Lima warga etnis Rohingya di Mebong telah dipaksa untuk menyembah patung Buddha.

Pada hari Sabtu (26 September 2015), sekelompok warga Rohingya (yang juga nelayan) pergi keluar dari camp untuk memancing ikan di sungai setelah memohon izin dari otoritas kamp IDP (International Displaced People). Diperjalanan mereka dikejar oleh sekelompok teroris Rakhine, salah satu dari mereka terjebak dalam pengejaran tersebut dan ia dipukuli bertubi-tubi secara brutal.

Setelah itu ia dibawa ke kantor polisi setempat, disana ia mendapatkan penyiksaan kembali dan dipaksa untuk mengungkapkan nama teman-temannya.

Pada hari minggu pagi, keempat nelayan lainnya dipanggil ke kantor polisi. Polisi rezim junta Myanmar menyiksa kelima muslim rohingya berkali-kali tanpa ampun. Kemudian polisi membawa mereka ke sebuah kuil yang berlokasi dekat dari kantor polisi dan memaksa kelima muslim Rohingya ini untuk berlutut di depan patung Buddha. Mereka kemudian diperintahkan untuk bersujud ke kaki patung Buddha dan bertepuk tangan.

Mereka juga dipaksa untuk mengecam agama mereka (Islam) dan kemudian mengikuti ajaran Buddha dengan iming-iming jika mereka mau mematuhi semua itu maka penindasan atas mereka akan dihentikan, sebaliknya ketika mereka menolak, mereka akan semakin disiksa.

Namun beberapa hari setelah itu mereka dibebaskan setelah pembayaran denda 200.000 kyat.

Pengungsi di Mebong tidak memiliki akses ke lapangan pekerjaan dan dengan jatah dari WFP yang semakin berkurang, terjadi bencana kekurangan pangan yang ekstrim di kamp-kamp. Ditambah lagi dengan peraturan dimana warga Rohingya tidak diizinkan untuk meninggalkan kamp, dengan demikian tidak dapat mencari nafkah.

Nasionalisme Buddha, merupakan bentuk kekerasan agama yang telah diterapkan di negara Myanmar dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan kekerasan terhadap kelompok agama minoritas yang sebagian besarnya adalah Muslim.

sumber : Burma Rohingya News

Middle EAST Update

2 Oktober pukul 0:30 ·

Abu Rhofa Triaji berbagi foto Middle EAST Update.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.573 kali, 1 untuk hari ini)