Pintu dalam penjara untuk masuk ke Pesantren At-Taubah di dalam Lapas Cianjur Jawa Barat./ foto  jabar.pojoksatu.id


Pesantren At-Taubah di dalam penjara di Cianjur ini membina 700-an narapidana. Kegiatan pesantren ini mulai aktif tahun 2012, sedang masjidnya didirikan tahun 2013 atas bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat dan Pemda Cianjur.

Selama pembinaan itu, menurut Ustadz Ahmad Yani Wakil Ketua MUI Cianjur, telah banyak menghasilkan santri-santri yang ketika pulang kembali ke kampung, mereka sudah mampu jadi imam masjid.

Ketika ada narapidana yang sudah hafal Al-Qur’an 11 juz, maka ditawarkan kepada para petugas lapas untuk dibuka pesantren ekskutif yang santrinya adalah para petugas lapas. Setelah dibina, maka para petugas itupun ikut tergabung sebagai ustadz bagi para narapidana lewat cara pendidikan pesantren itu. Sehingga dari 36 ustadz yang membina 700-an narapidana itu 9 di antaranya adalah santri eksekutif tersebut.

Kegiatan shalat berjamaah pun ketika rombongan Yayasan Abu Bakar Shiddiq dari Jakarta mengunjungi pesantren At-Taubah itu (Senin 18 Sya’ban 1438H/ 15 Mei 2017) menyksikan jamaah shalat ashar memenuhi masjid. 700-an narapidana itu shalat berjamaah. Hingga shalat ashar itu ibarat shalat Jum’at saja banyaknya. Dan setelah itu, para narapidana ini mulai mengaji, suaranya bagai lebah berdengung dalam masjid itu. Ada yang menghafal, ada pula yang langsung dibimbing dalam halaqah di masjid itu.

Narapidana yang bukan Muslim, menurut Ustadz Ahmad Yani, tertarik dengan kegiatan itu, hingga mereka masuk Islam. Sudah ada 11 narapidana non Muslim yang masuk Islam dan kemudian disunat/ dikhitan di pesantren dalam penjara itu.

Dari kegiatan yang mengesankan ini lapas Cianjur ini disebut sebagai percontohan dalam terselenggaranya pembinaan lewat pesntren yang langsung di dalam lapas.

Rombongan dari Yayasan Abu Bakar Shiddiq Jakarta diantarkan oleh Wakil Ketua MUI Cianjur, Ustadz Ahmad Yani (berjas) untuk berkunjung ke Pesantren At-Taubah di Lapas Cianjur Jawa Barat, Senin 15/5 2017, setelah mengikuti Muzakarah ANNAS ke dua di Bandung tentang Bahaya Syiah dan PKI, Ahad 14/5 2017. / foto Rully yay abbkrshdq

***

Ponpes Terpadu At-Taubah Lapas Cianjur ‘Sulap’ Narapidana Jadi Ustad

Ponpes Terpadu At-Taubah Lapas Kelas II B

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pondok Pesantren Islam Terpadu At-Taubah yang terletak di kawasan Lapas Kelas II B Cianjur, merupakan salah satu pondok pesantren khusus untuk membina para narapidana.

Pimpinan Pondok Pesantren Islam Terpadu At-Taubah KH Totoy Muhtar Gozali menuturkan, Pondok Pesantren At-Taubah merupakan pondok pesantren yang dibangun hasil inisiatif MUI Cianjur bekerjasama dengan pemerintah daerah.
Pondok pesantren ini berdiri pada Mei 2012 . Awalnya MUI melihat bahwa di Cianjur belum ada sebuah pesantren khusus untuk para narapidana.

Kegiatan para santri di Ponpes At-Taubah hampir sama dengan pondok pesantren lainnya seperti mengaji, mendengarkan tausiyah mubaligh, sholat berjamaah dan lainnya.

“Bedanya kalau disini mayoritas santrinya adalah narapidana, sedangkan di pondok pesantren lain bukan narapidana,” katanya.

Menurutnya, semua santri kelihatan sangat antusias mengikuti kegiatan keagamaan, seperti mengikuti sholat sunat duha berjamaah secara rutin, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tausiyah dari para pengurus MUI.

“Sholat wajib semuanya berjamaah kecuali sholat subuh saja yang dilakukan di kamar masing-masing. Itu dilakukan berdasarkan aturan yang telah ditentukan oleh Kemenkumham yakni tahanan tidak diperbolehkan keluar pada saat dini hari,” tuturnya.

Ditambahkannya, kegiatan pondok pesantren sangat memberikan efek positif bagi para narapidana. Pasalnya ada salah seorang narapidana yang setelah bebas menjadi ustad.

“Tujuan didirikannya pondok pesantren terpadu ini untuk membina akhlak para santri, sehingga pada saat keluar lapas mereka kembali menjadi manusia yang lebih baik dengan lembaran baru,” ungkapnya.

(radar cianjur/riz)/ jabar.pojoksatu.id Saturday, 20 February 2016 | 03:14 WIB Cianjur  Depa

***

SHALAT ISTISQA: Sedikitnya 750 jamaah warga binaan, petugas Lapas Kelas IIB Cianjur, serta para ustadz menggelar shalat Istisqa usai shalat dzuhur sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (31/10)./ jabar.pojoksatu.id

Tuesday, 1 September 2015 | 06:10 WIB

Saturday, 23 April 2016 | 06:08 WIB

Jadi Percontohan, Kuningan Kunjungi Lapas Cianjur

Lapas Kelas II B Cianjur atau yang memiliki nama lain Pondok Pesantren At-Taubah mendapat tamu dari Lapas Kelas II A Kabupaten Kuningan, karena dianggap sebagai salah satu percontohan bagi Lapas lainnya dalam melakukan pembinaan.

 pimpinan Pesantren At-Taubah, KH Mukhtar Gozali, memaparkan, cikal bakal pola pendidikan ala pesantren di Lapas Cianjur ini sudah yang kesekian kalinya menerima kunjungan dari beberapa Lapas dan Rutan Di Indonesia.

“Alhamdulillah pola pembinaan pesantren yang diterapkan efektif untuk memperbaiki akhlak para warga binaan di sini,” papar Mukhtar.

Tak hanya memperoleh respon positif, bahkan setelah melakukan studi banding, ternyata pola pembinaan yang dilakukan di Lapas Cianjur juga seringkali diterapkan di Lapas lainnya di Indonesia. Seperti diketahui, Lapas Cianjur memiliki ciri khas model pembinaan berbasis pendidikan pesantren terpadu sejak tahun 2012.

“Tak hanya menjadi perhatian nasional. Beberapa waktu lalu juga sempat mengundang perhatian dunia internasional. Terbukti dengan adanya kunjungan dari mancanegara untuk kepentingan penelitian maupun berbagai bentuk apresiasi,” imbuh Mukhtar.

Sumber : (radar cianjur/lan)/ jabar.pojoksatu.id

(nahimunkar.com)