Laporan dari sumber-sumber lokal mengatakan bahwa teroris Hizbolatt telah mengeksekusi dua warga sipil Madaya (salah satu dari kota Suriah yang dikepung) setelah terlebih dahulu menangkap mereka karena berusaha melarikan diri dari Madaya untuk mengumpulkan makanan.

Mereka yang tewas dibunuh teroris Hizbolatt ini bernama Rateb  (40 tahun) dan Basel (27 tahun).

Sumber menyatakan dua orang ini biasanya pergi mencari makanan dengan bantuan dari seseorang dari pasukan rezim. Namun pada malam itu ada petugas yang berbeda pada staff penjagaan yang menangkap dan kemudian membunuh dua warga sipil tersebut, mengubur mereka hidup-hidup di bawah tindihan batu-batu berat.

Ini adalah insiden ketiga yang dilaporkan mengenai warga sipil yang ditangkap karena berusaha untuk meninggalkan kota yang dikepung selama dua bulan terakhir.

Sejak rezim diktator Suriah memberlakukan blokade super ketat pada kota Madaya dari bulan Juli lalu, kota ini telah menderita bencana kemanusiaan yang sangat tragis, makanan dan obat-obatan tidak dapat memasuki kota.

Kelompok relawan mengatakan bahwa sejak konvoi bantuan kemanusiaan memasuki daerah itu bulan lalu, setidaknya 16 orang telah wafat (karena kelaparan) dan sedikitnya 33 orang lainnya berada dalam resiko kematian akibat kekurangan gizi.

Bulan lalu seorang wanita hamil yang mencoba melarikan diri dilaporkan telah ditembak mati oleh teroris hizbolatt yang mendukung pengepungan kota oleh pasukan Assad ini.

Banyak warga sipil mencoba untuk melarikan diri dari kota tersebut karena tidak tahan dengan kelaparan, namun mereka ditembak mati atau mengalami kecacatan selama proses melarikan diri.

“Kami memiliki 15 kasus kaki diamputasi dari warga sipil yang mencoba untuk melarikan diri” kata Abu Hassan, anggota dewan oposisi untuk Madaya kepada The New Arab. “Ada sekitar 6.000 ranjau darat yang mengelilingi kota ini.”

Sumber: middleeastupdate.net/February 12, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.276 kali, 1 untuk hari ini)