Ma’ruf Amin tepuk tangan iringi joget dangdut di Jakarta, 21 September 2018. Astaghfirullah./ Foto akhwatmuslimah


Astaghfirullah, Ma’ruf Amin Tepuk Tangan Iringi Joget Dangdut

Posted on 26 September 2018 – by Nahimunkar.com

Video beredar, tampak Ma’ruf Amin berdiri tepuk tangan iringi joget penyanyi wanita yang bernyanyi kecicalan. Hingga beritanya ramai di masyarakat lewat media-media online.

Mantan Ulama itu bukannya menghentikan adanya joget dangdut di depan matanya itu, tapi malah tampak ikut bertepuk tangan mengiringi acara joget itu.

Ma’ruf Amin dihadirkan dalam sebuah acara dangdutan. Dengan penyanyi cantik, meliuk liuk, hingar bingar, campur baur laki laki perempuan. Dan tragisnya sang kyai inipun tidak keberatan bahkan tepuk tangan dengan tetap berdiri di barisan campur aduk laki perempuan dalam hingar bingar liukan penyanyi cantik berjoget meliuk-liuk di depan matanya.

Sampai di sini, tamat sudah KH. Maruf Amin. Siapa yang mempercayainya sebagai ulama? Pantaskah ulama ikut tepuk tangan mengiringi acara berjoget ria ? Masihkah fatwanya didengar ? Atas dalil apa ulama boleh ikut tepuk tangan mengiringi acara berjoget ria bersama biduwanita ? Inilah PR yang harus dijawab KH. Maruf Amin.

Video:

https://twitter.com/twitter/statuses/1043189822020448256

Ya..Allah..koq para Jokower ini bikin acara joget2 dandutan gini gk mikir apaa…itu ada Kiyai Ma’ruf Amin seorg Ulama besar Ketua MUI lagi..gak etis banget.., klo joget goyang gimanapun ya tunggulah beliau gak ada disitu…
cc . 
@CakKhum @Maulana_Tigor @mkhumaini @AkunTofapic.twitter.com/TmEozUMvPc

— Iskandar #02 (@kandargalang) 21 September 2018

Sumber : portal-islam.id

(nahimunkar.org)

***

Ma’ruf Amin bukannya malu, malah lontarkan omong kasar.

Inilah beritanya.

***

Disebut Joget Sampai Hilang Aura Ulama, Ma’ruf: Mungkin Matanya Rabun

 24/09/2018, 13:39 WIB | Editor: Estu Suryowati

JawaPos.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin tengah diterpa isu miring. Ia disebut berjoget-joget saat melakukan pidato politik di Tugu Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9) sesaat sebelum pengundian nomor urut Pilpres 2019.

Menanggapi itu, Ma’ruf mengkritik pedas penyebar isu bahwa dia joget-joget. Menurutnya, tudingan itu tidak benar. Ia pun menolak dianggap berjoget pada acara tersebut.

“Kalau ada yang bilang saya joget, mungkin matanya rabun. Soalnya orang bertepuk kok berjoget, dari mana isu itu? Tidak betul,” ujar Ma’ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (nonaktif) itu memastikan, dirinya tidak akan melakukan aksi joget-joget. Dia menyebut, usianya sudah tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas itu.

“Dari umur saya saja tidak mungkin bisa berjingkrak-jingkrak. Bisa habis napas saya,” lanjutnya.

Lebih jauh Ma’ruf menegaskan, pada malam itu dia sekadar bertepuk tangan saat rekan-rekan lainnya menari-nari. Hal itu bagian dari bentuk apresiasi terhadap dukungan yang diberikan para relawan.

“Saya memang bertepuk tangan saja. Karena nyanyian dukungan Pak Jokowi, saya tentu bertepuk tangan,” tegasnya.

Di sisi lain Ma’ruf pun menyesalkan adanya tudingan yang menyebut dirinya telah kehilangan aura keulamaannya. Pernyataan itu dianggap sebagai upaya merusak citra baiknya.

“Apalagi ada yang bilang ‘sudah habis aura keulamaannya’, dan dia memang sengaja buat isu itu,” pungkasnya.

(ce1/sat/JPC)/ jawapos.com

***

Omongan Kasar Ma’ruf Amin ‘Matanya Rabun’ masih terngiang, muncul pula dari mulutnya: ‘budeg, buta’

***

Subhanallah! Ma’ruf Amin Tega Bilang Hanya Orang Budeg dan Buta yang Tak Lihat Prestasi Jokowi, maka Telinganya Perlu Dibolongin

KH Ma’ruf Amin di acara Deklarasi Relawan BarNus/zul

***

Kata-kata kasar bukan dari akhlaq Muslim. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menegaskan, Allah benci kata-kata kasar dan jorok. Beliau bersabda:

” إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ أَوْ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ وَالْمُتَفَحِّشَ “

 “Sesungguhnya Allah tidak menyukai perbuatan keji.” Atau, ” (Sesungguhnya Allah) membenci seorang yang berperangai buruk dan orang yang mengatai dengan kata-kata kotor / jorok.” (HR Ahmad, shahih lighairihi..).

