Abdul Moqsith Ghazali pentolan JIL Liberal dan pembela nabi palsu Ahmad Moshaddeq telah diangkat MUI menjadi Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI.

Pengangkatan Moqsith (manusia yang membela nabi palsu bahkan pernah berhadapan dengan MUI di televisi) itu resmi Berdasarkan Surat Keputusan No. Kep-359/MUI/IX/2015 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Komisi-Komisi Dewan Pimpinan MUI Pusat Masa Khidmat 2015-2020.

Selain Moqsith, Wakil Sekretaris Umum LDII H. Hasyim Nasution juga mejabat sebagai wakil ketua komisi (KAUB) ini. Sementara sekretaris komisi dijabat oleh seorang peneliti Balitbang dan Diklat Kemenag, Dr Zainuddin Daulay, menurut berita si online, Selasa, 29/09/2015 17:42:35.
JIL adalah salah satu bagian dari kelompok liberal yang telah difatwakan haramnya oleh MUI 2005. Demikian pula LDII direkomendasikan oleh MUI 2005 untuk dibubarkan oleh pemerintah, disejajarkan dengan Ahmadiyah yang dinyatakan ajarannya sesat, menyimpang dari ajaran Islam dan meresahkan masyarakat.
MUI kali ini pimpinan Ma’ruf Amin jelas menjilat ludahnya, karena dalam rekomendasinya tahun 2005 jelas tertulis:
Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Moqsith pembela nabi palsu Ahmad Moshaddeq berhadapan dengan MUI di TV

 Abdul Moqsith Ghazali, dari UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta yang dikenal sebagai tokoh JIL (Jaraingan Islam Liberal) ketika berdialog dengan Ketua Komisi Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Dr Anwar Ibrahim di Metro TV 29 November 2007 malam, Moqsith bilang mengakui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam nabi terakhir. Tetapi Moqsith menolak bila Ahmad Moshaddeq yang mengaku sebagai nabi baru lagi itu difatwakan oleh MUI sebagai sesat. Dan Moqsith menolak pula ketika hari itu Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengeluarkan keputusan pelarangan terhadap Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang dipimpin oleh Ahmad Moshaddeq untuk wilayah DKI Jakarta.

 Sikap Moqsith Ghazali ini sangat tak masuk akal yang waras. Kecuali kalau memang dia tidak percaya bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam nabi terakhir; maka penolakannya terhadap Fatwa MUI dan keputusan pelarangan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu baru masuk akal, karena untuk membela keyakinan batilnya yang jelas-jelas melawan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah menegaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam penutup para nabi (QS Al-Ahzab/ 33: 40), tidak ada sama sekali nabi sesudahnya.

Kesesatan dan pikiran tidak waras Moqsith pembela nabi palsu itu dapat dibaca di buku Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya yang berjudul Nabi-Nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta 2008).

Anehnya, kini MUI justru mengangkat orang yang pikirannya tidak waras bahkan menentang terang-terangan terhadap ayat Al-Qur’an itu jadi pengurus MUI, itupun di Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB).

Kerukunan macam apa yang diinginkan MUI ketika pentolan pembela nabi palsu justru jadi pengurus komisi kerukunan antara umat beragama itu?

Kerukunan yang menghancurkan syahadat Islam dan aqidah Al-Wala’ wal-Bara’, yang kini sedang ditempuh MUI?

Na’udzubillahi min dzalik.

Dengan diangkatnya Moqsith sang pembela nabi palsu Moshaddeq, berarti setidaknya MUI telah mengangkat dua pembela nabi palsu. Yang satunya lagi justru lebih terkenal, yaitu Azyumardi Azra, pembela agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad (Ahmadiyah) sekaligus pembela acara menjurus zina yaitu valentine’s day. Manusia yang satu ini justru diangkat di MUI jadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Padahal, manusia ini justru di masyarakat terdengar sebagai penggembos terkemuka terhadap fatwa MUI tentang sesat dan murtadnya orang Ahmadiyah, yang MUI memfatwakannya dua kali, tahun 1982 zaman Buya Hamka dan tahun 2005.

Bagaimana jadinya, lembaga resmi keulamaan (MUI), justru diurusi oleh pengurus yang mengangkat dua pentolan pembela nabi palsu jadi pngurus?

Astaghfirullahal ‘adhiim.

Silakan tengok lagi masalah yang dihadapi Umat Islam sewindu yang lalu, semoga bermanfaat:

(Suburnya Aliran Sesat di Indonesia https://www.nahimunkar.org/suburnya-aliran-sesat-di-indonesia/ )

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.592 kali, 1 untuk hari ini)