OkTerus.com – Polda Banten mengatakan bahwa terdapat sebanyak 70 warga asal Tiongkok yang diamankan oleh mereka di Serang yang tertangkap basah bekerja sebagai buruh kasar. Namun, terdapat sebuah keanehan soal gaji mereka yang terbilang cukup besar untuk sebagai pekerja kasar.

AKBP Dani Arianto menjelaskan bahwa buruh asing tersebut digaji hingga Rp 15 juta per-bulannya. Ia pun mengaku sangat terkejut saat mendengar informasi itu.

“Itu angka yang sangat besar. Di lapangan sendiri ada tenaga kerja dari kita (Indonesia), mirisnya tenaga kerja asal kita hanya digaji Rp 2 juta per bulan. Rata-rata perhari Rp 80 ribu, sedangkan TKA rata-rata per hari Rp 500 ribu,” tukasnya dikutip OkTerus.com.

Gaji Buruh Tiongkok besar.

Penelusuran OkTerus.com, para pekerja tersebut bekerja di pembangunan sebuah pabrik semen yang ada di Pulo Ampel, Serang dengan komposisi pekerja yaitu 30 persen dari Indonesia dan 70 persen lainnya dari luar atau asing.

Bahkan, bukan hanya buruh kasar yang kerja di lapangan saja, ada juga pekerja Tiongkok yang turut dipekerjakan di dalam kantor.

“Yang di tataran kantor sampai Rp 20 hingga Rp 25 juta per bulan,” ucapnya.

Pada waktu ditangkap, mereka mengenakan seragam yang bertuliskan PT Indonesia River Engineering. Tetapi untuk perusahaan yang bertanggung jawab terhadap proyek pabrik semen itu adalah PT S.

“Melalui satpam kami coba hubungi pihak perusahaan katanya di Jakarta. Katanya pihak perusahaan mau ke sini mau memberikan penjelasan. Perusahaan ini, sementara diketahui PT S, informasi akurat mau membangun apa masih kita dalami. Makanya kita memanggil pihak perusahaan melalui satpam,” tegas Dirkrisus Polda Banten, Kombes Nurullah.

Penulis: Atta Pratama/okterus.com

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 3.035 kali, 1 untuk hari ini)