Jum’at, 16 Januari 2015 10:21 WIB

Kayseri (lasdipo.com) – Sekira 500 keluarga Muslim Uygur China kini sedang berupaya mengungsi ke Negara yang dirasa lebih aman yaitu Turki.

“Mereka hendak melarikan diri dari penindasan rezim China dan kini mengungsi di Kayseri,” ujar Sayyid Tumturk, wakil presiden Kongres Uygur Dunia, seperti dilansir worldbulletin.

“Mereka telah melarikan diri dan tertangkap di Thailand. Saat ini sudah ada 367 orang, dan masih banyak lagi yang kemungkinan akan tertangkap,” lanjutnya.

Menurut Tumturk, Kaum Muslimin Uygur telah membuat jalannya ke Keysari. Ia yakin jumlah Muslim yang berniat pergi mencapai ribuan.

Rezim komunis China memaksakan kebijakan asimilasi terhadap Umat Islam di Turkistan Timur. Sementara Otoritas Propinsi Xinjiang telah melarang mereka belajar agama, berpuasa, dan terakhir melarang wanita memakai pakaian muslimah.

Tahun lalu, saat datang bulan Ramadhan, dua desa di Yarkent dibakar dan ratusan Muslim meninggal dunia. Namun ironis, karena tak satu Negara pun yang membicarakan masalah ini. Muslim Uygur kini menjadi kelompok minoritas paling menderita setelah Muslim Rohingya di Myanmar. Mereka tertindas hanya karena kalimat laa ilaaha illallah.

Menurut Tumturk, sikap masyarakat di seluruh dunia yang diam tengah menyebabkan Beijing terus menerus menindas Muslim Uygur. Yang saat ini mampu dilakukan Muslim Uygur hanyalah berdoa. Mereka yang memiliki keberanian untuk berhijrah ke daerah yang lebih aman akan menemui risiko ditangkap dan dihukum mati.

Rep: Muhammad Ishaq
Editor: Muhammad Ishaq

(nahimunkar.com)

(Dibaca 949 kali, 1 untuk hari ini)