Polisi mengepung rumah tersangka. (Foto: AP)


TEXAS – Kepolisian Texas, Amerika Serikat (AS) berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan di sebuah gereja di Sutherland Springs. Pelaku penembakan yang menewaskan 27 orang itu diketahui sebagai pria berusia 26 tahun bernama Devin Kelley.

Pelaku diketahui berasal dari New Braunfesl, Texas. Sebelum melakukan penyerangan, pelaku kedapatan memasang foto sebuah senapan jenis AR-15 di profil akun Facebooknya. Sementara itu, melalui akun LinkedLIn Kelley, diketahui jika ia memiliki latar belakang militer demikian sebagaimana dinukil dari ABC News, Senin (6/11/2017).

Seorang sumber dari Badan Pengawasan Alkohol, Senjata Api dan Bahan Peledak AS melaporkan kini mereka tengah menggeledah rumah tersangka. Hal ini dilakukan dengan tujuan mencari barang bukti baik senjata lainnya ataupun kemungkinan adanya bahan peledak yang disimpan tersangka.

Biro Investigasi Federal atau FBI juga dilaporkan telah bergerak ke rumah tersangka. Direktur Regional Keamanan Wilayah Texas Freeman Martin mengatakan, ketika melakukan aksi penembakan, pelaku mengenakan pakaian serba hitam.

Martin menyebut, tersangka ditemukan tewas di dalam truknya dalam upaya melarikan diri. Sayangnya tak jelas bagaimana pelaku bisa tewas dengan luka tembak. Ia kemungkinan tewas karena menembak dirinya sendiri atau ditembak oleh warga yang bertindak cepat.

Berdasarkan laporan CNN, warga sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka. Seorang warga juga diketahui melepaskan tembakan ke arah tersangka sebelum ia berhasil masuk ke truk dan melarikan diri. Polisi menyatakan, kemungkinan pelaku telah mempersiapkan diri untuk kabur. Ia sempat terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. (rav)

https://news.okezone.com / Rufki Ade Vinanda

***

BREAKING NEWS: Penembakan di Gereja Texas, 27 Orang Tewas

Polisi langsung menyegel lokasi kejadian di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat (Foto: Reuters)

TEXAS – Ibadah Minggu di Gereja Baptis Pertama di Sutherland Springs, Wilson County, Texas, Amerika Serikat (AS), seketika berubah menjadi kengerian. Seorang pria tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah jemaat yang sedang khusyuk beribadah. Sedikitnya 27 orang tewas akibat insiden tersebut.

Pelaku masuk ke dalam gereja dan mulai menembak pada Minggu 5 November sekira pukul 11.30 waktu setempat. Petugas polisi setempat, Albert Gomez Junior mengatakan, pelaku berhasil ditembak mati oleh aparat usai menjalankan aksinya.

 “Informasi rinci mengenai penembakan masih kurang lengkap. Tetapi, apa yang kita ketahui sekarang adalah 27 orang meninggal dunia, dan lebih dari 20-25 orang luka-luka,” tutur Albert Gomez, sebagaimana diwartakan BBC, Senin (6/11/2017).

Seorang saksi mata bernama Carrie Matula mengaku mendengar tembakan yang berasal dari senapan semi-otomatis. Carrie kebetulan berada sekira 45 meter (m) dari gedung gereja. Lokasi penembakan langsung dipenuhi oleh warga sekitar yang penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Otoritas segera menurunkan agen biro penyidik federal (FBI) cabang San Antonio ke lokasi. Sejauh ini, FBI menyatakan pelaku beraksi sendirian. Kendati demikian, mereka masih menyelidiki adanya kemungkinan pelaku selain serta motif di balik penembakan.

Gubernur Negara Bagian Texas, Greg Abbott turut berduka cita bagi para korban. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesigapan para petugas untuk merespons insiden tersebut.

“Doa kami menyertai mereka yang menjadi korban dari aksi menyeramkan ini. Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada aparat penegak hukum atas cepatnya respons mereka. Detail lebih lanjut akan dirilis oleh Kementerian Keamanan Publik Texas,” ucap Greg Abbott. (war)

https://news.okezone.com / Wikanto Arungbudoyo

(nahimunkar.org)

(Dibaca 9.979 kali, 10 untuk hari ini)