Bismillaah…

Berikut nasehat mendalam dari salah seorang alim di kota Madinah, anggota Haiah Kibaril Ulama KSA. Beliau Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy Syinqithi hafzidzahullah wa ra’ah.

Betapa banyak pemuda…
Engkau dapati ia diatas kebaikan, istoqamah berada diatas hidayah lalu ia mendatangi dan menuntut ilmu…
Kemudian tiba tiba…
Waliyyadzubillah…
Ia tak mendapati kekhusyukan, kehinaan diri (dihapan Allah), kerendahan hati karena ilmunya tersebut.

Bahkan terkadang, Andai ia bangun tengah malam untuk shalat malam dan berpuasa di siang hari maka akan dicabut darinya keberkahan ibadahnya dan dihilangkan dari dalam hatinya..waliyyadzubilla…

Dikarenakan sebuah alasan…
Kedzalimah yang ia lakukan terhadap para pembawa Kitabullah,
Atau terhadap ulama,
Atau celaannya terhadap seorang imam diantara para imam salaf,

“Barangsiapa siapa yang memusuhi wali Allah, sungguh Allah mengumumkan peperangan dengannya.”

Dosa ini dan berbagai dampak buruknya bukanlah sesuatu yang sia-sia (nantinya akan dimintai pertanggungjawaban).

Demikian pula (menunaikan) hak-hak manusia bukanlah sesuatu yang tak berguna.

Perbuatan namimah (adu domba) yang memisahkan dua orang kaum muslimin saja, di ancam dengan nerakah jahim dan adzab di kubur…
Nasalullahas salamata wa’aafiyah (kami memohon kepada Allah keselamatan dan kesejahteraan)

Lalu bagaimana dengan orang yang menghujat aqidah (shahih) seseorang ?

Bagaimana dengan orang yang menjarh (mencari cacat seseorang) ?

Bagaimana lagi dengan orang yang mengeluarkan seseorang dari barisan ahlussunnah ?

Sumber : telegram.me/mgrby
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemahwanitasalihah.com

Via FB Abu Ahmad Sarjuni

(nahimunkar.org)

(Dibaca 838 kali, 1 untuk hari ini)