***

“Orang-orang yang sehat dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan Pak Jokowi, kecuali orang budeg saja tidak mau mendengar. Kecuali orang-orang yang buta saja yang tidak bisa melihat realitas dan kenyataan,” ujar Ma’ruf Amin saat menghadiri deklarasi relawan Barisan Nusantara di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

“Karena itu harus dibukakan matanya, harus telinganya dibolongin supaya mendengar dan melihat,” imbuhnya. Demikian jawapos.com  10/11/2018, 21:30 WIB memberitakan.

Wakil Ketua Partai Gerindra Arief Pouyono menyayangkan pernyataan Cawapres 01, KH. Ma’ruf Amin yang menilai masyarakat yang tak tahu  dan mengakui prestasi Joko Widodo  selama menjadi Presiden RI, adalah orang yang buta, tuli dan bisu.

Menurut Arief, sebagai ulama panutan umat, Maruf Amin tidak pantas menyebut mayoritas orang Indonesia buta, tuli dan bisu hanya karena tak memuji Jokowi.

“Subhanallah! KH. Ma’ruf Amin kok tega  bilang masyarakat buta, tuli dan bisu hanya karena tidak tahu dan tak memuji Jokowi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (10/11).

Jangan jangan, lanjutnya, cuma Ma’ruf Amin yang tidak buta, tuli dan bisu, karena kelimpahan rejeki banyak selama Joko Widodo memimpin.

“Sedangkan mayoritas masyarakat buta dan tuli serta bisu karena udah pusing sama sembako yang mahal, listrik mahal dan susah cari kerjaan dan usaha,” ungkapnya.

Arief pun meminta agar Ma’ruf Amin menjelaskan berapa hutang negara yang sudah di cetak Jokowi dan bandingkan dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini.

“Begini ya Mang Ma’ruf, dibangunyan jalan tol memang betul. Tapi mayoritas masyarakat tidak menikmati karena mereka tidak sanggup beli mobil. Terus dari setiap APBN selama Jokowi berkuasa janjinya ekonomi nasional bisa tumbuh 7%.  Loh kok ini cuma 5 persenan mang,” ujarnya.

Sementara itu, tambah Arief,  prestasi Jokowi itu cuma bisa ciptakan lapangan kerja di sektor informal yang tidak aman, seperti driver online yang menjamur setiap kota.

Sedangkan kuli-kuli bangunan karena pembiayaan infrastruktur dibiayai utang dari China, maka tenaga kerjanya  berasal dari China juga.

“Masyarakat budeg,tuli dan bisu karena sudah capek dengerin janji-janji Jokowi yang tak kunjung istiqomah, Akhir masyarakat lebih baik jadi tuli dan membisu seribu bahasa daripada kebohongan ditutup dengan  kebohongan oleh pasangan Mang Ma’ruf,” katanya.

Masyarakat itu, ulas Arief, tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Tidak semua yang  ketahui Dan dirasakan dan keluhan  harus diungkapkan. Tidak semua yang  dengar harus dibicarakan. Karena seringkali diam adalah pilihan terbaik yang membawa maslahat yang lebih besar.

“Terkadang kita perlu bersikap “pura-pura tidak tahu” atau “pura-pura tidak dengar”, apalagi demi menjaga persatuan dan kedamaian. Bila semua yang  diketahui selalu kita ungkapkan, maka seringkali ada hati yang tersakiti dan masalah semakin bermunculan,” tandasnya/ (jawapos/ moeslimchoice.com)

***

Dari rangkaian omongan kasar Ma’ruf Amin untuk menyerang, tampaknya bekas ulama ini sedang memainkan jurus politik gatoloco, di kala ada yang disebut politikus sontoloyo dan politik gendruwo.

Apa itu politik gatoloco, silakan simak ini.

***

Politik Gatoloco (menyerang dengan kata-kata kasar lagi jorok)

Ilustrasi /foto ytb

Ditengarai, gerombolan liberal – pluralisme agama ada segi menirunya, yaitu meniru  Gatoloco dalam hal mengkutak-katik Islam semaunya (walau belum mengambil kata-kata kasar lagi joroknya Gatoloco).

(lihat ini: https://www.nahimunkar.org/gerombolan-liberal-ahli-waris-gato-loco-penghina-islam-dengan-kata-kata-jorok/ )

Belakangan muncul Islam Nusantara yang bau-baunya dibidani pula oleh manusia-manusia liberal -pluralisme agama, dan bahkan diusung NU (Nahdlatul Ulama).

https://www.nahimunkar.org/bukti-nu-bersekongkol-dengan-jil-bentuk-islam-nusantara/

Nah, rupanya Ma’ruf Amin dedengkot NU -Islam Nusantara (yang kini cawapres dampingi Jokowi) entah ketularan teman-temannya dari gerombolan para pembela penista Islam, atau secara gen menirukan Gatoloco, ternyata dari mulutnya bermunculan kata-kata kasar. Rupanya secara gen kepemahaman ada alur dengan Gatoloco, sedang secara pergaulan ada pengaruh dari temen2nya gerombolan para pembela penista Islam, yang tampaknya bermulut kotor. Ya sudah… umpatan budek – picek (buta) pun berlontaran dari mulut Ma’ruf Amin… Na’udzubillahi min dzalik. Inikah Politik Gatoloco?

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.322 kali, 1 untuk hari ini)