahaman mengenai sikap pihak gereja terhadap komitmen Jokowi itu, mari kita analisa dengan rujukan utama dalam hidup ini yakni kitab suci Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Perlu diingat, dalam kehidupan manusia di dunia ini nilai seseorang itu tergantung kepada keteguhannya dalam memegangi agama Allah yakni Islam. Sehingga yang paling teguh memegangi agama Allah itulah yang dinilai paling mulia di sisi Allah Ta’ala.

Sebagaimana telah tegas Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat: 13).

Sebaliknya, seburuk-buruk manusia adalah yang mengingkari agama Allah, bahkan barisan terdepannya adalah orang-orang yang bersekongkol dengan para pengingkar agama Allah yakni kaum munafik. Hingga siksa dan laknat serta cap buruk pun telah difirmankan Allah Ta’ala terhadap mereka:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ٦٨ [سورة التوبة,٦٨]

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal [At Tawbah: 68]

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ ٦ [سورة الـبينة,٦]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. [Al Bayyinah: 6]

Demikianlah, telah jelas petunjuk dari Allah Ta’ala. Kenyataannya, pujian dari pihak gereja tersebut di atas justru hanya untuk menjatuhkan, karena ujungnya berupa ungkapan yang isinya penolakan terhadap Jokowi dengan ungkapan: “Tapi dengan adanya kasus (penembakan) di Paniai, ini menjadi ujian pertama yang sangat menentukan apresiasi orang Papua terhadap Jokowi.”

Dalam pergaulan hidup, apalagi terhadap pejabat tertinggi Negara, ungkapan pujian lalu diikuti dengan penolakan itu justru merupakan hantaman yang cukup keras.

Bila dikalkulasi, maka benarlah apa yang telah disindirkan dengan telak di dalam Al-Qur’an, betapa tercelanya sikap orang seperti ini.

مُّذَبۡذَبِينَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلٗا ١٤٣ [سورة النساء,١٤٣]

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. [An Nisa”143].

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.415 kali, 1 untuk hari ini)