Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak akan mengeluarkan izin untuk Hotel Alexis apa pun alasannya. Sebab, pemerintah memiliki bukti yang kuat tentang adanya bisnis prostitusi di tempat itu.  “Karena itu kami mengambil sebuah kebijaksanaan untuk tidak mengizinkan praktik hotel dan panti pijat,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu, 1 November 2017.

Menurut Anies,  Hotel dan Griya Pijat Alexis telah memperkerjakan 104 tenaga asing. Mereka masuk secara legal dan memiliki izin

resmi. Namun masa berlaku izin itu telah habis, hampir bersamaan dengan ditutupnya Alexis.  “Alexis ini menarik, karena ada 104 tenaga kerja asing yang izinnya habis hari ini,” ujarnya.

Dari 104 pekerja asing itu paling banyak berasal dari Thailand, yaitu 57 orang. Sebanyak 36 orang dari China atau Tiongkok, 5 orang dari Uzbekistan, 2 orang dari Kazakhstan, dan empat orang lagi belum diketahui asalnya.

Anies menegaskan, izin tinggal untuk pekerja-pekerja asing itu bukan lagi menjadi urusan pemerintah daerah. “Itu urusan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ujar Anies. Karena itu pemerintah DKI menyerahkan masalah itu kepada kementrian terkaita.

Ihwal bukti-bukti adanya prostitusi di Hotel Alexis, Anies Baswedan tidak bersedia menunjukan. “Kalau pelanggaran bangunan, pelanggaran jalan, bisa kami foto. Kalau ini (pelacuran) enggak patut,” ujar Anies. “Sejak Januari sudah saya ungkapkan. Selama ini tim saya sudah bekerja dan punya data lengkap.”(anya/tmp)

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.org)

(Dibaca 64 kali, 1 untuk hari ini)