Gereja First Baptist di Sutherland Springs dijadikan sasaranpenembakan massal. Insiden terjadi pada Minggu 5 November 2017 pukul 11.30 waktu setempat.

Sekitar 50 orang saat itu menghadiri kebaktian, termasuk anak-anak, yang beberapa di antaranya masuk daftar korban tewas.

Menurut saksi mata, pelaku melenggang masuk ke gereja, dan menembaki orang-orang yang tengah beribadah.

Seperti dilansir dari Time yang mengutip Associated Press pada Senin (6/11/2017), pelaku penembakan massal di Gereja Texas itu adalah Devin P Kelley.

Saat melakukan aksinya, Kelly menggunakan baju hitam, termasuk peralatan taktis militer dan rompi anti peluru.

Pemuda 26 tahun mulai menembak dari luar gereja sesaat setelah keluar dari kendaraannya. Kemudian, Kelly pindah ke sisi kanan gereja dan kembali melepaskan tembakan. Usai itu, ia melenggang memasuki gereja dan terus melontarkan timah panas.

Pejabat kepolisian Texas mengatakan, setelah meninggalkan gereja, pria bersenjata tersebut berhadapan dengan seorang warga setempat yang lantas meraih senapan Kelly dan mengejarnya dari tempat kejadian.

Namun,

Kelly berhasil kabur dan menabrakkan kendaraannya di dekat perbatasan antar county, di mana pihak berwenang kemudian menemukan jenazahnya. Tidak jelas apakah dia meninggal karena luka yang ditimbulkan dirinya sendiri, ditembak orang lain yang mungkin saja terlibat, atau penduduk lokal.

Eks Angkatan Udara

Dalam sebuah pernyataan singkat, Pentagon mengkonfirmasi bahwa Kelley pernah bertugas di angkatan udara “pada satu masa.”

CBS News melaporkan, Kelley adalah eks Angkatan Udara AS yang dipecat dengan tidak terhormat oleh pengadilan militer tahun 2014.

Juru bicara Angkatan Udara AS Ann Stefanek mengonfirmasi bahwa Kelley memang pernah berdinas di AU.

“Devin Kelley bertugas di bagian logistik di Holloman Air Force Base, New Mexico dari 2010 sampai dia dipecat (pada 2014),” kata Stenanek seperti dikutip dari CNN. Namun, pihaknya tidak memberikan kapan dan alasan mengapa ia sampai dipecat.

Kelley juga berasal dari kawasan perumahan yang tak jauh dari Wilson County, yakni New Braunfels.

Pihak Otoritas juga menemukan akun sosial media yang diduga milik Kelley. Dalam foto di Facebook itu, terlihat Kelley memamerkan senjata AR-15.

Meski demikian, otoritas mengatakan, Kelley tidak terkait dengan kelompok teroris manapun.
Laporan lain menyebut, Kelley pernah menikah. Dalam akun LinkedIn yang diduga juga miliki pria 26 tahun tahun mendeskripsikan bahwa ia bertugas di angkatan udara dari semenjak lulus SMA tahun 2009 hingga 2013. Ia sebelumnya pernah mengajar di Alkitab pada musim panas.

Hingga berita ini diturunkan, masih tak jelas apa motivasi Kelley melakukan salah satu penembakan massal terburuk dalam sejarah AS itu.(anya/lip)

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.org)

(Dibaca 640 kali, 1 untuk hari ini)